Selasa, 23 September 2014 | 09:21:16
Home / Ekonomi / Makro / Harga BBM Tak Naik, Tambahan Defisit Rp30 Triliun

Selasa, 19 Juni 2012 , 14:17:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis memperkirakan APBN mengalami tambahan defisit pada tahun ini sebesar Rp20 triliun hingga Rp30 triliun akibat tidak adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

"Sekarang wacana di pemerintah mulai mengajukan APBN baru (APBNP jilid 2) karena perhitungan saya defisit akan nambah sekitar Rp20 hingga Rp30 triliun dengan tidak adanya kenaikan harga BBM subsidi," kata Harry Azhar Azis kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/6).

Menurutnya, adanya klausa kenaikan BBM subsidi baru dapat dilakukan jika harga rata-rata enam bulan sebesar USD120,75 per barrel, menyebabkan pemerintah tidak dapat menaikan harga BBM, sementara harga minyak sudah berada di atas asumsi APBNP.

Harry menambahkan, permasalahan subsidi energi cenderung lebih menjadi masalah politik dibandingkan dengan persoalan ekonomi.  "Yang diuntungkan ini siapa, kalau dari sisi pengusaha kenaikan subsidi BBM dan listrik akan merugikan pengusaha maka mereka akan menekan belanja atau PHK. Namun, melihat kondisi ini pemerintah tidak pernah melakukan skenario apapun,"tandasnya.

Seperti diketahui harga rata-rata minyak mentah Indonesia berdasarkan perhitungan Formula Indonesia Crude Price (ICP) bulan Mei 2012 mencapai USD113,76 per barel atau turun USD10,88 per barel dari USD124,63 per barel pada bulan April 2012. Dengan harga ICP rata-rata 6 bulan baru mencapai USD119,35 per barel.(naa/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 19.06.2012,
        21:14
        dihas
        sring ngliat bbm subsidi dpake foya2,,jln2 ngebut2 gaya2an..mobil mewah pada ngisi premium..mending yg dsubsidi itu sembakonya kyk cita2 dulu pas reformasi... From mobile
      2. 19.06.2012,
        16:47
        arief
        di indonesia kan sdh bnyak d explorasi BBMnya, kq msih mau memiskinkan bangsa ini sich,,!!!!