Kamis, 23 Oktober 2014 | 07:34:20
Home / Pendidikan / PTN Ramai-ramai Turunkan Biaya Kuliah

Kamis, 14 Juni 2012 , 08:43:00

BERITA TERKAIT

BANDUNG-Desakan Menteri Pendidikan M Nuh untuk menurunkan biaya pendidikan tinggi, akhirnya meluluhkan tiga perguruan tinggi besar di Bandung yakni UPI, ITB dan Unpad. Ketiganya pun sepakat untuk menurunkan biaya pendidikan khususnya jalur mandiri.

“Kemendiknas memang berencana memberikan alokasikan anggaran khusus berupa bantuan operasional bagi perguruan tinggi negeri. Dan kami diminta untuk menurunkan biaya pendidikan yang dilihatnya dari operasional mahasiswa,” ujar Rektor ITB, Prof Akhmaloka, Rabu(13/6).

Rencananya Kemendiknas sendiri akan menganggarakan Rp 1,5 triliun untuk seluruh PTN yang berjumlah 73 PTN di seluruh Indonesia. Rencananya bantuan operasional ini dikucurkan pada APBN perubahan 2012.

“Untuk ITB sendiri belum ada hitungannya berapa penurunanya, yang jelas yang akan diturunkan adalah dana pengembangan," ujarnya.

Ia mengaku masih menunggu kepastian berapa anggaran operasional yang akan diturunkan pemerintah kepada ITB sendiri. “Katanya bantuan operasional itu akan diberikan, tapi baru di atas kertas. Karena harus disetujui DPR dulu, harus masuk APBNP dulu, Dan saya juga tidak mengetahui secara persis berapa dana yang dialokasiakan pemerintah untuk ITB,” paparnya.

Dana pengembangan kuliah ITB sendiri setiap mahasiswa yakni Rp55 juta. Namun dikatakan Akhmaloka pembayarannya pada kenyataannya bervariatif ada yang 75 persen, 50 persen, 25 persen, bahkan nol persen alias dibebaskan.

Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Ganjar Kurnia mengatakan, Unpad secara resmi menurunkan biaya masuk bagi calon mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri atau Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran(SMUP) tahun akademik 2012/2013.

“Penurunan dikarenakan adanya bantuan operasional dari pemerintah serta kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud.  Penurunan ini berlaku bagi seluruh program studi jalur mandiri dengan besaran yang berbeda-beda. Dengan penurunan ini diharapkan bisa meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap SMUP dan bisa lebih ramah sosial,” katanya.

Berdasarkan keputusan Rektor, beberapa penurunan yang dilakukan di antaranya, biaya untuk Fakultas Kedokteran dari Rp 177 juta menjadi Rp 95 juta. Fakultas Hukum dari Rp 42 juta menjadi Rp 30juta, Fakultas Ilmu Komunikasi dari Rp 47 juta menjadi Rp 35 juta, Fakultas Ekonomi dari rata-rata Rp 40juta-Rp 50 juta menjadi sekitar Rp 30 juta. Selin itu Fakultas Sejarah dan Sastra dari Rp 12 juta menjadi Rp 8 juta, program studi Agribisnis, Agroteknologi dari Rp 22 juta menjadi 15 juta.

Sementara itu UPI sendiri dari data yang diporeleh jika pengembangan jalur mandiri tahun lalu mencapai Rp19 juta, tahun ini dari informasi yang diperoleh dana pengembangan untuk jalur mandiri yakni Rp15juta.(tie)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 05.04.2014,
        14:54
        stunning service
        KKF8n9 I cannot thank you enough for the article post.Really looking forward to read more. Fantastic. From mobile
      2. 16.06.2012,
        08:26
        roy
        yg penting dana yg sudah dianggarkan itu bsa tepat sasaran.. From mobile
      3. 14.06.2012,
        14:09
        mulyadi
        Indonesia akan maju kalau semua warganya berkesempatan memperoleh pendidikan yg sama.Ini bisa terealisasi jika biaya pendidikan terjangkau.
      4. 14.06.2012,
        12:49
        widigdo Sumarno
        UUD 45, negara wajib u Mencerdaskan kehidupan anak bangsa, implisit by pendidikan hrs terjangkau / Murah u rakyat.