Jumat, 18 April 2014 | 07:15:32
Home / Berita Daerah / Kalbar / Kembangkan Peternakan, Perbatasan "Diguyur" Rp3 M

Senin, 02 Juli 2012 , 11:11:00

RELATED NEWS

PONTIANAK - Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf Mustafa mengatkan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dana sebesar Rp3 miliar. Dana itu dimaksudkan untuk mengembangkan peternakan sapi yang diintegraasikan dengan perkebunan di kawasan paling luar Nusantara tersebut. Program ini juga akan melibatkan TNI.

Dikatakan, kerjasama Kementerian Pertanian-TNI tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan wilayah perbatasan melalui budidaya ternak. Tujuannya, sinergi antara Kementan dan TNI dalam meningkatkan produksi pangan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan ketahanan nasional secara umum.

“Jadi, nanti realisasinya Dinas Peternakan akan membimbing peternak dari segi teknis sedangkan TNI akan membantu pembinaan peternak,” jelas Manaf.

Ditabahkan,  dana sebesar Rp3 miliar yang akan dikucurkan itu dibagi menjadi 10 paket. Paket-paket tersebut akan dialokasikan di beberapa kabupaten di wilayah perbatasan Kalbar.

Namun, dari lima kabupaten perbatasan Kalbar, hanya tiga kabupaten yang memperoleh jatah tersebut yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang dan Sanggau. Untuk sementara, Sintang dan Kapuas Hulu belum memperoleh jatah. Mengapa demikian? “Untuk tahun 2013, kita ambil yang dekat dulu. Selanjutnya baru kabupaten yang jauh,” ujarnya.
 
Disamping pengembangan peternakan sapi, MoU antara Kementerian Pertanian dengan TNI pun mencakup upaya pengendalian penyakit menular hewan di bidang peternakan. “Juklaknya sekarang sedang disusun,” kata Manaf. Tak hanya itu, kerjasama juga akan dilaksanakan dalam hal pengawasan peredaran produk peternakan ilegal melalui perbatasan.
 
Khusus di Kalbar, masuknya produk-produk peternakan dari negeri jiran memang masih menjadi salah satu masalah yang urgen. Hal ini dikhawatirkan dapat menjadi celah masuknya penyakit-penyakit menular yang membahayakan sektor peternakan Kalbar. “Biasanya, yang masuk dari Malaysia itu telur, ayam dan babi,” ujar Manaf.(ron/fuz/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 02.07.2012,
        18:47
        yunti
        Rp 3m itu nanti sampe masyaraka perbatasan yg menerimanya tinggal berapa persen pak?