Jumat, 31 Oktober 2014 | 18:27:40
Home / Pendidikan / PGRI Dukung Ujian untuk Pemetaan Guru

Senin, 02 Juli 2012 , 19:23:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akan mendukung penuh terhadap rencana pemerintah untuk menggelar ujian bagi para guru yang bersertifikat, yang tujuannya untuk pemetaan guru. Ketua Pengurus Besar PGRI, Sulistyo mengatakan, melalui ujian tersebut juga sekaligus dapat untuk mengetahui kinerja dan kompetensi guru.

“Melalui  penilaian kinerja dan uji kompetensi guru dapat dirumuskan profil dan peta kinerja dan kompetensi.  Kondisi nyata itulah yang menjadi salah satu dasar peningkatan kompetensi guru,” ungkap Sulistyo di Jakarta, Senin (2/7).

Dengan adanya hasil penilaian kinerja dan uji kompetensi ini, lanjut Sulistyo, bisa dijadikan basis utama untuk menyusun program peningkatan kompetensi guru. ”Tinggi atau rendahnya kinerja guru dapat diketahui melalui penilaian kinerja guru,” ujarnya.

Dijelaskan, penilaian kinerja guru (teacher performance appraisal) merupakan salah satu langkah untuk merumuskan program peningkatan kompetensi guru secara efektif dan efisien.Hal ini sesuai dengan amanat yang tertuang pada Permenpan-RB Nomor 16 Tahun 2009.

“Penilaian kinerja ini bermanfaat bagi untuk mengetahui kondisi guru yang sebenarnya. Berdasarkan penilaian kinerja ini juga akan diketahui tentang kekuatan dan kelemahan yang guru-guru, sesuai dengan tugasnya masing-masing, baik guru kelas, guru bidang studi, maupun guru bimbingan konseling,” paparnya.

Di samping keharusan menjalani penilaian kinerja, terang Sulistyo, penilaian kinerja dan uji kompetensi guru esensinya berfokus pada keempat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru. Yaitu, kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi profesional.

“Maka itu, dalam waktu dekat PGRI juga akan merekomendasikan solusi yang cermat mengenai sisi positif atau negatif implementasi Permen PAN-RB Nomor  16 Tahun 2009, khususnya berkaitan dengan akses guru untuk naik jenjang jabatan fungsional/pangkat, kesulitan teknis evaluasi kinerja, serta dampak lainnya,” tuturnya. (cha/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 30.07.2012,
        13:01
        imam bukhori
        Jangan saling menghujat, guru, dokter, Polisi dll bahkan DPR pada prinsip baik, kalau jelek kan oknum. Apakah semua lembaga sdh stiril dari oknum? Kata kunci mari introspeksi diri kita masing masing trus berbenah diri sesuai peraturan yang berlaku. From mobile
      2. 15.07.2012,
        11:39
        ernawati
        Saya setuju diadakan ukg ,tapi bagaimana dgn saudara2 kita yang belum tahu komputer (gaptek)
      3. 09.07.2012,
        13:04
        agus
        saya setuju banget kalau bisa secepatnya ada ujian kopetensi guru. karena yg kopeten sekarang hanya guru honor.langsung uji di kelas.
      4. 09.07.2012,
        11:44
        paramida
        hei bpk2 jngn obok2 trs guru lihat tuh kl mau jd gru pns hrs bayar ratusan juta yg nyogok itu yg hrs ditindak , art mrk adalah kel orang2 gila
      5. 09.07.2012,
        09:21
        finlandia
        guru di indonesia banyak yang tidak berkualitas, tunjangan profesi bukan untuk menambah kualitas dan kompetitif dalam proses pembelajaran tapi untuk kompetitif dalam gaya hidup antar guru. From mobile
      6. 08.07.2012,
        21:48
        idub
        benar!setuju!pak..itu adalah upaya yang baik karena selama ini guru sudah tidak seperti 'guru' lagi..mereka sudah seperti org borjuis..the have..
      7. 08.07.2012,
        09:33
        Paulus S Tameu
        Penilaian kinerja guru lewat tes kompetensi online tidak valid dan efektif, masuk aja di kelas dan saksikan gurunya ngajar dan saat itu berikan penilaian.
      8. 08.07.2012,
        09:33
        Paulus S Tameu
        Penilaian kinerja guru lewat tes kompetensi online tidak valid dan efektif, masuk aja di kelas dan saksikan gurunya ngajar dan saat itu berikan penilaian.
      9. 07.07.2012,
        23:57
        Guru Umar Bakri
        Jaman pak Harto, Kami bisa tenang mengajar siswa, sejak sistem angka kredit dan sertifikasi banyak yg memngutamakan karier, mengajar dinomer2kan.
      10. 07.07.2012,
        21:50
        nasib guruku
        di sana-sisni guru dijadikan obyek penderita dg berbagai alasan...kasihan guruku