Senin, 22 Desember 2014 | 04:32:28
Home / Olahraga / Sepakbola / Klub Tetap Tak Beri Izin

Rabu, 01 Agustus 2012 , 05:40:00

KLUB-klub ISL bergeming. Mereka menyatakan tetap tidak memberi ijin kepada pemainnya untuk bergabung dengan timnas.

"Saat ini masih dalam rekonsiliasi dan kami masih menunggu arahan dari Joint Committee (JC). Makanya pemain belum kami izinkan untuk bergabung bersama timnas PSSI Djohar Arifin. Namun jika mereka tetap datang ya itu bagian dari pembangkangan," kata Hendri Zainuddin, Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri yang membawahi Sriwijaya FC.

Hendri mengungkapkan, sebelum berangkat latihan Ponaryo Astaman sempat menelepon minta izin namun dia tetap tidak mengizinkan. Sementara, Firman tidak memberikan kabar. 

"Kami terus melakukan koordinasi dengan PT Liga Indonesia dan Pak La Nyalla (Mattalitti) terkait keputusan Ponaryo dan Firman. Yang pasti, keduanya tidak patuh dengan instruksi klub. Tentu akan ada sanksi untuk mereka. Kita lihat, jika tanggal 4 tetap main, maka sanksi pasti akan kami berikan," sambungnya.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono menyikapi bergabungnya beberapa pemain ISL itu ke timnas dengan santai.  "Kami buat ringan saja, Karena pemain sampai last minute dialog dengan saya minta pendapat," ungkap Joko. Menurut pria asal Ngawi ini, setelah dialog PT Liga tidak pernah memberikan izin kepada Bambang Pamungkas dan kawan-kawan  untuk bergabung dengan timnas.

Joko menyatakan, dalam situasi seperti ini yang dibutuhkan adalah empati dan pemahaman satu sama lain. "Tapi kalau pemain putuskan lain tentu klub yang akan mengambil sikap karena itu kewenagan mereka. Saya menganggap para pemain itu sudah dewasa dan punya kecakapan untuk membuat pertimbangan," sambungnya. 

Dia menyatakan PT Liga tidak akan pernah menghalangi pemain jika situasinya normal. "Tadi saya bilang  kepada Bepe (Bambang Pamungkas ) dkk bahwa kami tidak pernah halangi pemain untuk gabung  ke timnas jika kondisinya normal. Dalam situasi seperti ini mestinya pemain dan klub harus timbang rasa. Harus saling pahami situasinya," beber Joko Driyono. (ali)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 02.08.2012,
          11:27
          putri
          saya sangat kagum dgn BP, tp kenapa BP kali ini tidak profesional..??
        2. 02.08.2012,
          08:00
          jpret
          becik ketitik olo ketoro, smakin hari smakin kebuka sj, siapa yg buta slama ini ... UDD <ujug-ujug DUIT>
        3. 02.08.2012,
          06:11
          asyik
          ga lain komentarnya pasti demi merah putih,rasa nasionalisme,ga ada komentar lain emang,mang main bola aja ya,pusing..................... ........
        4. 02.08.2012,
          01:42
          anti la nyala
          orang yg menghalangi pemain demi bangsa dan negara adalah pengkianat bangsa...,sebaiknya orang2 spt minggat aja dr bumi indonesia
        5. 01.08.2012,
          15:19
          kin
          La nyalla ... dlm bahasa madura berarti .... suka mencari masalah
        6. 01.08.2012,
          14:01
          NQ
          Pemain emangnya pemilik klub, mereka berhak membela negaranya,
          kaya klub bayar gajih pemainnya benar aja..kasihan deh pemain jadi korban
        7. 01.08.2012,
          10:35
          joyo
          no reken...PT. LI
        8. 01.08.2012,
          09:52
          sean
          SY NGIKUT BAMBANG PAMUNGKAS..KL DIA DATANG BERARTI KLUB HRS MENGHORMATINYA.
        9. 01.08.2012,
          08:11
          Iwan kurniawan
          Saya setuju sama PT.Liga From mobile
        10. 01.08.2012,
          08:07
          cinta damai
          dasar gk punya nasionalisme, masak mau bela merah putih kok gk boleh, otak sekali kali dipakai dunk, untuk pemain isl teruskan langkah kalian.

        此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

        获取 Adobe Flash Player