Jumat, 22 Agustus 2014 | 12:54:50
Home / Kriminal / Tertimpa Kontainer, Lima Orang Tewas

Sabtu, 07 Juli 2012 , 10:49:00

BERITA TERKAIT

KEDIRI - Kecelakaan tragis terjadi di simpang empat Semampir pukul 01.30 dini hari kemarin. Sebuah truk kontainer bermuatan terigu yang melaju dari arah utara  menimpa satu unit Kijang Innova yang melaju dari arah timur Jl Mataram. Akibatnya, lima dari enam penumpang yang ada di dalam mobil tersebut meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) karena tergencet kontainer.
 
Data yang dihimpun Radar Kediri menyebutkan, sekitar pukul 01.30 dini hari kemarin mobil Toyota Kijang Innova bernopol BK 1192 KI yang dikemudikan oleh Khairul Fadli, 28, melaju dari arah timur perempatan Semampir atau Jl Mataram. Dalam kondisi lampu merah yang berwarna kuning, mobil berisi total enam penumpang itu diduga melaju cukup kencang.

Pada saat bersamaan, dari arah utara atau melaju truk kontainer bermuatan terigu yang dikemudikan oleh Imam Syafii, 40, asal Bungurasih, Sidoarjo. Karena jarak yang terlalu dekat, truk kontainer berusaha menghindari mobil Innova yang hendak melaju ke arah barat dengan membuang setir ke kanan hingga truk tersebut oleng dan bagian seperempat badan kontainer bagian belakang menimpa mobil Innova. Adapun mobil Panther yang melaju dari arah selatan yang dikemudikan oleh Hadi Biantoro, 39, asal Kelurahan Banaran, Pesantren, Kota Kediri selamat karena langsung berhenti setelah melihat kontainer oleng.

Akibat mobil Innova yang tergencet tersebut, Khairul asal Tapak, Aceh Selatan,  bersama empat penumpang lain, yaitu Yulia Sari, 38; Bella Tamia Graci Ketaren, 17; Andi, 5; dan Tasya Amalia Taron, 12, tewas di tempat kejadian. Adapun Jenda Ingan Mahuli Ketaren, yang duduk di bangku depan sebelah kiri atau disamping Khairul selamat. Sebab, bodi kontainer tak sampai menimpanya. Bahkan, Jenda bisa keluar sendiri dari mobil berwarna coklat kehitaman.

Begitu keluar dari kendaraan, pria yang kehilangan istri dan tiga anaknya itu terlihat shock. Dia terus menangis melihat keluarga dan sopirnya tertimpa kontainer. Beberapa kali didekati anggota Satlantas Polresta Kediri, dia tak bisa mengeluarkan kata-kata. Dia hanya menjawab pertanyaan dengan suara tangis keras.
 
Sementara itu, proses evakuasi mobil nahas itu memakan waktu lebih dari empat jam. Polresta Kediri yang sudah memanggil tiga unit mobil derek untuk mengangkat kontainer yang menindas mobil Innova itu baru bisa mengangkatnya sekitar pukul 06.00. Itupun tak langsung sukses, pada saat awal pengangkatan, kontainer yang sudah terangkat sekitar satu meter kembali terjatuh menimpa mobil Innova karena tiga derek tak kuat. Baru pada proses pengangkatan kedua, mobil derek itu berhasil dipindahkan.

Proses selanjutnya, mobil derek harus mengembalikan posisi mobil Innova yang dalam posisi tergencet ke bentuk semula sebelum mengeluarkan lima korban yang tergencet di dalam mobil. Setidaknya butuh waktu 30 menit untuk proses tersebut sebelum lima mayat sopir dan keluarga Jenda itu dibawa ke RS Bhayangkara sekitar pukul 06.30 kemarin.

Kecelakaan yang terjadi di perempatan Semampir dini hari kemarin membuat jalan Mayor Bismo macet. Arus ke arah selatan ditutup dan dialihkan ke Jl Mataram serta ke Jembatan Semampir. Pasalnya, ratusan warga menyaksikan proses evakuasi yang berlangsung hingga pagi hari itu.

Jeritan warga terdengar cukup keras begitu tiga unit derek yang mengangkat kontainer tak mampu memindahkan dan justru membuat kontainer menimpa Innova lagi. Beberapa warga terlihat menutup mulutnya menahan kengerian tragedi kecelakaan tersebut.

Kerumunan warga baru terurai setelah mobil Innova nahas itu dievakuasi dan dibawa ke Mapolresta Kediri. Adapun truk kontainer dibawa ke balai uji KIR Dinas Perhubungan.
Ratno mengatakan, lima mayat yang meninggal akibat kecelakaan kemarin langsung diterbangkan ke Medan, tempat asal mereka sekitar pukul 12.00 kemarin via bandara Juanda. "Biaya pemulangan ditanggung keluarga, tapi untuk sementara ditalangi oleh pihak RS Bhayangkara," lanjut Ratno.
 
Terpisah, Jenda yang ditemui kemarin siang meminta polisi mengusut tuntas kasus kecelakaan tersebut. Jenda mengatakan, seandainya bodi truk tak menimpa mobil yang dikendarainya, keluarga dan sopirnya pasti selamat. "Saya siap mengikuti proses hukumnya. Saya kooperatif," katanya.
 
Lebih lanjut Jenda mengatakan, dia dan keluarganya baru saja pulang berlibur ke Bali. Sedianya dia akan langsung ke Jakarta sebelum pulang ke Medan. Tetapi, karena ada janjian dengan temannya di Malang, dia mampir ke beberapa temannya sebelum kecelakaan tersebut.

Ditanya tentang firasat yang dialami, Jenda menyebut tak ada. Sebelum kejadian, dia sempat makan ikan bakar di pasir putih. Tentang kecelakaan yang dialami, sebenarnya istri Jenda sempat mengingatkan Khairul agar tak mengebut dalam mengendarai mobil. "Tapi katanya nggak apa-apa," lanjut pria yang meminta polisi memproses pengemudi kontainer berikut perusahaan yang menyewa truk untuk mengirim terigu tersebut. (ut)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar