Jumat, 24 Mei 2013 | 06:18:19
Home / Pendidikan / PGRI Dukung Ujian untuk Pemetaan Guru

Senin, 02 Juli 2012 , 19:23:00

RELATED NEWS

JAKARTA - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) akan mendukung penuh terhadap rencana pemerintah untuk menggelar ujian bagi para guru yang bersertifikat, yang tujuannya untuk pemetaan guru. Ketua Pengurus Besar PGRI, Sulistyo mengatakan, melalui ujian tersebut juga sekaligus dapat untuk mengetahui kinerja dan kompetensi guru.

“Melalui  penilaian kinerja dan uji kompetensi guru dapat dirumuskan profil dan peta kinerja dan kompetensi.  Kondisi nyata itulah yang menjadi salah satu dasar peningkatan kompetensi guru,” ungkap Sulistyo di Jakarta, Senin (2/7).

Dengan adanya hasil penilaian kinerja dan uji kompetensi ini, lanjut Sulistyo, bisa dijadikan basis utama untuk menyusun program peningkatan kompetensi guru. ”Tinggi atau rendahnya kinerja guru dapat diketahui melalui penilaian kinerja guru,” ujarnya.

Dijelaskan, penilaian kinerja guru (teacher performance appraisal) merupakan salah satu langkah untuk merumuskan program peningkatan kompetensi guru secara efektif dan efisien.Hal ini sesuai dengan amanat yang tertuang pada Permenpan-RB Nomor 16 Tahun 2009.

“Penilaian kinerja ini bermanfaat bagi untuk mengetahui kondisi guru yang sebenarnya. Berdasarkan penilaian kinerja ini juga akan diketahui tentang kekuatan dan kelemahan yang guru-guru, sesuai dengan tugasnya masing-masing, baik guru kelas, guru bidang studi, maupun guru bimbingan konseling,” paparnya.

Di samping keharusan menjalani penilaian kinerja, terang Sulistyo, penilaian kinerja dan uji kompetensi guru esensinya berfokus pada keempat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru. Yaitu, kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi profesional.

“Maka itu, dalam waktu dekat PGRI juga akan merekomendasikan solusi yang cermat mengenai sisi positif atau negatif implementasi Permen PAN-RB Nomor  16 Tahun 2009, khususnya berkaitan dengan akses guru untuk naik jenjang jabatan fungsional/pangkat, kesulitan teknis evaluasi kinerja, serta dampak lainnya,” tuturnya. (cha/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
    1. 30.07.2012,
      13:01
      imam bukhori
      Jangan saling menghujat, guru, dokter, Polisi dll bahkan DPR pada prinsip baik, kalau jelek kan oknum. Apakah semua lembaga sdh stiril dari oknum? Kata kunci mari introspeksi diri kita masing masing trus berbenah diri sesuai peraturan yang berlaku. From mobile
    2. 15.07.2012,
      11:39
      ernawati
      Saya setuju diadakan ukg ,tapi bagaimana dgn saudara2 kita yang belum tahu komputer (gaptek)
    3. 09.07.2012,
      13:04
      agus
      saya setuju banget kalau bisa secepatnya ada ujian kopetensi guru. karena yg kopeten sekarang hanya guru honor.langsung uji di kelas.
    4. 09.07.2012,
      11:44
      paramida
      hei bpk2 jngn obok2 trs guru lihat tuh kl mau jd gru pns hrs bayar ratusan juta yg nyogok itu yg hrs ditindak , art mrk adalah kel orang2 gila
    5. 09.07.2012,
      09:21
      finlandia
      guru di indonesia banyak yang tidak berkualitas, tunjangan profesi bukan untuk menambah kualitas dan kompetitif dalam proses pembelajaran tapi untuk kompetitif dalam gaya hidup antar guru. From mobile
    6. 08.07.2012,
      21:48
      idub
      benar!setuju!pak..itu adalah upaya yang baik karena selama ini guru sudah tidak seperti 'guru' lagi..mereka sudah seperti org borjuis..the have..
    7. 08.07.2012,
      09:33
      Paulus S Tameu
      Penilaian kinerja guru lewat tes kompetensi online tidak valid dan efektif, masuk aja di kelas dan saksikan gurunya ngajar dan saat itu berikan penilaian.
    8. 08.07.2012,
      09:33
      Paulus S Tameu
      Penilaian kinerja guru lewat tes kompetensi online tidak valid dan efektif, masuk aja di kelas dan saksikan gurunya ngajar dan saat itu berikan penilaian.
    9. 07.07.2012,
      23:57
      Guru Umar Bakri
      Jaman pak Harto, Kami bisa tenang mengajar siswa, sejak sistem angka kredit dan sertifikasi banyak yg memngutamakan karier, mengajar dinomer2kan.
    10. 07.07.2012,
      21:50
      nasib guruku
      di sana-sisni guru dijadikan obyek penderita dg berbagai alasan...kasihan guruku
    11. 07.07.2012,
      12:28
      A, wibowo
      Guru secara pribadi terkait kinerja, penindaknya Kepsek/Dinasnya tanpa dipolitisir.Diobok obok profesinya hanya profesi Keguruan, aniaya jadinya.
    12. 05.07.2012,
      21:52
      Oyoh
      Setuju skl ujian untuk guru bersertifikasi.tapi sebaiknya lihat langsung kinerja guru trsbt.klau hnya teori mah........seperti UN ga dijamin bisa saja.........tong kosong nyaring bunyinya From mobile
    13. 04.07.2012,
      19:54
      Suparlin
      Saya, sbg seorang guru, sangat setuju dg ujia ulang tsb. namun pmrtah harus konsist dg tunjangan yg diberikan jangan smpai memusingkan guru kalo mau menerima pasti ada syarat yg berbeda ... guru qo sll ditakut-takuti ... koyo mergawe melu Londo ...
    14. 03.07.2012,
      20:49
      Nov
      ini yg betul... Ujian Nasional itu seharusnya utk guru dan kepala sekolah, terutama yg sdh terima tunjangan profesi... murid cukup ulangan harian
    15. 03.07.2012,
      06:02
      benci korupsi pendidikan
      pgri mendukung tidak pemberantasan korupsi di dunia pendidikan? korupsi uang gedung dan seragam,jgn hanya dukung uang sertifikasi saja
    16. 02.07.2012,
      22:30
      Rachindra
      Kemana PGRI ketika tunjangan guru terlambat. apa juga setuju? pa Menteri bilang per triwulan. ni hari banyak yang belum menerima di tahun 2012.