Sabtu, 25 Mei 2013 | 01:30:01
Home / Dahlan Iskan / Mayat Itu Berjalan Lagi Bukan sebagai Kuntilanak

Senin, 02 Juli 2012 , 01:10:00

RELATED NEWS

APA kabar PT Kertas Leces (Persero)? Yang sudah lebih dari dua tahun mati suri? Yang selama itu nasib karyawannya tidak menentu? Yang diyakini tidak akan bisa hidup lagi kalau tidak digerojok uang negara Rp 200 miliar?
 
Sejak dua minggu lalu pabrik kertas yang sangat besar yang berlokasi di selatan Probolinggo ini mulai siuman. Tanda-tanda kehidupan sudah mulai kelihatan. Suara mesin sudah kembali menderu.
 
Leces hidup lagi!
 
Bukan sebagai mayat berjalan, tapi sebagai pasien yang sudah bisa dipaksa berjalan.
 
Semula negara sudah setuju kembali menggerojokkan Rp 200 miliar ke Leces. Tapi, ketika saya diangkat menjadi menteri BUMN, rencana penggerojokan itu saya minta ditunda. Saya ingin melihat dulu apakah benar persoalan pokoknya pada modal. Apakah bukan pada manajemen. Ini harus saya pelajari dulu agar negara tidak mudah begitu saja menggerojokkan dana ratusan miliar rupiah.

Belum tentu dengan dana tersebut pabrik kertas, atau bisnis apa pun yang lagi kesulitan, bisa diselamatkan. Kadang satu manajemen memiliki kecenderungan mencari jalan yang paling mudah. Alasan ketidakcukupan modal adalah kambing hitam yang sangat lezat disate dan disuguhkan. Tapi, dari pengalaman saya, belum tentu akar masalahnya ada di modal. Sering kali pokok persoalannya terjadi di manajemen itu sendiri.
 
Memang banyak yang sewot ketika saya menyetop pengucuran dana itu. Untuk apa distop? Kan sudah disetujui? Tinggal dicairkan? Kok bodoh amat diberi uang ratusan miliar rupiah tidak segera ditangkap?
 
Tentu saya tidak akan tergoyahkan dengan penilaian seperti itu. Kalau memang ada jaminan dengan pencairan dana tersebut Leces pasti hidup, saya pun akan langsung setuju. Masalahnya, jaminan pasti hidup itu yang tidak ada.

Terbukti gerojokan uang ratusan miliar rupiah pada tahun-tahun yang lalu juga tidak berhasil menghidupkan Leces. Uang itu habis lagi dan habis lagi. Dan kecenderungannya akan minta lagi dan minta lagi.

Untuk Leces, saya melihat persoalan pokok di manajemen. Itu bisa saya rasakan ketika saya bermalam di kompleks pabrik kertas Leces pada malam Idul Adha lalu. Saya melihat manajemen sudah betul membangun boiler baru berbahan bakar batu bara. Itu akan membuat biaya energi Leces jauh lebih murah. Saya salut dengan pemikiran dan langkah itu.

Tapi, untuk menghidupkan Leces tidak cukup hanya dengan satu langkah. Dia membutuhkan puluhan, bahkan ratusan terobosan. Itulah sebabnya diperlukan manajemen yang lebih kuat.

Tidak gampang menemukan tim manajemen yang tangguh. Apalagi, untuk "dijerumuskan" ke dalam perusahaan yang sedang pingsan. Tim manajemen yang kuat tentu ingin masuk ke perusahaan yang besar dan bagus.

Leces rupanya masih bernasib baik. Seseorang yang bernama Budi Kusmarwoto mau dijebloskan ke situ. Pengalamannya yang panjang saat menjadi direktur anak perusahaan PLN (PT PLN Engineering) memudahkan dia menganalisis kondisi Leces.

Orangnya juga tidak egois. Ketika diminta membentuk dream team untuk manajemen Leces, Budi tidak serta merta mengajak rombongan dari luar masuk ke Leces. Budi memilih orang-orang dalam untuk menjadi timnya.

Sebagai mantan Dirut PLN tentu saya mengenal Budi dengan baik. Antusiasmenya meledak-ledak. Gairah kerjanya tidak pernah padam. Kecintaannya kepada pekerjaan membuat moto hidupnya hanya kerja, kerja, kerja! Antusiasme itu yang juga terlihat menular ke seluruh tim Leces sekarang ini.
 
Sebagaimana saya, Budi juga berpandangan ini: untuk menghidupkan Leces tidak perlu gerojokan dana dari kas negara. Kini Leces hidup lagi tanpa mendapat modal baru satu rupiah pun. Kalau kelak Leces berhasil maju kembali, seluruh karyawannya tentu akan sangat bangga: bisa maju tanpa modal! Karyawan bisa menunjukkan bahwa tambahan modal bukan segala-galanya!
 
Tentu, karena sudah telanjur disetujui, Budi tetap berharap agar dana Rp 200 miliar itu bisa cair. Bukan lagi untuk modal, tapi untuk membayar utang lama. Pada masa lalu, Leces meninggalkan utang hampir Rp 1 triliun. Manajemen Leces berhasil melakukan negosiasi: kalau Leces mau bayar Rp 150 miliar, utang hampir Rp 1 triliun itu dianggap lunas.
 
Utang yang sudah berumur lebih dari 10 tahun itu harus dibayar. Kalau tidak, utang itu akan memusingkan manajemen baru yang sedang dituntut untuk maju."
 
Budi juga berencana menggunakan dana sisanya untuk membangun hutan tanaman industri. Untuk mencukupi bahan baku Leces di masa depan. Tentu saya setuju dengan dua rencana itu: bayar utang dan hutan tanaman industri.
 
Persoalannya, belum tentu anggaran yang sudah disetujui untuk modal bisa dialihkan untuk membayar utang. Di sinilah BUMN akan selalu kalah lincah dengan swasta.
 
Apa pun kasus menghidupkan kembali Leces ala Budi akan menjadi perhatian saya. Maksud saya, perusahaan seperti galangan kapal IKI Makassar yang juga sudah lama mati bisa hidup kembali dengan cara yang sama. Demikian juga, pabrik PT Iglas yang lagi dalam kesulitan.
 
Kelak, kalau Leces sudah sehat, harus segera di-go public-kan. Industri kertas tidak lagi menempati posisi strategis bagi negara. Tidak selayaknya lagi negara terus menggerojokkan dana untuk industri seperti Leces. Semakin banyak modal publik masuk ke dalamnya akan semakin baik.
 
Leces memang belum teruji akan menjadi perusahaan yang pasti akan hidup sehat. Masih harus dilihat dalam satu periode tertentu.
 
Tapi, setidaknya Leces kini sudah kembali berjalan: bukan sebagai kuntilanak, tapi sebagai badan yang sudah lengkap dengan rohnya. Roh antusias dan roh penuh kiat! (*)


