Senin, 26 Januari 2015 | 09:18:51

Minggu, 01 Juli 2012 , 16:36:00

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengaku sangat yakin bahwa anak buahnya di jajaran Kementerian Agama (Kemenag) tidak ad yang terlibat kasus korupsi pengadaan Al Quran. Menurutnya, tudingan korupsi hanya isu yang dilemparkan oleh pihak tertentu untuk memisahkan pendidikan Islam dari Kemenag.

"Saya yakin tidak ada pejabat Kemenag yang terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran yang saat ini tengah hangat diperbincangkan. Tapi kami tentu siap jika dimintai keterangan atau diperika oleh KPK tentang kasus ini. Dari situ KPK bisa membuktikannya,"  ungkap Suryadharma di Jakarta, Minggu (1/7).

Menteri yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, sebenarnya bukan kali ini saja Kemenag dituding korupsi. Selain kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran, Kemenag juga tengah diserang dengan tuduhan  penyelewengan Dana Abadi Umat (DAU).

Kemenag dituding menyelewengkan DAU untuk pembiayaan perjalanan ibadah haji bagi  para ulama, pejabat, hingga wartawan peeliput ibadah haji di tanah suci. "Itu fitnah. Itu tidak benar. Saya tegaskan, tidak ada sepeser pun dana DAU digunakan untuk keperluan itu. Meskipun belum ada aturan yang melarang, tapi saya yakin sampai saat ini DAU masih aman," tandasnya.

Oleh karena itu, pria yang kerap disapa SDA ini meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu bahwa Kemenag korupsi. SDA berharap masyarakat mengikuti saja proses penyelidikan penggunaan dana DAU oleh KPK.

"Silahkan masyarakat mengikuti kabar dan informasi mengenai proses penyidikan yang dilakukan KPK. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengeluarkan aturan mengenai DAU tersebut," imbuhnya. (Cha/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar