SMAN 5 Palangka Raya Diduga Rekayasa Kelulusan Calon Siswa

SMAN 5 Palangka Raya Diduga Rekayasa Kelulusan Calon Siswa
SMAN 5 Palangka Raya Diduga Rekayasa Kelulusan Calon Siswa
PALANGKA RAYA – Koordinator Bidang Akademik Penerimaan Peserta Didik Baru (P2DB) SMAN 5 Palangka Raya, Aldiarto Gandrung mengungkapkan terjadi praktik rakayasa dalam meluluskan calon siswa baru di sekolah favorit di Kalimantan Tengah itu.

Aldiarto menyebut ada perubahan besar-besaran pada rekapitulasi hasil tes akademik. Dia mencatat ada 24 siswa yang tes akademiknya lulus, tetapi dinyatakan tidak lulus. Kemudian ada 26 siswa yang semestinya tidak lulus, tetapi ternyata dinyatakan lulus.

“Hasil tes itu berubah. Mereka yang seharusnya lulus tiba-tiba tidak lulus. Padahal banyak berasal dari daerah yang dengan susah-payah mengikuti tes di Palangka Raya untuk masuk SMA Plus yang katanya terbaik,” tutur Aldiarto kepada Kalteng Pos (JPNN Grup).

Aldiarto menjelaskan, penilaian kelulusan didasarkan pada nilai Ujian Nasional (UN) dan nilai Tes Potensi Akademik (TPA). Rinciannya, nilai UN 40 persen dan nilai TPA 60 persen. Dari penjumlahan nilai UN dan TPA itu kemudian diranking untuk diambil 136 peserta. Nama di ranking 1 sampai 136 itulah yang berhak masuk sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ini.

PALANGKA RAYA – Koordinator Bidang Akademik Penerimaan Peserta Didik Baru (P2DB) SMAN 5 Palangka Raya, Aldiarto Gandrung mengungkapkan terjadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News