Rabu, 19 Juni 2013 | 08:23:46
Home / Dahlan Iskan / Abah Sorgum yang Mendorong Tepung Antiautis


Senin, 16 Juli 2012 , 01:10:00

RELATED NEWS

SEJUMLAH ahli sorgum berkumpul di Kementerian Riset dan Teknologi. Saya dan Menristek Dr Gusti M. Hatta ikut hadir. Mereka bukan saja yang ahli dalam hal keilmuan seperti Prof Dr Sungkono dari Universitas Lampung (dan IPB), tapi juga para praktisi yang sudah mempraktikkan menanam sorgum di berbagai wilayah.
  
Kita memang punya problem yang kelihatannya sulit dipecahkan seumur hidup kita: Kita ini akan terus impor gandum besar-besaran setiap tahun. Sejak lebih 40 tahun lalu dan sampai entah berapa ratus tahun lagi.
  
Kebiasaan kita makan mi dan roti tidak akan bisa dibendung lagi. Berarti pemakaian gandum akan terus meningkat. Padahal, kita tidak bisa menanam gandum di Indonesia. Tanah kita dan iklim kita tidak cocok untuk tanaman gandum.
  
Kecuali, ahli-ahli pertanian kita menemukan cara baru kelak. Yakni, cara memanfaatkan lahan yang tidak subur untuk gandum. Kita tidak mungkin menggunakan sawah-sawah subur kita karena akan mengancam tanaman padi.
  
Itulah sebabnya, setelah belajar dari apa yang dilakukan BUMN PT Hijau Lestari di Jabar, saya terpikir untuk mengembangkan sorgum. Tanaman itu tidak asing bagi saya. Waktu kecil saya pernah menanam sorgum di desa saya. Waktu itu disebut jagung cantel. Bisa untuk nasi, bubur, camilan, ataupun tepung. Bisa juga untuk marning (popcorn dalam bentuk yang lebih kecil).
  
Menristek, Pak Gusti M. Hatta, menginformasikan bahwa di lingkungannya banyak ahli yang bisa digali ilmunya. Tidak hanya tentang menanam sorgum, tapi juga industri hilirnya. Termasuk yang dari IPB, Unpad, dan Unila. Mereka itulah yang berkumpul pekan lalu. Pertemuan pun berlangsung dengan dinamisnya.
  
Bahkan, mata Prof Sungkono sampai berlinang-linang. Saking terharu dan bersemangatnya. "Saya ini ahli sorgum yang baru sekarang didengar pendapat saya. Inilah mimpi saya. Sorgum diperhatikan," ujarnya.
  
Putusan pun dibuat hari itu. BUMN akan mencari 15.000 ha tanah tidak subur untuk ditanami sorgum secara besar-besaran. Selama ini, di Jabar BUMN memang sudah membina petani untuk menanam sorgum, tapi kecil-kecilan. Sebab, lahannya milik petani, yang luasannya memang terbatas.
  
Tapi, banyak petani lahan kering yang jatuh cinta. Sampai-sampai ada seorang petani yang aslinya bernama Supardi yang tinggal di Soreang, Kabupaten Bandung, mendapat panggilan baru: Abah Sorgum. Sebab, dia sangat gigih meyakinkan petani lain untuk menanam sorgum. Juga karena Abah Sorgum terus menciptakan makanan berbasis tepung sorgum.
  
Pengalaman Jabar itulah yang memberikan keyakinan untuk pengembangan besar-besaran. Lahan-lahannya siap didapat: Jatim (Banyuwangi Timur Laut yang kurang subur), Sulsel, Sultra, dan Sumba. Di lokasi-lokasi tersebut BUMN memang memiliki tanah tandus sangat luas yang kurang produktif. Akhir tahun ini lahan-lahan itu sudah harus berubah menjadi kawasan sorgum.
  
Tentu dalam waktu yang dekat, diperlukan benih sorgum dalam jumlah besar. Sampai 50 ton. Tapi, tidak akan sulit. Bisa disiapkan lahan 100 ha yang akan ditanami sorgum khusus untuk benih.
  
