Senin, 22 Desember 2014 | 08:22:26
Home / Nasional / Humaniora / Nasib Honorer Diluar K1-K2 Tak Jelas

Selasa, 12 Juni 2012 , 23:53:00

JAKARTA--Para tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia pesimis pengangkatan honorer jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bisa tuntas di 2014. Mereka memprediksi masalah yang sama akan muncul lagi ketika terjadi pergantian presiden.

"Pasti muncul lagi deh honorer tertinggal, karena sekarang ini di lapangan banyak sekali honorernya," kata Penasehat Forum Honorer Kabupaten Malang, Nurul Yaqin, yang dihubungi, Selasa (12/6).

Menurutnya, pengklasifikasian tenaga honorer tertinggal menjadi dua kelompok yakni kategori satu (K1) dan K2, malah menjadi sumber masalah. Padahal, masih banyak tenaga honorer yang tidak termasuk K1 dan K2.

"Kenapa kita dikotak-kotakan begitu. Harusnya kita diperlakukan sama. Kalau seperti ini, apa ada jaminan tidak akan ada lagi payung hukum baru untuk menangani masalah honorer. Sebab, masih banyak honorer yang tidak terakomodir," terangnya.

Dia mencontohkan kasus honorer di Jawa Tengah. Sebanyak 1000-an honorer teranulir yang belum terselesaikan masalahnya. "Mereka itu sudah dites dan diumumkan lulus tes. Tapi kemudian tiba-tiba dibatalkan sepihak oleh pemerintah. Nah ini mereka mau diapain, masa cuma K1 dan K2 yang diurusin pemerintah," ketusnya.

Nurul mengakui, honorer menjadi objek politik dan proyek bagi kalangan tertentu. Karena itu, bila pemerintah tidak bisa menyelesaikan ini dengan tuntas, bukan tidak mungkin ketika pergantian tampuk pemerintahan, masalah honorer akan mencuat lagi.

"Sudah pasti honorer teranulir akan minta diangkat lagi saat presiden baru. Begitu seterusnya karena pemerintah kita tidak tegas dalam menerapkan aturan," pungkasnya. (Esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 24.04.2014,
          09:41
          Densus 88
          Bagaimana sih pemerintah menangani honorer ada yang baru bekerja ko sudah cpns yang lama bekerja belum memangnya sistim wani piro ya dasr
        2. 17.04.2014,
          00:55
          Cok
          Pak presiden ..ngelola kepemerintahan ko' honor angkatin dong negara ini kaya lohh.. Gmn negara rakyat makmur yang di pemerintahanya gak di pedulikan' From mobile
        3. 17.04.2014,
          00:50
          Aha
          Pak presiden ..ngelola kepemerintahan ko' honor angkatin dong brani.apa wani piro? Tinggal ngomong.. Ama honornya. Enakan. Jujur From mobile
        4. 17.04.2014,
          00:47
          Jin
          Negara lagi bobo.. Nanti kalau dah bangun nanti sy sampaikan itu juga klo saya ingattt gmn' From mobile
        5. 12.03.2014,
          13:39
          nanik
          saya honorer 2005 tidak masuk k2 karena cuti melahirkan bagaimana nasib saya pak menpan? From mobile
        6. 04.03.2014,
          08:32
          Wahyu Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Barito Timur
          bagaimana nasib kami yang di luar k1 dan k2 sedangkan masa kerja kami dari 2005 sampai sekarang tolong pemerintah pusat menyelesaikan masalah ini
        7. 03.03.2014,
          10:33
          eko suprapti
          ptt hanya satu orang yang bertugas menjdi operator UNPTK, mengurus bos, mengerjakan sertifikasi guru bekeja samapi 02.00 pagi gaji hanya 250.000
        8. 02.03.2014,
          14:02
          Kadim
          Dari awal memang pemerintah tdk punya aturan yg jelas mengenai pengangkatan tenaga honorer.
        9. 02.03.2014,
          09:41
          bang ocit
          untuk honorer seharus nya ada rel nya mulai dari k1-k2 dan seterus nya (selesai k1 dan k2 baru urus yg honorer yg lain) kasian dong saura kita yg udah lama jd honorer belum di angkat2 ... pemerintah juga harus bisa membedakan mana yg benar2 honorer dan mana yg honorer bodong :..apa guna nya tim pemantau kepegawaian klau semua nya pada tidur semua ..mau di kemanakan negara ini ..yg cuma ada dibenak pejabat hanya bisnis dan uang saja,. negara kooq di jadikan bisnis gitu aja kooq rrrreeeeeppoott. From mobile
        10. 20.02.2014,
          12:02
          Yusman saleh
          tolong teman2 honorer utk menjumlah 2 digit trakhir dr nomor peserta yg lulus,