Rabu, 22 Mei 2013 | 10:05:26
Home / Dahlan Iskan / Mogok di Hari Pertama, 100 Km/Jam Hari-Hari Berikutnya

Senin, 23 Juli 2012 , 04:06:00

"Mogok lagi ya, Pak?" tanya seorang wartawan melalui SMS. Rupanya, sekitar pukul 17.00 itu Twitter sudah ramai berkicau bahwa uji coba hari kedua mobil listrik Ahmadi ini mogok lagi. Bukan main senangnya mereka yang berharap proyek mobil listrik itu gagal.

Maka, untuk menambah kegembiraan itu, saya pun menjawab sekenanya: Mogoooooook! Hehehe!

Saat itu sebenarnya uji coba belum dimulai. Jam-jam itu (Selasa, 17 Juli 2012) saya masih bersama wartawan di restoran di Depok, 2 km dari workshop milik Dasep Ahmadi. Uji coba baru akan dimulai pukul 19.00. Memang awalnya uji coba dilakukan pada pukul 15.00. Yakni, setelah saya kembali dari mengikuti Bapak Presiden SBY menghadiri HUT GP Ansor di Solo.

Begitu tiba di Depok, ternyata mobil belum siap. Belum mulai di-charge. Bahkan, belum bisa di-charge. Masih ada persoalan yang belum terpecahkan: Mengapa charging-nya tidak berfungsi."Beberapa teknisi (anak-anak lulusan SMK, D-3,"dan madrasah aliyah) masih mencari-cari di mana kabel yang tidak nyambung. Dasep Ahmadi, pencipta mobnas listrik itu, terlihat batuk-batuk kecil. Wajahnya kusut dan rambutnya berantakan.

Kelihatan sekali Dasep kurang tidur. Sudah seminggu memang Dasep dan anak buahnya begadang siang-malam.

Mereka terus mencari penyebab "mogoknya" mobil listrik itu di uji coba hari pertama. Sungguh penasaran: Mengapa mobnas listrik Ahmadi itu tiba-tiba kehilangan power justru ketika perjalanan sejauh 50 km tersebut kurang 1 km lagi.

Memang perjalanan itu akhirnya tiba juga di pintu masuk gedung BPPT, tujuan akhir perjalanan. Namun, 1 km terakhir itu (antara Bundaran Hotel Indonesia ke BPPT) dilakukan dengan sangat pelan dan beberapa kali terhenti.

Syukurlah, pengecekan satu per satu kabel yang banyak itu akhirnya menemukan penyakit yang dicari: Ada sambungan kabel menuju accu yang ternyata tidak nyambung. Jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Tidak nyambungnya itu tidak gampang dilihat karena connecting-nya di dalam boks kecil.

Pantas listrik untuk uji coba hari pertama itu hanya cukup untuk dari Depok ke Bundaran Hotel Indonesia. Pantas untuk bisa menyelesaikan sisa 1 km terakhir itu harus berhenti dulu beberapa saat. Ternyata, charging malam menjelang uji coba pertama tersebut tidak bekerja. Berarti uji coba hari pertama itu hanya menggunakan sisa setrum yang lama.

Tentu itu bukan masalah yang besar. Bahkan, amat sepele. Begitu konektornya diberesin, charging bisa dilakukan lagi. Jreng! Charging berjalan lancar. Aliran listrik masuk ke dalam accu dengan derasnya.

Sambil menunggu pengisian listrik itulah, kami menuju restoran dengan perasaan lega. Bahwa di Twitter sudah beredar mobnas mogok lagi, saya anggap sebagai lauk santap sore.

Lantaran charging baru dimulai pukul 16.00, berarti uji coba kedua itu baru bisa dilakukan paling cepat pukul 19.00. Hari sudah malam. Tapi, kami mensyukurinya. Sekalian bisa diuji apakah lampunya berfungsi. Ternyata, tidak masalah.

