Jumat, 25 Juli 2014 | 00:06:49
Home / Olahraga / Piala Eropa 2012 / Bukti Kejayaan Sepakbola Ukraina

Jumat, 22 Juni 2012 , 21:52:00

Monumen untuk memperingati empat pemain Dynamo Kiev yang dibunuh Nazi karena menang dalam laga Deadly Match dengan Jerman. Dalam monumen tersebut terdapat kata-kata dalam bahasa Ukraina yang berarti:
Monumen untuk memperingati empat pemain Dynamo Kiev yang dibunuh Nazi karena menang dalam laga Deadly Match dengan Jerman. Dalam monumen tersebut terdapat kata-kata dalam bahasa Ukraina yang berarti: ""Mereka mati karena bertanding sepakbola. Tapi kehormatan mereka tak akan pernah mati. Orang-orang pemberani itu akan tetap menjadi pahlawan."". Foto: Agung Putu Iskandar/Jawa Pos
BERITA TERKAIT

Dynamo Kiev adalah kebanggaan Ukraina. Sedangkan kebanggaan Dynamo Kiev adalah Stadion Dynamo Valeriy Lobanovskyi. Lobanovskyi, mantan pemain sekaligus pelatih klub paling moncer se-Ukraina itu, meletakkan dasar-dasar sepakbola modern pada diri klub ibukota tersebut sejak era Uni Sovyet.
     
Dynamo Kiev merupakan bagian dari sejarah panjang sepakbola Ukraina dan Uni Sovyet. Saat masih berada di bawah kekuasaan republik komunis itu, Ukraina merupakan salah satu wilayah yang paling banyak menyumbang talenta-telanta cemerlang sepakbola. Dynamo Kiev menjadi klub papan atas liga sepakbola Uni Sovyet dan berlanjut hingga Liga Premier Ukraina setelah komunis runtuh pada 1991.
     
Salah satu tokoh yang selalu diingat publik Kiev adalah Valeriy Lobanovskyi. Bahkan Andriy Shevchenko yang kini menjadi pujaan penggila bola se-Ukraina pun masih kalah pamornya. Lobanovskyi adalah pelatih pertama yang pada 1975 mempersembahkan piala Eropa bergengsi saat itu, Cup Winner"s Cup. Gelar yang sama diulang kembali oleh pelatih yang dikenal superkeras itu pada 1986.
     
Dia juga membawa klub Dynamo mendominasi sepakbola Uni Sovyet dengan delapan gelar liga Sovyet, enam piala Sovyet, dan tiga piala super Sovyet. Di masa Ukraina menjadi negara mandiri, Lobanovskyi masih pelatih utama klub. Dia mempersembahkan lima gelar Liga Primer Ukraina dan tiga Piala Ukraina. "Lobanovskyi lebih dari sekadar pemain dan pelatih. Dia juga lebih dari sekadar seorang legend," kata manajer Dynamo Kiev fans club Kirill Boyco yang menemani Jawa Pos berkeliling stadion legendaris tersebut.
     
Untuk mengenang jasa Lobanovskyi, Stadion Dynamo yang dibangun pada 1936 diubah namanya menjadi Stadion Dynamo Valeriy Lobanovskyi pada 2002, hanya berselang sehari setelah sang maestro meninggal. Di salah satu sudut stadion dibangun Museum Lobanovskyi. Pada sekeliling stadion pun dibangun patung dan foto-foto pelatih yang melahirkan banyak superstar sepakbola seperti duet maut Serhiy Rebrov-Andriy Shevchenko dan Oleg Blokhin yang kini menjadi pelatih timnas Ukraina itu.
     
Stadion tersebut terletak di tengah kota Kiev. Hanya beberapa meter dari jantung utama Kiev di Jalan Khreschatyk. Dari Fan Zone Euro 2012 di jalan utama tengah kota, berjalan dua kilometer ke arah timur. Jalanan yang ramah bagi pejalan kaki membuat banyak turis atau suporter yang memilih berjalan rame-rame daripada naik taksi.
     
Gerbang utama stadion bergaya klasik dengan delapan pasang pilar menopang atapnya. Tepat di sisi kanan gerbang terdapat fan shop yang menyediakan berbagai souvenir khas klub. Begitu memasuki gerbang, tiang-tiang lampu stadion sudah bisa terlihat jelas.
     
Stadion Lobanovskyi sejatinya tidak terlalu besar. Bahkan cenderung sempit untuk ukuran klub internasional selevel Eropa. Kapasitanya hanya 16 ribu penonton. Tidak jauh berbeda dengan stadion sebagian besar klub-klub di Liga Indonesia. Bedanya, stadion mungil itu terawat. Tribun juga dilengkapi seat yang membuat suporter betah di stadion.
     
Karena itulah, selama dua tahun ini Dynamo Kiev lebih cenderung menggunakan stadion Olympic daripada Lobanovsky. Konon kabarnya arena tersebut bakal ditingkatkan kapasitasnya hingga 30 ribu. Atap juga bakal dipasang di bangku VIP. Stadion tersebut kini dimanfaatkan sebagai kantor manajemen Dynamo Kiev, kantor Dynamo Fans Club, dan Museum Lobanovsky. Selain itu, terdapat pusat kebugaran yang beranggotakan orang-orang elit di kota.
     
Klub sekota Dynamo, Arsenal Kiev, sekarang yang justru rutin menggunakannya sebagai kandang home. Arsenal merupakan salah satu klub Ukraina yang berlaga di divisi yang sama dengan Dynamo. "Aduh, tidak usah bicarakan klub itu. Mereka cuma klub kecil," kata Boyco lantas tertawa renyah. (aga)
     
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar