Jumat, 01 Agustus 2014 | 04:39:38
Home / Nasional / Humaniora / Banyak Honorer K2 Bakal Terdepak

Senin, 11 Juni 2012 , 13:25:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Para tenaga honorer kategori dua (K2) yang tidak lolos tes seleksi menjadi CPNS, terancam diberhentikan dari instansi tempatnya bekerja. Pasalnya, banyak diantaranya tidak memiliki kompetensi sehingga sulit dipertahankan.

"Terus terang saja, melihat kemampuan yang dimiliki honorer K2 yang kebanyakan tidak punya kompetensi, membuat pemerintah sulit mengaturnya," ungkap Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo yang dihubungi, Senin (11/6).

Di dalam PP 56 Tahun 2012 tentang Revisi PP 48 Tahun 2007 tentang Pengangkatan Honorer menjadi CPNS, tidak diatur tentang honorer K2 yang lulus tes. Yang tertera di dalam PP tersebut hanya bagi honorer K2 lulus tes akan diangkat CPNS secara bertahap mulai 2013 hingga 2014.

"Memang di dalam PP 56 tidak diatur nasib honorer K2 yang tidak lolos. Mereka diatur dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sekarang RUU-nya masih sementara dibahas," ujarnya.

RUU ASN, lanjut guru besar UI ini, mengatur honorer K2 yang tidak lolos, akan diangkat sebagai pegawai tidak tetap pemerintah (PTTP) sepanjang instansinya membutuhkan. Hanya saja, dasarnya harus sesuai kompetensi. Misalnya, yang dibutuhkan guru matematika, tapi honorer K2-nya guru bahasa Indonesia otomatis tidak bisa diangkat PTTP.

"Pemerintah pusat tidak bisa memaksakan instansi menerima honorer K2 menjadi PTTP kalau yang bersangkutan tidak sesuai kompetensi. Sebab, pembayaran gajinya menjadi tanggung jawab instansi bersangkutan," tegasnya.

Meski tidak merinci satu persatu, namun Eko mengungkapkan, data honorer K2 banyak yang tidak punya kompetensi. Sehingga, kalau tidak lolos CPNS maupun PTTP, honorernya akan diberhentikan.

"Mau tidak mau ya diberhentikan oleh instansi. Pemberhentiannya juga tidak disertai kompensasi, kecuali pimpinan instansinya mempunyai kebijakan khusus memberikan uang tanda terimakasih," pungkasnya. (esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        07:52
        awesome seo
        2yRhJ7 Wow, great blog.Really looking forward to read more. Great. From mobile
      2. 19.05.2014,
        09:54
        Sarinah salosso
        saya sedih membaca keputusan ini,kenapa pemerintah kelihatannya udah nggak ada kebijakan .yang memang tidak relevan.boleh aja di hentikan.
      3. 16.02.2014,
        04:07
        sudjiantono
        pemerintah tidak memikirkan pengabdian PTT yang sudah bertahun tahun.
      4. 13.02.2014,
        15:04
        nawawi
        mereka yang dah jadi pejabat emang gak mikir. kalau dah tak boleh mengangkat honorer harusnya yang dah di dalam database honorer di angkat pns
      5. 13.02.2014,
        14:48
        qq
        Pemerintah bertindak tdk ADIL. pemerintah hanya mementingkan guru sedangkan penjaga dan pesuruh yg masa kerjanya 10 - 12 tahun tdk diperhatikan
      6. 13.02.2014,
        11:31
        Ade Syafei
        Pemerintah harus menakomodir honorer K2 yang tdak lolos, karena bagaimanapun mereka telah berjasa untuk negeri ini. tinggal teknisnya aja, yang mana, Menurut saya ditetapkan aja sebagai PTTP, From mobile
      7. 11.10.2013,
        11:50
        marthin
        Kalau saya yg tidak lolos dalam ujian KTD langsung dikembalikan ke instansi yg mengangkatnya.
      8. 28.09.2013,
        07:21
        kahar
        pengrekrutan k2 untuk th 2003-2004 itu sudah benar,kok direkrut lagi dari 2005 ya terjadilah pembengkakkan...
      9. 17.09.2013,
        13:46
        KADAL BUNTUNG
        tolong sd/smp yg gurunya tidak kompeten diregroup sj agar tidak membebani pemerinta, uangnya buat pemerint aj
      10. 11.09.2013,
        11:01
        khanzabaja
        seharusnya omongan pak wakil menteri tidak seperti itu...kalau memang saudara2 k2 kompetensinya kurang ..ya dibimbing..dibiayai..difasilit asi...rumongsone pak wakil menteri punya kebijakan ke arah situ tidak,,ya yg disalahkan ya pemangku jabatane tho..mbimbing aja tidak.. From mobile