Masalah baru justru ketika menapaki tanjakan terjal yang ternyata gagal. Dasep Ahmadi, yang berada di sebelah saya, langsung mengambil kesimpulan: Pengaturan gear-nya kurang tepat. RPM-nya terlalu besar. Ibarat mobil biasa yang menanjak dengan gigi 5.

Persoalan tanjakan itu tentu lebih serius daripada persoalan mogok di hari pertama. Tapi, saya yakin bahwa Dasep akan bisa mengatasinya. Lulusan Teknik Mesin ITB yang memperdalam ilmunya di Jerman dan Jepang tersebut sangat mampu di bidang itu.

Bukankah Dasep sudah mampu membuat, memproduksi, dan mengekspor mesin NCR? Mesin yang fungsinya untuk membuat mesin itu" Itu jauh lebih sulit daripada membuat mobnas listrik. Dia sudah terbukti bisa membuat "ibunya" mesin. Tentu persoalan pindah gear bisa dia atasi.

Malam itu, untuk mencapai puncak tanjakan, mobil terpaksa harus didorong. Setelah melewati tanjakan tersebut, mobil kembali meluncur dengan gesitnya. Apalagi ketika memasuki jalan tol Jagorawi. Sangat mulus dan cepat. Satu-satunya "hantu" di otak adalah bayangan kehabisan setrum. Karena itu, teman-teman Jasa Marga menyiapkan fasilitas charging di pintu-pintu tol.

Ternyata, hantunya tidak muncul. Staf Jasa Marga yang telanjur siap di pintu tol tidak perlu turun tangan. Mereka melambai-lambaikan tangan saat mobnas listrik hijau ngejreng itu melewati pintu tol tanpa persoalan.

Di jalan tol itulah kesempatan uji kecepatan dilakukan: 60, 70, 80, 90, dan akhirnya 100 km/jam. Stabil dan cepat. "?... alangkah senang hatiku, hidup bersama denganmu ... "?. Baru di dekat Taman Mini Indonesia Indah kecepatan harus diturunkan: Hujan turun meski tidak deras. Wah, sekalian dapat "bonus" bisa uji coba kestabilan dan penyapu kaca. Nema problema!

Bahkan, saat melewati Cawang yang agak menanjak itu, mobil meluncur dengan kecepatan 60 km/jam. Di sepanjang tol kawasan Gatot Subroto juga sing-sing-so. Maka, kami tiba di Pacific Place dengan horeee...! Saya berhenti sejenak di sini karena harus memenuhi undangan menteri BUMN yang sebenarnya, Tanri Abeng. Setelah itu, kami memacu lagi mobnas listrik tersebut ke acara lain di Wisma Antara di dekat Monas.

Menjelang tengah malam, mobil saya bawa pulang. Sekalian sudah saatnya di-charge lagi. Saya menggunakan colokan listrik Pacific Place karena rumah saya dekat-dekat situ. Besok paginya akan saya gunakan ke Monas: olahraga di sana.

Tentu saya masih penasaran pada kegagalan melewati tanjakan malam itu. Di hari ketiga ini saya coba menaiki tanjakan di halaman gedung Kementerian BUMN yang juga terjal. Ternyata, sama sekali tidak masalah. Saya muter sekali lagi untuk mengulanginya. Juga tidak masalah. Saya ulangi untuk kali ketiga: juga laa musykilah! Kabar baik itu segera saya sampaikan ke Dasep Ahmadi. Untuk tambahan bahan analisis.

Siangnya, uji coba dilanjutkan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Saya memang harus ke Solo-Magetan-Jogja. Menjelang Semanggi, timbullah waswas: Bagaimana kalau tidak kuat menanjaki jembatan Semanggi yang selalu macet itu? Kalau sampai mogok, alangkah macetnya!

