Sabtu, 29 November 2014 | 14:20:19
Home / Lifestyle / Teh Tingkatkan Resiko Kanker Prostat

Selasa, 19 Juni 2012 , 22:08:00

BERITA TERKAIT

GLASGOW - Sejak dulu teh dipercaya banyak memiliki khasiat menjaga kesehatan bagi para peminumnya. Tapi tahukah anda jika meminum teh bagi pria dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kanker prostat?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Glasgow University, Skotlandia  menyebutkan bahwa pria yang mengkonsumsi teh lebih banyak memiliki peluang terkena kanker prostat lebih tinggi dari mereka yang mengkonsumsinya dalam jumlah yang lebih kecil atau tidak sama sekali.

Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari enam ribu sukarelawan sejak 1970 lalu. Para responden ini berusia diantara 21 hingga 75 tahun yang ditanyai mengenai kebiasaan mereka meminum teh, kopi, minuman beralkohol dan rokok. Dimana dari total responden sekitar seperempat diantaranya yang meminum teh.

Hasilnya mereka yang meminum lebih dari tujuh gelas teh dalam satu hari 50 persen lebih beresiko terkena kangker prostate dari mereka yang mengkonsumsi kurang dari tujuh gelas atau tidak sama sekali.

‘’Sebagian besar penelitian terdahulu menunjukkan tidak ada hubungan antara kanker prostat dengan (mengkonsumsi) teh hitam atau sejumlah efek pencegahan dari teh  hijau,’’ ujar  Dr Kashif Shafique peneliti dari Institute of Health and Wellbeing, Glasgow University seperti dikutip halaman BBC, Selasa (19/6).

"Namun demikian kami melakukan pengukuran untuk perbedaan ini dalam penelitian kami dan kami tetap menemukan bahwa pria yang meminum lebih banyak teh akan ber resiko terkena kanker prostat lebih besar,’’ imbuhnya.

Tapi tidak semua orang terpengaruh dengan hasil penelitian ini. Pasalnya di sejumlah negara di dunia, minum teh banyak dijadikan bagian dari terapi penyembuhan penyakit tertentu termasuk kanker prostat.

Chris Garner, misalnya. Pria asal Eidinburg, ini oleh dokter didiagnosa mengidap kangker prostat sejak 10 tahun lalu. Kemudian ia merasa lebih baik setelah mengikuti program diet sehat dengan mengkonsumsi teh hijau. Karena itulah ia mengaku tidak akan berhenti minum teh meski hasil penelitian tersebut berlawanan dengan apa yang dijalaninya.

‘’Seperti biasa anda mendapatkan bukti di satu sisi dan bukti lainnya di sisi berbeda dan anda berada di tengah-tengah upaya utuk menentukan siapakah yang benar tapi saya akan berkata, saya tidak merasa teh tidak beresiko tinggi jika anda mengkonsumsinya untuk diet, gaya hidup dan lainnya,’’ ujarnya dalam situs yang sama.(zul/jpnn)


Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar