Kamis, 02 Oktober 2014 | 17:30:00
Home / Nasional / Hukum / KPK Selamatkan Uang Negara Senilai Rp153 Triliun

Sabtu, 07 Juli 2012 , 13:24:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA -  Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi mengatakan bahwa KPK sudah berhasil menyelamatkan uang negara dari hasil korupsi senilai Rp153,3 triliun. Dari jumlah itu, nilai yang sudah disetorkan ke kas negara dalam bentuk tunai senilai Rp1,3 triliun.

"Penyelamatan aset negara Rp152 triliun, dalam bentuk bangunan, rumah, tanah dan aset-aset lainnya," kata Johan dalam seminar "Komunikasi dan Permasalahan Korupsi di Indonesia", di Universitas Mercubuana, Jakarta, Sabtu (7/7).

Dijelaskan Johan, pengembalian uang dan aset negara itu perlu di apresiasi sebagai sebuah prestasi KPK. Kendatia, Johan mengakui prestasi itu masih jauh dari harapan masyarakat. Sebab, masih tertutupi oleh banyaknya kasus korupsi yang tetap terjadi. Namun demikian, Johan menegaskan, tidak benar KPK lebih banyak menggunakan anggaran ketimbang  mengembalikan uang negara. "Meskipun memang KPK bukan lembaga profit oriented," kata Johan.

Penggiat Antikorupsi Wijayanto, menambahkan, sejauh ini KPK sudah melakukan upaya yang luar biasa dalam memberantas korupsi. Wijayanto tidak sepakat bila keberhasilan KPK diukur dengan ukuran rupiah yang berhasil ditarik atau diselamatkan. "Namun, KPK sudah memberikan optimisme yang luar biasa. Optimisme sebagai bangsa," kata Wijayanto di kesempatan yang sama.

Ketua Kelompok Regulasi Direktorat Hukum dan Regulasi PPATK, Fithriadi Muslim, mengatakan, hasil kejahatan korupsi merupakan darah yang menghidupi kejahatan. Karenanya, aliran  darah itu  perlu diputus dan dihentikan. Sebab, harta kekayaan hasil kejahatan adalah titik terlemah dari rantai kejahatan.

Johan Budi menambahkan, KPK berupaya untuk mengubah perilaku korup di masyarakat. Karenanya, lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu terus berusaha menindak pada koruptor dengan hukuman yang dapat memberikan  efek jera.

"Misalnya kemarin KPK sudah menangkap Bupati Buol, KPK tidak hanya menangkap di Jakarta saja, tapi juga di Riau, Buol, Semarang, dan daerah lainnya. Agar ada efek jera," pungkasnya. (boy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 07.07.2012,
        15:13
        yati bastari mami
        lanjutkan kpk kami tetap membantu jalannya penegakan korupsi di indonesia, jgn tanggung 2 menghukum koruptor n sita hartanya dari hasil koruptor
      2. 07.07.2012,
        14:43
        sas
        dari dulu siapa yang mencalon kepala negara sampai daerah yang di sampaikan krupsi harus di berantas, tapi kalau telah duduk apa yang terjadi, ibarat anak bayi lagi nenen sama ibunya terlena menikmati kehormatan dan kemewahan dan rasa takut kalau kalau ..... Cepat turun dari jabatan sudah la bicara masalah hukum kalu hukum masih dijual belikan, jagan la muluk2 merasa pintar sendiri From mobile