Tapi, tidak boleh mundur. Tidak boleh ragu-ragu. La tahzan! Hanya, saya siapkan juga langkah darurat: Mobil khusus mengikutinya di belakang. Kalau tidak kuat menanjak, dorong saja dengan mobil itu. Paling rusak sedikit. Ternyata, mobnas listrik tersebut bisa merambati tanjakan itu dengan mulus. Segera pula kami kabarkan ke Dasep Ahmadi.

Lolos tanjakan Semanggi, tentu tidak ada lagi tantangan berikutnya. Rasanya, tidak akan ada faktor yang menyebabkan saya ketinggalan pesawat. Bahkan, di tol menuju bandara itu saya sempat memacu 70, 80, 90, dan akhirnya 100 km/jam. Terlihat beberapa mobil mengejar kami, membuka kaca dan melambaikan tangan mereka.

Praktis, uji coba di hari ketiga itu tidak mendapatkan pelajaran baru: Semuanya lancar dan mulus.

Hari berikutnya, tidak banyak kesempatan uji coba. Saya baru tiba dari Jogja tengah hari. Dari bandara, langsung mengikuti sidang kabinet di istana. Maka, mobnas listrik Ahmadi saya minta menjemput di Istana Merdeka. Setelah sidang kabinet usai, saya meninggalkan istana dengan mengendarai mobnas listrik tersebut.

Dalam hati, saya berjanji untuk tidak mengecewakan istana. Saya bangga dengan dukungan yang begitu kuat dari Bapak Presiden SBY untuk kelahiran mobil listrik itu. Saya juga bertekad untuk tidak mengecewakan para rektor yang telah membeberkan hasil riset mereka yang mendalam mengenai mobil listrik tersebut.

Sepanjang perjalanan pulang dari istana, saya banyak tersenyum. Di samping karena mobnas listrik sudah masuk istana, dalam sidang kabinet sore itu Presiden SBY juga menggunakan bahasa terang: Seluruh menteri dan anak buahnya, termasuk seluruh jajaran BUMN, tidak boleh main kongkalikong dengan DPR soal anggaran negara!

Saya akan kian tegas menerapkan penegasan Presiden SBY itu ke dalam jajaran BUMN!

Hari kelima, Jumat, 13 Juli 2012, uji coba dimulai pukul 05.00: menuju Monas. Setelah berolahraga, saya mencoba lagi tanjakan di halaman Kementerian BUMN beberapa kali. Tidak ada masalah. Lantas, saya bawa mobnas listrik itu ke PLN pusat dan saya tinggal di situ. Begitu banyak teman PLN yang mencobanya: Dirut Nur Pamudji, Direktur Murtaqi Syamsudin, Direktur Harry Jaya Pahlawan, dan seterusnya.

Selama lima hari uji coba, rasanya persoalan tanjakanlah yang terberat. Kalau persoalan itu terpecahkan, kita benar-benar menaruh harapan akan proyek tersebut. 

Benar kesimpulan penelitian UI, UGM, ITB, ITS, dan UNS yang disampaikan di sidang kabinet di Jogjakarta dua bulan lalu: sudah saatnya mobil listrik harus diproduksi. Sekarang juga.

Setelah lima hari uji coba itu, saya selalu membayangkan: alangkah sehatnya hidup ini kalau tidak harus menghirup asap knalpot yang begitu tebal setiap hari. Alangkah leganya napas kita kalau semua kendaraan beralih ke listrik. Langit Jakarta akan cerah lagi. Paru-paru akan bernapas lega.

Dan, tidak akan ada lagi demo BBM yang begitu masif dan begitu ributnya!

Bus listrik LIPI sudah lahir dengan sempurna. Saya sudah mencobanya dengan kesimpulan yang meyakinkan: sudah andal di tanjakan. Mobil listrik Ahmadi sudah lima hari diuji coba. Tiga minggu lagi lahir pula tiga mobil listrik berikutnya.

Era mobil listrik Indonesia segera tiba! (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
    1. 13.10.2012,
      08:22
      nia
      good pak, cacatan bpk, bisa memberikan wawasan dan inspirasi bagi kami anak mudah bangsa yang meneruskan estafet ke depan, untuk Indonesia terci
    2. 15.09.2012,
      22:14
      xMsbFBztdsAQZroC
      Hejsan Anders!Vi e4r ett par som e4r intresserade av hus i Sydfrankrike. Vi kmmoer e5ka ner till Frankrike under tve5 veckor i slutet pe5 juni och tanken e4r att titta pe5 olika alternativ avseende huskf6p. Hittade din sida via google och skulle ge4rna fe5 kontakt med dig ff6r eventuella visningar framf6ver. Hf6r av dig!Med ve4nliga he4lsningarJoel Hallstrf6m From mobile
    3. 10.08.2012,
      07:30
      winarno zain
      BRAVO...DIS for RI 1.
    4. 02.08.2012,
      16:15
      samsul bahri
      menteri yang lain gimana nih apa ada trobosan kejutan-kejuatan seperti dahlan Iskandar???
    5. 02.08.2012,
      16:15
      samsul bahri
      menteri yang lain gimana nih apa ada trobosan kejutan-kejuatan seperti dahlan Iskandar???
    6. 29.07.2012,
      17:38
      Hendro Hermanto
      Saluut dan Hormat kami rakyat kecil kepada Pemimpin Sejati yang sungguh berpikir untuk Negara dan Rakyat Nya. Bangsa Indonesia masa depan cerah..
    7. 28.07.2012,
      21:54
      nia
      alhamdulillah gak ada demo kenaikan BBM....jangan sampek ADA demo KENAIKAN tarif
      LISTRIK YaCH..PAK...WK...WK...semangat tetap ber kreasi...
    8. 28.07.2012,
      07:47
      rebo
      yahut
    9. 27.07.2012,
      20:09
      rinto
      SELAMAT: semoga selalu siap di segala medan
    10. 27.07.2012,
      13:49
      oppa mai
      selamat pak sy bangga dgn keberhasilan moblisnya semoga cpt produksinya dan murah pak godlukporyou sirr
    11. 27.07.2012,
      07:50
      alby n
      mobil listrik plth = tokcerrrrr
    12. 27.07.2012,
      02:00
      anto
      Pak Dahlan mau tanya apa benar kalo baru mandi dan keramas tdk boleh kendarai mobil listrik itu karena bisa kesetrum? Mohon informasinya ya pak From mobile
    13. 26.07.2012,
      22:51
      rustee
      @teguh teguh <- Sampeyan harus banyak banyak baca Mas/mbak/Bu/Pak heheheheeee
    14. 26.07.2012,
      21:41
      anak sekolah
      kapan indonesia mau maju kalo tiap semester gontaganti buku padahal penerbitnya sama
    15. 26.07.2012,
      09:53
      Edward
      Selamat pak Dahlan! Semoga Indonesia bisa maju seperti Jerman dan Jepang ya pak!
      http://www.sleetherz.com
    16. 26.07.2012,
      09:09
      teguh teguh
      saya yakin ini bukan tulisan asli pak DIS. ini pasti hasil tulisan orang yg mengidolakan pak DIS. tapi okelah ....hidup mobil listrik From mobile
    17. 25.07.2012,
      18:24
      bejosarwo
      harga baterai-nya berapa persen harga mobil ya...
    18. 25.07.2012,
      12:28
      Mamay
      PR mobilnya anggap saja sudah beres. Selanjutnya PR listrik dan tarifnya. Info aj.. masih ada daerah tanpa listrik
    19. 25.07.2012,
      07:20
      mochtar
      mobilnya mogok....ya dicharge.lha pak dhe magetan ki....charge'e saka ngendi yaaa..... jan dahlan bangeeett
