Kamis, 02 Oktober 2014 | 03:20:27
Home / Nasional / Hukum / Agung Bantah Arahkan Gubernur Riau Dekati Setya Novanto

Jumat, 06 Juli 2012 , 19:01:00

Menkokesra Agung Laksono (berkacamata) usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (6/7) sore.

Foto : Arundono W/JPNN
Menkokesra Agung Laksono (berkacamata) usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (6/7) sore. Foto : Arundono W/JPNN
BERITA TERKAIT

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono menampik tudingan yang menyebut dirinya mengarahkan Gubernur Riau Rusli Zainal agar menemui anggota DPR RI Fraksi Golkar, Setya Novanto guna mengurus  usulan penambahan anggaran PON Riau di APBN.

"Saya tidak pernah arahkan Pak Rusli ke Setya Novanto," elak Agung Laksono usai diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap revisi Perda 6/2010 PON XVIII Riau, Jumat (6/7) sore.

Agung juga membantah dirinya melobuy Menteri Keuangan agar mencairkan dana hibah sebesar Rp 120 miliar dari APBN untuk pelaksanaan PON sesuai permintaan dari Menpora RI saat rapat koordinasi di kantor Menkokesra tanggal 3 April 2012 lalu. Agung beralasan bahwa dirinya sebagai Menkokesra memang wajib mengkoordinasikan kementrian yang terkait dengan penyelenggaraan PON.

"Tidak perlu loby (untuk cairkan anggaran PON). Tapi rapat koordinasi. Rapat koordinasi itu wajib saya laksanakan. Ini masalah realisasi bukan penambahan anggaran," tegas Agung.

Menteri yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengaku tidak tahu-menahu saat disinggung soal adanya kucuran dana dari PT Adhi Karya ke DPR RI untuk mempercepat pencairan anggaran APBN untuk PON Riau sebesar Rp100 miliar.

"Saya tidak tahu. Itu urusan DPR. Bukan saya dong. Saya kan bukan anggota DPR," celetuknya.

Seperti diketahi, Agung diperiksa sebagai saksi bagi mantan Kadispora Riau Lukman Abbas terkait kasus suap dana PON Riau. Namun dalam pemeriksaan itu Agung mengaku tak kenal dengan Lukman.(Fat/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 06.07.2012,
        19:54
        von carlo toepunk
        Sadarlah wahai manusia..sudah negara miskin.rakyatnya jadi pmbantu di negara orq masih juga mau mmakan darah saudaranya.kalo diijinkan buat aja hukuman buat koruptor digantung ditugu pancoran sampe kering.biar smua tau bhwa koruptor itu lebih kejam dari diktator From mobile
      2. 06.07.2012,
        19:40
        Rizal
        Hahaha...Ternyata Golkar lebih kejam Kitab Suci Juga dimakan...Benar kata SBY ada parta yang lebih korup mengapa media tidak menayangkan...