Rabu, 22 Oktober 2014 | 02:59:34
Home / Nasional / Sosial / Mendagri Setuju E-KTP Berlaku Seumur Hidup

Sabtu, 30 Juni 2012 , 03:22:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Gagasan Komisi II DPR agar agar Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) berlaku seumur hidup, disambut Mendagri Gamawan Fauzi. Jadi, warga nantinya tidak perlu repot-repot mengurus e-KTP setiap lima tahun sekali.

Gamawan sendiri mengaku heran, mengapa di UU Nomor 23/2006 diatur masa berlaku e-KTP hanya lima tahun. Padahal, lanjutnya, lebih hemat jika e-KTP berlaku seumur hidup. Kalau toh ada perubahan identitas, seperti pindah domisili, warga yang bersangkutan bisa mengurus perubahan itu setiap saat.

"Namanya ID card. Kalau ID card ya seumur hidup kartu ini. Dulu lima tahun saya tidak tahu backgroundnya apa. Sekarang dengan elektronik ini (e-KTP, red), anytime orang bisa mengubah kartunya kalau diperlukan.  Misal berubah status, berubah tempat tinggal, pindah domisili dan sebagainya. Ini bisa kapan saja dilakukan," ujar Gamawan Fauzi.

Sebelumnya, dalam rapat kerja Komisi II DPR dengan Mendagri Rabu malam (27/6), anggota Komisi II DPR Nurul Arifin mengusulkan, e-KTP dengan basis data iris dan finger print harus bisa berlaku seumur hidup.

Menurut Nurul, ada keuntungan lain jika e-KTP nanti diberlakukan seumur hidup. Dari segi anggaran, akan terjadi penghematan yang luar biasa. Jumlah penduduk wajib KTP saat ini adalah 172 juta. Jika dikalikan harga lisensi AFIS Rp 4.586 per KTP, total anggaran mencapai Rp 788.792.000.000. Dengan e-KTP seumur hidup, pemerintah tidak perlu menganggarkan dana sebesar itu lagi.

Namun, lanjut Nurul, saat ini ada kendala regulasi. Ketentuan UU No. 23/2006 pasal 64 ayat (4) huruf (a) menyatakan bahwa masa berlaku KTP hanya lima tahun dan pasal 63 ayat (5) mewajibkan warga memperpanjang KTP jika masa berlakunya sudah berakhir. Kecuali, yang berumur 60 tahun diberi KTP seumur hidup sebagaimana pasal 64 ayat (5). Dia menantang Gamawan untuk berani bersama DPR mengubah bunyi pasal itu.

Gamawan sendiri menyatakan siap. Dia katakan, pihaknya segera melakukan pendalaman atas usulan Komisi II DPR itu.  Jika sudah mantab, barulah mulai memikirkan revisi UU Nomor 23/2006.  Revisi pun hanya terkait dengan pasal yang mengatur masa berlakunya e-KTP.

"Mungkin akan kita revisi, mungkin dua, tiga, empat, pasal saja, tapi itu meringankan beban pemerintah, ringankan beban rakyat. Ini sudah kita tanggapi dan kita janji untuk kita bahas itu," ulasnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Gamawan juga menjelaskan masalah jika ada warga yang kehilangan e-KTP. Secara yuridis, katanya, memang perlu lapor dulu ke polisi. Hanya saja, secara teknis, pembuatan ulang fisik e-KTP bagi warga yang kehilangan e-KTP-nya itu cukup gampang. Pasalnya, data perekaman sudah masuk data base.

Pencetakan ulang pun, kata Gamawan, tidak mesti di daerah domisili seperti yang tercantum di e-KTP.  "Misal punya saya hilang di Cianjur, datang ke Jakarta, keluar status kita, cetak itu. Datang saja, rekam, keluar, cetak. Cuma memang untuk  kepastian harus ada surat keterangan kehilangan dari polisi," urainya. (sam/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        02:34
        nice penalty removal
        TGunxE Thank you ever so for you article. Really Great. From mobile
      2. 07.04.2014,
        12:05
        check this out now
        1qYn6x I truly appreciate this article.Really thank you! Cool. From mobile
      3. 04.02.2014,
        14:33
        carina
        e-KTP saya juga kemarin hilang, minta e-ktp baru tidak bisa, malah di suruh nunggu masa berlaku ktp sekarang habis. gimana ceritanya coba?
      4. 10.11.2013,
        16:15
        Fito
        proyek pemerintah ga pernah jelas. Masa ga ada desain planning dan antisipasi tuntuk masalah KTP ilang. Ilang juga lah duit rakyat
      5. 10.07.2013,
        00:29
        fidel apriyudi
        Saya kemarin juga kehilangan E-KTP, udah bawa surat kehilangan dari kepolisian tetap aja tidak bisa cetak lagi,cma bisa ktp nasional yg lama
      6. 13.05.2013,
        13:00
        girinaldi
        e-ktp / ktp nasional giri belum jadi... harus lapor kemana ya... giri sudah lapor ke rt, lurah, gubernur... tetap aja tidak jadi
      7. 06.03.2013,
        12:55
        Stephanie
        Saya sama dengan Dwi SoLo Tea, e-KTP hilang, sudah diurus tapi katanya harus nunggu program berikutnya. Katanya tinggal cetak, tapi ga bisa.
      8. 03.03.2013,
        12:53
        Dwi SoLo Tea
        E-Ktp punyaku hilang dalam perjalanan kecamatan tanjungsari s/d polsek cariu.
        Saya mau mengurus pembuatan E_ktp ke kecamatan setempat.
        Katanya suruh nunggu nanti 2014 ada lagi Program pembuatannya.
        Padahal bukankah data2 kita sudah terarsip.
        Kenapa harus nunggu setahun lagi.
        Capek dech... From mobile
      9. 04.09.2012,
        14:28
        Ieannoal
        saya sangat setuju E KTP Seumur hidup..Jadi E KTP tidak mencantumkan alamat hanya NIK
      10. 31.08.2012,
        09:36
        sapto
        mengapa banyak orang yg dikenakan denda saat rajia KTP, krn masa berlaku y sudah berakhir. Padahal sudah di beritahu jika KTP yg bersangkutan sedang dalam proses. Cuma proses pembuatan y saja yg terlalu lama. Bahkan sampai memakan waktu berbulan2. Jadi dimana letak kesalahannya. From mobile