    20. 25.07.2012,
      06:42
      herimoko@skakmat
      Setuju sma Ammank
    21. 24.07.2012,
      18:29
      tabang
      asal jangan pungguk merindukan bula aje..
    22. 24.07.2012,
      16:42
      insisible
      Nah saya jd tertular virus bapak'merananya hati'sebab puasa twiter sama pak dahlan,saking kesalnya sy ke gramedia matahari mal di cirebon,hunting bukunya dahlan iskan,dapat4 apa mo tmbh lagi? Dasar wartawan lagi sakitpun bisa2nya
      comercialkan From mobile
    23. 24.07.2012,
      11:27
      par
      Siiip kalo produksi massal harga lebih murah pak.atau pemerintah mensubsidi krn produk ramah lingkungan From mobile
    24. 24.07.2012,
      06:02
      Guru Umar Bakri
      Jangan putus asa, coba lagi dan coba lagi. Thomas Alfa Edison bisa membuat lampu listrik. harus melakukan percobaan ratusan kali.
    25. 24.07.2012,
      05:33
      Amy
      Semangat Indonesia :D
    26. 24.07.2012,
      01:11
      danang
      SELAMAT. TOLONG DICOBA DIGABUNG LISTRIK TENAGA HAMPA. PATENT TLG DIJAGA From mobile
    27. 24.07.2012,
      01:01
      danang
      Selamat atas keberhasilan mobil listrik. Tolong terus dikembangkan.USUL MOHON DICOBA DIGABUNG DG PENEMUAN LISTRIK TENAGA HAMPA temuan putra Indonesia dari pujon malang. Moga bisa direalisasikan MOBIL LISTRIK TANPA CHARGE. dan tolong pak DI dijaga patennya biar tdk dicuri phak luar yg suka mengklaim.MAJU INDONESIA From mobile
    28. 23.07.2012,
      23:51
      rustee
      Muaaannnntttaaaappp Heheheheee Kebiasaan ngejar Deadline di JP sampe dibikin kudut muka kang Dasep.
      Buat Aria Bima jangan cuma bisa nungging dan banyak bacot, sebaiknya baca ini ya:'dalam sidang kabinet sore itu Presiden SBY juga menggunakan bahasa terang: Seluruh menteri dan anak buahnya, termasuk seluruh jajaran BUMN, tidak boleh main kongkalikong dengan DPR soal anggaran negara!'
      From mobile
    29. 23.07.2012,
      22:09
      tomien
      Bukan mobil listriknya yg aku salut, tapi idea cemerlang yg diwujudkan secara nyata dan di kumunukasikan dg tepat kpd rakyat, itu lo yg siiip!
    30. 23.07.2012,
      19:00
      Dani
      Tidak ɑϑǟ kata terlambat...saya bangga kepada negeri ini...selamat berkarya teman From mobile
    31. 23.07.2012,
      18:43
      sahid
      sistem go with charge jg bisa tuh pak...maksudnya jalan sembari ngisi energi, misal ada smacam mini turbin tambahan yg dgerakkin akibat gaya putar roda dll
      pak Dasep nangkep kayakx...just idea
      jaya INDONESIA From mobile
    32. 23.07.2012,
      17:33
      rhizal kuansing
      ayo maju bangsaku....mulai benahi bangsa ini dengan ide2 cemerlang.....bravo pak DIs saya dukung anda jadi R1
    33. 23.07.2012,
      14:38
      Volta
      Harusnya prioritas pertama pada bus Transjakarta saja yg dibikin jadi listrik dan semua mobil dinas pemerintah pakai mobil listrik. Jika sukses, rakyat akan melihat dan membeli mobtrik tsb. Presiden dan jajarannya harus kasih contoh dan teladan nyata lebih dulu. Kalau Pak DI pasti saya yakin mau, tapi yg lain? From mobile
    34. 23.07.2012,
      14:38
      Asbun
      Kalo bisa sih ada subsidi mobil listrik untuk rakyat Indonesia ( siapa tahu bisa )
