Jumat, 31 Juli 2015 | 12:06:12

Jumat, 15 Juni 2012 , 04:32:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA -Para narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Cipinang, Jakarta Timur kemarin sore mengamuk. Mereka menyerang para sipir diduga gara-gara ketatnya pemeriksaan barang kiriman yang masuk.

Akibat insiden tersebut sedikitnya empat orang sipir Lapas Cipinang babak belur. Mereka adalah Sungkono Bayu Aji, Herman, Subandriyono, dan Prasuta. Para sipir lalu melaporkan pengeroyokan itu ke Mapolsektro Jatienegara.

Saat ditemui wartawan di Mapolsektro Jatinegara, Bayu mengungkapkan, keributan bermula saat petugas memeriksa paket kardus berisi obat herbal, satu kantong plastik, dan dua amplop warna cokelat. Paket itu dibawa seorang kurir yang dialamatkan kepada La Ode Afid alias Adit al Hafiz, narapidana kasus terorisme yang terlibat pelatihan kamp militer di Gunung Jalin Jantho, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) 2010 lalu.

Diduga tidak terima dengan pemeriksaan paket yang dilakukan sipir, La Ode, terpidana delapan tahun penjara atas kasus terorisme itu berang. Semula terjadi perdebatan antara petugas sipir yang memeriksa paket dan La Ode. Dari perdebatan mulut berlanjut ke baku hantam. "Rekan saya memeriksa paket itu, tapi La Ode malah mencaci maki kami," kata Bayu di Mapolsektro Jatinegara.

Keributan tersebut terjadi di ruang besuk Lapas Cipinang. Kala itu Bayu Aji mencoba melerai. Percekcokan La Ode dengan petugas sipir itu memancing kedatangan napi yang lain. Sialnya saat Bayu mendekat, La Ode memukul dirinya di bagian kening. Bayu mengaku mencoba mundur untuk menyelamatkan diri.

Namun dia tertahan oleh sejumlah napi lain yang lalu  mengeroyoknya. Karena melihat Bayu dikeroyok, sejumlah sipir lainnya Herman, Subandriyono, dan Prasuta membantu. Para petugas balik menyerang para tahanan untuk melepaskan Bayu.

Adu pukul antarakelompok sipir dan narapidana semakin memanas. Hingga akhirnya, kericuhan berhenti saat puluhan sipir lain berdatangan. Atas serangan para napi, Bayu terluka memar di bagian kepala dan kening. "Saya hanya menangkis pukulan dan tendangan. Saya tidak bisa menghindari pukulan mereka," kata Bayu. Korban lainnya, Subandriyono, 31, menuturkan sebelum kejadian La Ode sempat berteriak kepada para sipir agar tidak memeriksa barang kirimannya.
 
Padahal menurutnya, setiap barang yang masuk ke Lapas prosedurnya memang harus diperiksa secara ketat. "Woi lu petugas, gue gak takut sama lu. Sini lu kalo berani," kata Subandriyono menirukan teriakan La Ode.

Teriakan pelaku itulah yang memicu keributan. "Saya juga luka di bagian tangan dan kepala. Kami datang untuk melerai keributan tapi malah ikut kena pukul," katanya di Mapolsektro Jatinegara. Menurutnya, La Ode adalah anggota teroris Aceh yang tertangkap di Jakarta pada pertengahan 2010 lalu.

Para korban pengeroyokan setelah diperiksa polisi juga  menjalani visum sebagai alat bukti tindak kekerasan para napi. Kapolsektro Jatinegara, Komisaris Dewoto, mengatakan pihaknya masih mendalami atas laporan tindak kekerasan para napi itu.
 
Sementara Kepala LP Cipinang Endang Sudirman saat dikonfirmasi mengakui ada peristiwa keributan dan adu pukul antara sipir dan tahanan kasus terorisme di dalam Lapas Cipinang. Namun Endang enggan menjelaskan insiden itu lebih lanjut.
 
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum dan HAM DKI Jakarta, Irsyad Bustaman mengatakan pihaknya langsung menginvestigasi kasus tersebut. "Kami akan menindak pelaku penyerangan sesuai hukum pidana," kata Irsyad.

Untuk memastikan apakah pelaku pemukulan para sipir adalah tahanan terorisme, Irsyad akan mengecek ulang . "Kami harus hati-hati menyatakan keterangan ini sebab jika salah akan terjadi gejolak. Saya minta sabar, karena saya akan cek ulang lagi ke lapangan," tandasnya. (dni)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 22.01.2013,
          15:53
          kholid.fernando
          memang para sipir2 manusia yg menyerupai binatang