Minggu, 20 April 2014 | 17:52:03

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Home / Pendidikan / Sejumlah Guru Siap PTUN-kan Mendikbud

Sabtu, 07 Juli 2012 , 05:31:00

RELATED NEWS

JAKARTA - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menjalankan uji kompetensi guru, membuat sebagian guru resah. Mereka menilai kebijakan ini terus berubah-ubah. Mereka siap menggugat Mendikbud di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika Uji Kompetensi Guru (UKG) tetap dijalankan mulai 30 Juli mendatang.

Kebijakan soal menguji kemampuan guru ini memang terus berubah di internal Kemendikbud. Awalnya, UKG ini diberinama uji kompetensi ulang (UKU). Skenario awal, ujian ini digunakan untuk mengukur kemampuan guru yang sudah mendapat sertifikat pada periode 2006 sampai 2011. Total diperkirakan ada 1 juta lebih guru yang akan mengikuti ujian ini.

Awalnya kebijakan ujian ini cukup membuat guru resah, karena bagi yang dinyatakan tidak lulus tunjangan profesi pendidik (TPP) ditahan sementara. TPP baru akan dikucurkan lagi setelah guru yang bersangkutan lulus pelatihan lanjutan dan mampu memperbaiki kompetensinya.

Setelah menuai protes dari kalangan guru, kebijakan ujian ini lantas dirubah. Kemendikbud menyatakan jika ujian ini tidak ada pengaruhnya dengan pencairan TPP. Artinya, meskipun seorang guru tidak lulus ujian ini TPP tetap dikucurkan. Fungsi dari ujian ini hanya digunakan sebagai pemetaan kualitas guru bersertifikat yang ada di Indonesia.

"Alasan ini cukup janggal. Masak program sertifikasi yang sudah berjalan mulai 2006 lalu tidak menyisakan data kompetensi guru," kata Sekertaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Lisyarti. Perempuan yang juga menjadi guru itu menuturkan, jika memang digunakan untuk pemetaan, harusnya yang diuji itu adalah seluruh guru.

Selain itu, Retno juga mengatakan Kemendikbud telah melakukan kesalahan dalam menyusun rencana ujian ini. Retno menjelaskan, ujian ini hanya akan mengukur komptensi pegetahuan dan pedagogik (kependidikan) guru saja.

"Padahal kemampuan guru itu ada empat. Dua lainnya adalah kemampuan sosial dan kepribadian," katanya. Retno menegaskan, Kemendikbud salah besar ketika ingin membuat peta kompetensi guru, tetapi indikator penyusunannya tidak komplit.

Alasan lain yang membuat guru keberatan adalah, pelaksanaan teknis UKG ini. Ujian yang akan diselenggarakan pada akhir Juli ini akan total menggunakan sistem online. Peserta ujian wajib duduk di depan komputer untuk menjawab soal ujian.

Padahal menurut Retno, banyak rekannya yang ada di pedalaman sama sekali tidak bisa mengoperasikan komputer. "Menghidupkan saja belum bisa," katanya. Dengan sekian banyak kelemahan itu, Retno tidak bisa mencegah rekan-rekannya untuk mem-PTUN-kan Mendikbud.

"Sebelum benar-benar dijalankan, kita minta harus dievaluasi ulang," tandasnya. Retno menegaskan jika praktek UKG ini bertentangan dengan Pasal 4 PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Displin PNS. Dalam pasal tersebut dinyatakan dilarang ada kegiatan sewenang-wenang terhadap bahawan. "Dalam hal ini bawahan adalah guru," ucap dia.

Sementara itu, Mendikbud Muhammad Nuh yang terancam di-PTUN-kan belum berkomentar banyak. Ketika dihubungi kemarin, dia mengaku sedang ada kegiatan di luar negeri. "Alhamdulillah saya sedang ada di Tokyo," terang Nuh melalui pesan singkat. (wan)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 27.07.2012,
        05:14
        prapti lampung
        saya setuju adanya UKA,karena banyak guru yang sudah bersertifikasi tapi masih kurang aktip mengajar,semoga dengan UKA bisa mengubah guru yang kurang aktip tadi menjadi guru yang aktip dan profesional sesuai dgn tunjanganya,
      2. 27.07.2012,
        05:13
        prapti lampung
        saya setuju adanya UKA,karena banyak guru yang sudah bersertifikasi tapi masih kurang aktip mengajar,semoga dengan UKA bisa mengubah guru yang kurang aktip tadi menjadi guru yang aktip dan profesional sesuai dgn tunjanganya,
      3. 23.07.2012,
        18:01
        Rosa
        Buat RPP aja masih banyak yang malas sebab tidak mampu dan celakanya lagi malas untuk inovatif. Kalau unt kemajuan pendidikan kenapa takut?
      4. 23.07.2012,
        17:50
        Rosa
        Saya setuju adanya UKG, sebab memang banyak guru yg sdh tersertifikasi namun ngajarnya payah...
      5. 21.07.2012,
        19:46
        herysujatmiko
        Pak Mentri, guru kerjanya sudah non stop.dari pukul 19.00 membuat RPP hingga pukul 22.00, tidur,bangun jam 05.00 bekerja untuk keluarga, jam 06.15 berangkat mengajar hingga selesai proses belajar mengajar jam 12.45 dilanjutkan mengerjakan administrasi kelas,sekolah dan mempersiapkan alat peraga yg akan digunakan besuk pagi hingga pukul 14.30 pulang sampai rumah jam 15.00, belum kegiatan di desa, terus kapan untuk keluarga ? kasihan anak dan istri/suami. kalau boleh gantian pekerjaannya, aku jadi mentri bapak jadi guru, gak lama lamalah satu tahun aja biar bapak bisa merasakan seperti apa jadi guru apalagi guru di daerah
      6. 21.07.2012,
        06:00
        lia
        Menjadi seorang guru berarti harus profesional, ada perbedaan antara guru yang baru dgn yang sudah 20 thn masa kerja. UKA sah-sah aja menurut saya, tapi dalam teknologi apakah kemampuan sama? saya rasa itu merupakan pembunuhan secara tdk langsung bagi mereka yang sudah usia pensiun. karena saya pun blm tentu mampu mengikuti teknologi 20 tahun ke depan. Manusia ada batas kemampuannya.Harapan saya bagi teman2 guru yang udah sertifikasi mari kita lakukan kinerja dgn maksimal dan penuh tggjawab. Hidup GURU!
      7. 20.07.2012,
        16:29
        Rusni
        Kemampuan guru sepertinya diragukan saja, padahal kemampuan yang dicapai Indonesia pada saat ini merupakan hasil guru yang selalu diragukan itu. Ikhlaslah memberikan guru penghargaan berupa sertifikat.
      8. 20.07.2012,
        13:49
        umar bakri
        usah pada banyak cincong,guru itu dah ngenes sejak dulu.baru mau menikmati udara segar,sdh pd ribut.anakmu bisa nulis baca itu lewat siapa?
      9. 20.07.2012,
        07:26
        dwi sumiyati
        saya bagian guru yang tidak bisa mengoperasikan komputer kerena usia sudah 51 tahun,terasa mau muntah.
      10. 18.07.2012,
        20:51
        FERDI
        'TOLONG PAK MENTERI JANGAN GURU TERUS YANG JADI SASARANNYA'

      此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

      获取 Adobe Flash Player