Kamis, 17 April 2014 | 02:41:54
Home / Ekonomi / Makro / BUMN Bidik Peternakan Sapi

Sabtu, 07 Juli 2012 , 11:43:00

RELATED NEWS

JAKARTA - Upaya mengejar swasembada daging sapi terus dilakukan. Kali ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap menggandeng investor asing untuk mengembangkan peternakan sapi di Indonesia.
 
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, dalam kunjungan bersama Presiden SBY ke Asutralia beberapa hari lalu, pemerintah memang membujuk investor Australia untuk membangun peternakan sapi di Indonesia. "Silahkan kerjasama dengan BUMN atau mereka sendiri," ujarnya, Jumat (6/7).

Menurut Dahlan, pemerintah kini sebisa mungkin menghindari impor daging sapi. Karena itu, pemerintah akan menempuh strategi duo track, yakni dengan mengimpor sapi dari Australia dan mengembangkan peternakan sapi di Indonesia. "Sebisa mungkin kita impor sapi yang masih kecil, kemudian digemukkan di sini," katanya.

Dahlan menyebut, wilayah Indonesia timur seperti Papua atau Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat potensial untuk menjadi sentra peternakan sapi di Indonesia, karena lokasinya yang relative dekat dengan Australia. "Kondisi Darwin (Australia) dengan Indonesia timur kan relative sama," ucapnya.
 
Meski demikian, Dahlan mengakui jika dalam kunjungan kenegaraan ke Australia lalu belum ada kepastian apakah investor Australia akan bersedia mengembangkan peternakan sapi di Indonesia. "Kalau nanti Australia sambutannya dingin, kita bisa undang Brazil," ujarnya.
 
Sebagaimana diketahui, produksi sapi Indonesia masih belum mencukupi kebutuhan, sehingga setiap tahun masih harus mengimpor 300 ribu sapi. Padahal, konsumsi daging sapi di Indonesia masih sangat rendah, yakni 2,1 kilogram per kapita, jauh di bawah konsumsi daging di negara maju yang di atas 40 kilogram per kapita.
 
Saat ini pun BUMN sebenarnya sudah punya program pengembangan ternak sapi. Dahlan menyebutnya "Sa-Sa", singkatan dari Sapi Sawit. Dalam program ini, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang memiliki perkebunan sawit didorong untuk mengembangkan peternakan sapi di perkebunan sawitnya.

Menurut Dahlan, salah satu factor peternak kurang bersemangat beternak sapi adalah mahalnya harga pakan. Nah, saat ini sudah ditemukan metode untuk mengolah pelepah sawit menjadi pakan sapi. "Untuk tahap awal, PTPN I akan beternak 15 ribu sapi, PTPN III 30 ribu sapi, PTPN lainnya juga. Targetnya, bisa 100 ribu sapi," ujarnya. (owi)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 13.12.2012,
        13:25
        sukadi
        beupaya swasembada daging jangan dipotong siklus ditengah dipenggemukan sj. breeding yg utama .selanjutnya memenid hsl dr breeding From mobile