Rabu, 02 September 2015 | 21:51:46

Jumat, 13 Juli 2012 , 12:32:00

JAKARTA - Usaha untuk menyelesaikan kisruh PSSI mulai memasuki babak baru. Joint Committee (komite bersama) PSSI-KPSI akhirnya melakukan pertemuan untuk kali pertama di Jakarta, Kamis (12/7).
 
Dalam pertemuan tersebut, Perwakilan dari konfederasi sepak bola Asia, AFC, James Jhonson juga datang untuk memantau. Selain itu, ada delapan anggota lainnya, masing-masing empat orang dari PSSI Djohar Arifin dan empat orang dari KPSI atau PSSI pimpinan La Nyalla Matalitti.

Pertemuan pertama sejak penandatanganan MoU pada 7 Juni silam itu memang belum memberikan keputusan penting. Ketua Joint committee Todung Mulya Lubis menyebut dalam pertemuan itu hanya sebatas pembicaraan awal. "Dari pertemuan ini kami menentukan lima point yang akan dibahas dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya," ujarnya dalam sesi jumpa pers setelah rapat, kemarin.

Todung menyebutkan lima point yang akan dibahas di antaranya tentang Liga profesional, Pengembalian Exco PSSI yang dipecat. Juga, tentang revisi statuta PSSI, permasalahan konflik PSSI, serta persiapan kongres PSSI yang digelar selambat-lambatnya Desember mendatang.

Selanjutnya, kata Todung,  masing-masing pihak akan menyiapkan materi untuk pertemuan selanjutnya. Dalam pertemuan kedua yang direncanakan digelar pada 24 Juli nanti, diharapkan sudah ada satu keputusan yang solutif.

Selain menyinggung lima point tadi, Todung juga menyebut posisi Joint comittee adalah tim adhoc, sehingga tidak mengganggu kinerja dari dua organisasi, PSSI Djohar maupun PSSI Nyalla.

"Jadi kerja tim Joint committee ini tidak menggangu PSSI ataupun KPSI. Keduanya tetap berjalan seperti biasa," terangnya.

Sementara itu, anggota Joint comittee yang berasal dari PSSI Nyalla, Djamal Azis menyebut bahwa sudah tercapai kata sepakat dalam rapat pertama terkait lima poin. Pihaknya menganggap semua poin penting dan harus segera diselesaikan.

"Kami harus bekerja cepat, agar segera selesai. Kami minta PSSI djohar tidak mengeluarkan kebijakan yang bisa mencederai kesepakatan ini," tegasnya (aam/ko)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar