Senin, 28 Juli 2014 | 23:25:50
Home / Nasional / Kesehatan / DPR Pertanyakan Kualitas Lulusan SMK Keperawatan

Senin, 11 Juni 2012 , 16:39:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Kualitas lulusan SMK Keperawatan dipertanyakan anggota Panja RUU Keperawatan. Pasalnya, tugas seorang perawat sangatlah besar karena menyangkut keselamatan pasien.

"Harus jelas aturannya, lulusan SMK Keperawatan jobnya apa. Kalau mau jadi nurse, apa boleh? Lulusan S1 Keperawatan saja tidak bisa, kecuali tambah sekolah khusus keperawatan baru bisa nyuntik pasien kok. Apalagi SMK," kata Mariani Baramuli, anggota Panja RUU Keperawatan Komisi IX DPR RI saat rapat dengar pendapat dengan Dirjen Pendidikan Kemendikbud Hamid Muhammad, Senin (11/6).

Hal serupa diungkapkan Endang Sarwan Hamid. Anggota Panja ini menambahkan, lulusan SMK Keperawatan harus dipertegas fungsinya sebagai apa dalam RUU Keperawatan. Apalagi banyak lulusan SMK Keperawatan yang tidak bekerja.

"Lulusan SMK Keperawatan mau ditempatkan sebagai apa harus dibahas dengan Kemenkes. Karena ada juga lulusan Akper yang khusus menjadi perawat," ujarnya.

Kalau tidak diperjelas, lanjut Mariani, akan terjadi kecemburuan sesama lulusan keperawatan. Di samping menabrak aturan UU.

"Di dalam UU, yang bisa menyuntik atau memberikan penanganan kesehatan hanya dokter dan perawat atas petunjuk dokter. Jadi kalau job lulusan SMK Keperawatan tidak diperjelas, sama saja menyalahi aturan," ucap Mariani.

Menjawab itu Hamid mengatakan, sudah pembahasan dengan Pusdiklat Kemenkes, di mana lulusan SMK Keperawatan hanya menjadi asisten perawat. Selain itu untuk menjadi asisten, lulusan SMK Keperawatan harus diuji kompetensi oleh BSNP.

"Hanya yang sesuai kompetensi saja yang kita tempatkan di rumah sakit, poliklinik, atau puskesmas yang membutuhkan tenaga dari SMK Keperawatan," terangnya. (esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        08:28
        cheap seo services
        8zOwHK Im grateful for the blog. Awesome. From mobile
      2. 19.03.2013,
        18:45
        ari
        SMK kesehatan itu apa equal/sama dengan SPK?padahal berdasarkan permenkes jelas yang di akui sebagai perawat minimal kualifikasi D3 keperawatan
      3. 01.02.2013,
        23:41
        yuni
        lantas nasip saya dan kawan kawan dari smk kes kdpan.ny bgaimana stlah lulus besok? Dan mohon untuk smua jngn remehkan kami yg brskolh d.smk kshatan. Peran kshtan dlm khdupn dpt kita terapkn dg benar. Dn kami sudh mguasai dasar keperawtan. From mobile
      4. 06.01.2013,
        20:20
        dyah
        maaf, sebelumnya. Apabila saya ini lancang untuk ikut berkomentar. Saya sendiri dr smk kes. Saya sendiri sekarang sudah terlanjur bersekolah dismk kes. Lulusan dengan menyandang status 'asisten perawat' nantinya. Saya kurang setuju dgn komentar2 yg telah dipaparkan sebelumnya. Bukankah program pemerintah itu salah satunya adalah menuju indonesia sehat entah tahun berapa target yg ingin dicapai? menurut saya, smk kesehatan adalah salah satu upayanya. Dgn adanya smk kes, bukankah kita mendapat basic tentang ilmu kesehatan? Sehingga, ketika di PT nanti, bukankah akan semakin mudah bagi kami untuk memperdalam ilmu kesehatan? Lagi pula, slm 3th kami sekolah kami jg diajarkan apa apa saja yg bukan atau yg menjadi wilayah job kami. Tentunya, dengan bimbingan dan arahan agar kami paham betul dgn job kami nanti di masyarakat. Untuk menghindari hal-hal yg tidak diinginkan. Kalau program smk kes ditutup, lantas bagaimana nasib anak2 yg sudah 'terlanjur' bersekolah smk kes dgn biaya yg tdk sedikit itu dan membuang wkt kami slm bersekolah? Saya rasa itu bukan keputusan yg bijak. Terima kasih From mobile
      5. 15.08.2012,
        17:25
        Lutvie
        apa masa iya tiap org yg bjiwa untuk menolong seseorang harus lulusan smk aja pak Arif ? saya kurang setuju dg pendapat anda,,disitu dijelaskan hanya sbg ASISTEN bkan Perawat seniornya ! From mobile
      6. 12.08.2012,
        03:38
        Rian SN
        Aduh skr ada SMK keperawatan ya,,yg D3 juga harus S1 skr mah..cz nya di luar negeri kebanyakan minta nya skr udah S1,,itu juga harus ujian parometric,,nah klo yg SMK ntar mau gmn nasib nya...?? From mobile
      7. 26.06.2012,
        09:29
        arif hidayat
        program itu akan menambah masalah baru dalam pelayanan kes.pada masyarakat.itu hanya akal akalan diknas aj.untuk ikut2 tan bikin pendidikan kesehatan.padahal tidak tau sejauh mana standar kompetensinya.tolong stop program smk itu.