Kelebihan sorgum itu, saat untaian buahnya siap dipanen, batang dan daunnya masih hijau. Itu sangat seksi untuk makanan ternak. Tiap hektare bisa menghasilkan batang/daun sampai 50 ton. Karena itu, tanam sorgum dalam skala besar akan dikaitkan dengan program peternakan sapi skala besar pula. Baik yang di Sumba, Sulsel, Sultra, maupun Jatim.
  
Memang tepung sorgum memiliki kelemahan: tepungnya tidak bisa mengembang. Tidak seperti terigu. Karena itu, tepung sorgum tidak bisa untuk membuat roti. Harus dicampur gandum. Kalau dicampur gandum, rotinya justru akan lebih baik. Dengan demikian, impor gandum bisa berkurang 30 persen. Satu jumlah yang sangat besar.
  
Tapi, sorgum memiliki kelebihan yang luar biasa. Di samping harganya lebih murah, tepung sorgum tidak mengandung unsur gluten, zat yang bisa membuat anak menjadi autis. Karena itu, untuk makanan seperti kue dan biskuit yang tidak memerlukan proses mengembang, sorgum adalah jawabnya.
  
Walhasil, sorgum akan menjadi unggulan BUMN di samping program pangan lain, seperti Proberas, Yarnen, pencetakan sawah baru, pengadaan beras Bulog, peningkatan produksi gula, garam, pabrik sagu, dan ternak sapi.
  
Semuanya berat, tapi bukan tidak mungkin terwujud. (*)


    Dahlan Iskan
   Menteri BUMN
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
    1. 31.07.2012,
      09:06
      lelono
      salut pak, dan utk inovasi olahan sorgum libatkan para lulusan tehnologi pangan jadi inovatornya, sekalian buka lapangan kerja baru.
    2. 23.07.2012,
      14:00
      drg. Hamdan
      Salut buat pak Dahlan Iskan.....ponakan saya mempunyai usaha di bidang pertanian....insyaallah akan saya sarankan untuk menanam sorgum.
    3. 20.07.2012,
      12:32
      Yugitu Aijuga
      kok ngomngin negara orang...??
      optimis aja kita bisa maju...
      dimulai dari diri sendiri, bisa ngga? From mobile
    4. 18.07.2012,
      09:03
      IYA
      Jangan mau terjebak berita, Malaysia itu sesama saudara seagama
    5. 17.07.2012,
      21:00
      Adi
      Pak DI selalu ada terobosan yang banyak sekali manfaatnya untuk kemajuan ekonomi negara.. kerja,kerja,kerja
    6. 17.07.2012,
      18:53
      ahas
      @jemrie, lo jangan pongah gitu. Faktanya malaysia lebih maju GDP Malaysia 15rb USD sedang kita 4.5rb USD/tahun hanya sedikit lbh tinggi dari Philipine. Jd pemerintahan kita mesti pacu untuk lbh giat jg korupsi yg besar. Jd pembicaraan negara lain adalah ketimpangan, pemda (pemerintah) cuek dg rakyat sekitar. contoh di NTB newmont dan pemdanya kaya2 tapi disebelahnya banyak gubuk reyot dan sungguh ironi,, persis seperti film laskar pelangi,,huhhh
    7. 17.07.2012,
      16:39
      rustee
      si sorgum ini cocoknya kan didaerah yg kurang produktif sprti NTB-NTT(yg sdh pernah nanam)alangkah ciamiknya klo ditanam dekat padang Savana ituu
    8. 17.07.2012,
      16:16
      jemrie
      maju terus indonesia.. buat malaysia nggak ada apa2nya dlm segala hal....
    9. 17.07.2012,
      09:29
      Muh. Arifin
      Oke Banget Pak DIS, Gandeng Petani Deso tuk Maju dan bermitra, biar harkat-martabatnya Naik. Janga BUMN nya aja yang maju. Trimks
    10. 17.07.2012,
      06:09
      winarno zain
      alhamdulillah.........

      DIS for RI 1..menuju indonesia adidaya...amiiin.
    11. 16.07.2012,
      21:11
      anak sekolah
      kuropsi udah sampai disekolah masa tiap tahun ajaran bukunya ganti padahal penerbitnya sama
      matilah bumn balai pustaka
    12. 16.07.2012,
      16:58
      Nagiot Cansalony Tambunan
      Ubi, sagu dan singkong, bertahan lama efek manfaatnya di tubuh. Fisik stamina kuat, lihat Papua. Namun kapan tanaman obat disentuh BUMN?
    13. 16.07.2012,
      15:59
      tomien
      mantab bos! Teruslah bekerja demi rakyat Ind.Kami perlu pemimpin spt anda yg mampu membangkitkan potensi
    14. 16.07.2012,
      13:54
      r.heriyanto bernadhi
      dipersiapkan infrastrukturnya dulu... jadi pas hasil sorgum melimpah dapat diproses menjadi berdayaguna baik secara ekonomi maupun kesehatan...
    15. 16.07.2012,
      12:09
      AMMANK
      MAJU TERUS GARUDAKU.. INDONESIA PASTI JAYA..
    16. 16.07.2012,
      11:35
      brilianti
      kalau boleh berandai-andai,kalau saja semua aparat dan para birokrat mau menginfokan rencana kerja dan hasil kerjanya, pasti mendapat banyak dukungan dari saya dan rakyat-rakyat yang lain... Salam Super Pak DI..
    17. 16.07.2012,
      11:29
      atijember
      bangga banget ....pak DIS nantinya dari INDEPENDEN aja insyaALLOH jd RI 1
    18. 16.07.2012,
      11:16
      anak gnung
      bravo pak dis,biarkan jaman Orba saja yang memaksa rakyat makan nasi(beras)
    19. 16.07.2012,
      10:13
      anak pulau
      Maju terus pak DIS seluruh masyarakat indonesia mendukungmu From mobile
    20. 16.07.2012,
      08:58
      Lupit
      Setelah mobil lisrrik ok, pabrik gula ok, sekarang gandumk, dilanjut ke sektor2 lain. Pokoke Pak DI, Maknyus.
    21. 16.07.2012,
      08:14
      Nurdin Somantri Wahyudin
      Ya Allah, lindungilah Bapak Dahlan Iskan dari kejahatan orang-orang Senayan, dari kejahatan malam apabila gelap gulita, dan dari kejahatan orang dengki jika dia dengki. Sehatkanlah beliau sampai beliau mampu mengubah keterpurukan bangsa ini menjadi keberkahan. Aaamiiin From mobile
    22. 16.07.2012,
      08:02
      cecep
      untuk ketahan pangan yang akan datang
    23. 16.07.2012,
      07:56
      nursalim
      kaya ide, dikerjakan, di kawaal dan dikomunikiasikan ke masyarakat. Inilah kelebihan DI. Barakallah pak Dahlan. Anda seperti Umar Bin Khatab.
    24. 16.07.2012,
      06:55
      abie
      Satu pesan sy pak Dahlan......jgn mau dirayu masuk parpol,krn mereka hanya akan jd BEBAN semangat kerja anda ..semangat%sehat selalu pak dahlan
    25. 16.07.2012,
      06:52
      Ahmad Halwani M
      Ingat slogan sampean ,jauhi politik, kerja, kerja,kerja. Semoga Allah melindungi.
    26. 16.07.2012,
      06:52
      embe
      'Itu sangat seksi untuk makanan ternak.' Pokoke tulisannya dahlaaan bangeeetttt.............
    27. 16.07.2012,
      06:39
      hadi
      dah nunggu sampe jam 00.40, gagal pertamax. tapi berhasil dpt semangat
    28. 16.07.2012,
      06:28
      akang
      Senin pagi yang selalu ditunggu. Mantap pak DI, penuh semangat, kreatif, inovatif. Lanjutkan
    29. 16.07.2012,
      02:46
      Wigig WIgianto
      Pak Dahlan ini bisa jadi ahli apa saja, setrum, montor listrik, perumahan, kapal udara dan lain sebagainya...... ngeyel, militan dan cepat ! jozz
    30. 16.07.2012,
      02:40
      TKI
      Mata dan hati saya juga teharu melihat sepak terjang anak bangsa yang bernama DAHLAN ISKAN, mungkinkah beliau ini 'Satrio Piningit' ?
    31. 16.07.2012,
      01:17
      nyubi
      Berkat DI, potensi anak bangsa yg hampir terlupakan diangkat ke media, bahkan dijadikan kebanggan bangsa. Maju terus pak! From mobile