    35. 23.07.2012,
      13:40
      bambang fajar
      ayo maju terus bangsaku.sesuai semboyan 'kita bisa' majuuuuuuuuuuu From mobile
    36. 23.07.2012,
      13:05
      DWI RIYANTO Y
      Yth. Pak DIS
      Mohon, untuk pengembangan SEPEDA MOTOR LISTRIK.
      terimakasih
    37. 23.07.2012,
      12:22
      ammank
      mari garudaku ciptakan lg yang baru gimana kl pesawat sederhana
      listrik.. biar papua bs maju......bravo Indonesiaku.
    38. 23.07.2012,
      10:48
      ucok
      Sudah terlalu lama kita menjadi bangsa pemakai. HP juga sebenarnya gampang membuatnya. Tergantung apakah ada kemauan apa tidak....
    39. 23.07.2012,
      10:39
      haryawan wahyu
      tinggal tunggu 'ndaru mawon '
      pulung sampum wonten ...
      DI 4 RI 1
    40. 23.07.2012,
      10:22
      Eko
      Cak DIS...
      Lebih siipppp lagi kalo dibuatkan converter dari mobil BBM konvensional menjadi mobil listrik Cak !!!!
      Hemat biaya, lebih praktis....
    41. 23.07.2012,
      09:29
      yanto
      kalo harganya sdh dipatok 200 juta...podo ae karo goroh cak...
    42. 23.07.2012,
      09:21
      Abu Rosyid
      Luar biasa terobosan yg sangat cantik. Terus percantik Pak DIS shg layak segera dijual, saya yakin kita mampu.....!
    43. 23.07.2012,
      08:51
      bocah jember
      pesen satu, dikirim ke jember ya pak dis From mobile
    44. 23.07.2012,
      08:21
      Muh. Arifin
      Jangan Takut pak, Namanya uji coba pasti ada yg blm sesuai dgn rencana. Semoga mobil listrik Bisa. Doa anak bangsa menyerta ikhtiar Pak DIS.
    45. 23.07.2012,
      08:09
      Choiruman
      Hidup P.DIS hidup Bapak MLN (mobil listrik Nasional)
    46. 23.07.2012,
      08:06
      Awang Miladana
      Tetap low pro high pro. Semoga Allah melindungi From mobile
    47. 23.07.2012,
      07:08
      daswir tanjung
      patut kita acungkan jempot kepada Bapak Dis yg selalu berusaha mengujudkan mobil listrik Nasional guna mengurangi penguna BBM dijl raya.
    48. 23.07.2012,
      07:03
      akang
      Mantap pak DI, teruskan pak. Kalau bisa harganya dibawah 100 juta, jika sudah diproduksi. DI for RI-1
    49. 23.07.2012,
      06:59
      herimoko@skakmat
      Mantabbb...... teruskan pak, penasaran bentuk jadinya mobil listrik yang di garap kupu-kupu malam jogja, kapan nih uji cobanya ? buruuuuaannn........
    50. 23.07.2012,
      06:36
      kang doel
      langkah2 yg diambil oleh p dahlan memang terasa mbedani/berbeda dg pejabat yg lain. Tp itulah yg bikin rakyat angkat topi buat beliau. Moga2 tetap rendah hati From mobile
    51. 23.07.2012,
      05:52
      enar
      Kalo dikombinasi dg panel surya makin top markotop. Dari, oleh dan untuk alam.
      Tetap semangat P'DIS From mobile
    52. 23.07.2012,
      05:29
      ndoro muda
      TOP MARKOTOP From mobile
    53. 23.07.2012,
      05:15
      wawan
      pesimisme memang sangat mudah 'menjangkit' pak.. (Kebanyakan) org yg suka dgn kegagalan org lain,kalo ga 'sirik','miskin inovasi','penggerutu', ya memang, pada dasarnya sifat ybs juelek.. Poll!
      Go green pak dis! From mobile