  Dahlan Iskan
 Menteri BUMN
 
 
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
    1. 19.07.2012,
      09:02
      widigdo Sumarno
      salah satu Inovator dan Motivator Bisnis Indonesia . Sy Angkat 2 Jempol Pak .
    2. 11.07.2012,
      21:35
      Angelia
      Kandidat RI-1, rakyat bisa melihat Pak
    3. 08.07.2012,
      19:30
      Banniardy Irfa'i
      Pak Dahlan adalah sosok yg perlu diteladani, saya berharap beliau tetap dipertahankan sbg Menteri BUMN, insya Allah BUMN akan maju
    4. 08.07.2012,
      15:44
      anonim
      pak dahlan nda pny pikiran buat bangun industri bumn yg memproduksi mineral langka di Indonesia kah? From mobile
    5. 08.07.2012,
      13:33
      rahmat
      untuk pak d.i. mhn segera dilahirkan penerus-penerus anda...agar negara ini tdk tergantung terus dgn kerja bpk.a.s.a.p..please sir.......
    6. 07.07.2012,
      19:38
      muhsin
      kalo melihat pa DI ini, nasinalsme tumbuh lg di dalam dadaku..
    7. 07.07.2012,
      08:13
      Saog penagih keadilan
      Bang dahlan mg panjang umur dan sehat selalu ya, perjuangan bpk membangun indonesia patut di banggakan, From mobile
    8. 07.07.2012,
      07:38
      hapri
      semoga PT LECES bisa jaya lagi seperti waktu saya kesana sekitar 40 tahun yang lalu dan tentunya lebih baik lagi karena tehnologi semakin canggi
    9. 06.07.2012,
      08:08
      Handono
      Membangun Kohesi Semangat Bersama. TOP Pak Dahlan-sy doakan sehat sll. PT LECES ayo semangat
    10. 05.07.2012,
      17:23
      Asep Sofyar R.
      Memang untuk mencari org sprti bpk sulit,lihat Jawa Pos d pimpn olh bpk sukses.Pabrik ini klau mau hidup ikuti bpk ini.Jangan2 A,I,U,E
    11. 05.07.2012,
      09:52
      terune langko
      jayalah industri indonesiaku From mobile
    12. 04.07.2012,
      16:19
      r.heriyanto bernadhi
      ingat jaman kecil dulu sekolah selalu menggunakan buku tulis LECES... AYO LECES kamu harus bangkit!!!
    13. 04.07.2012,
      10:03
      untung bachtiar
      Lanjutkan pak DI... Ayo kita kerja, kerja, kerja Demi Indonesia
    14. 03.07.2012,
      20:53
      Volta
      BAGUS! From mobile
    15. 03.07.2012,
      13:37
      tomien
      bekerja dg ikhlas, cerdas,penuh kiat,jujur,sederhana, mudah dipahami, apa adanya, itu yg dibutuhkan Indonesia. Hidup DI! Lanjutkan Pak De!!!!
    16. 03.07.2012,
      13:22
      zain al abidin
      lanjutkan pak, sampai RI 1 From mobile
    17. 03.07.2012,
      09:40
      Adi Kuncoro
      BRAVO Bp. Dahlan Iskan, salut buat pemikirannya...n maju..maju...dan terus maju untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari keterpurukan ekonomi...Semoga apa yg sudah menjadi niat baik Bp. Dahlan selalu diridloi dan di amini oleh Allah SWT...Amiiinnnn
    18. 03.07.2012,
      08:43
      Muhammad wardi
      Bpk adalah orang pilihan yang diturunkan oleh Allah disaat negara kita sedang dihimpit kesulitan!!!! maju terus Pak Dahlan!!! Rakyat selalu berada di belakangmu!!!!
    19. 03.07.2012,
      08:31
      Satrio Lelono
      Salut buat pak Budi Kusmarwoto yang bersedia dijebloskan/dijerumuskan pak DI ke PT. Smg Tuhan membimbing pak Budi sukses menyelamatkan PTKL.
    20. 03.07.2012,
      08:09
      bambangelosriwahyu
      Semoga sifat ratu adil ada pada hati pak dahlan...rakyat sangat mengharapkan dedikasi bapak...dan gak rela kalau bapak masuk lingkup kepartaan...Pak dahlan motivasi semua rakyat... From mobile
    21. 02.07.2012,
      18:51
      freebili
      buat pak DI jangan bosan-bosan menulis utk membuka wawasan bagi kita semua
    22. 02.07.2012,
      13:36
      mochtar
      asem tenan!!!, cara pandang makro klo dibahasakan oleh DI kok.....dahlan banget....dan gampang dibaca. Ups kalimat terakhir kereeeennnn......
    23. 02.07.2012,
      09:57
      aan
      Hidup pak dahlan maju trus. pantang mundur
    24. 02.07.2012,
      09:48
      albynews
      ya hendaknya kita tiru kerja keras beliau, dan selalu optimistis.
    25. 02.07.2012,
      08:41
      evan C H
      Masya Allah, trimakasih ya Tuhan, engkau telah anugerahkan pemimpin yang amanah, fathonah, tabligh dan siddiq. Smoga Allah memberkahi DI dan kita smua, amien From mobile
    26. 02.07.2012,
      08:39
      Muh. Arifin
      Menyelesaikan masalah memang harus mengetahui akar permslhn, baru dokter bisa mendiagnoksa, Pak DIS memang Dokter nya Mananejen Indonesia.Mantap!
    27. 02.07.2012,
      08:35
      elok
      inamal a'malu binniyat....,
      smoga karyawan dan manajemen PT Kertas Leces (Persero) bisa menyatukan visi, misi dan smangat tuk bangkit
    28. 02.07.2012,
      08:19
      Abees
      DI for RI-1. Terus semangant
    29. 02.07.2012,
      08:16
      Dwi
      Semoga PT Kertas Leces bangkit dan dapat menyejahterakan karyawannya serta bermanfaat bagi rakyat khususnya probolinggo
    30. 02.07.2012,
      08:10
      Choiruman
      jk BUMN dklola dg smangat CERDAS,KERAS,IKHLAS spt ini,5thn dpn InsyaAllah mngalahkn BUMNnya singapor TAMASEK,mlysia HAZANAH,slmt mnuju RI1
    31. 02.07.2012,
      08:02
      daswir tanjung
      Usaha bapak Dis bersama Management PT Leces, sdh mulai ada hasil.motto kerja, kerja dan kerja terus digelorakan oleh bapak Budi bersama team slmt
    32. 02.07.2012,
      06:42
      Ahmad Halwani M
      Salut
    33. 02.07.2012,
      06:36
      burung dara
      setuju pak.. trus bekerja3..
      Sama seperti Merpati, Dana ratusan miliyar jgn di biarkan melayang, dihamburkan diudara, dgn sia-sia.
      Hrs dpahami smua uang grojokan itu milik rakyat. From mobile
    34. 02.07.2012,
      06:05
      lonoak
      Wah, semakin seru saja. Beravo pak Menteri!
    35. 02.07.2012,
      03:14
      rustee
      HIDUPPPP LECESSS!!!!!!
    36. 02.07.2012,
      03:13
      arios,riau
      cocok tu, memang seringkaliuang yg dipinjamkan susah bahkan sering tdk dikembalikan oleh instansi tertentu.good job pak DIS
    37. 02.07.2012,
      03:08
      caderkeren
      Wahhhh mantab ne hidup leces..semoga makin kesurupan antusias dan roh roh baik lainnya From mobile
    38. 02.07.2012,
      02:23
      Shaun the sheep
      Uang bukan segalanya, keinginan kuat dan berfikir keras lebih utama From mobile
    39. 02.07.2012,
      02:12
      @ErickAntariksa
      Pengen kesurupan roh... Roh antusias dan roh penuh kiat! From mobile
    40. 02.07.2012,
      01:20
      andrianto
      Pertamax!!! Mantab banget pak. Truskan semangat kerja, kerja, kerja nya BUMN kita From mobile