Minggu, 21 Desember 2014 | 11:04:29
Home / Ekonomi / Produk / 2.107 SPBU Jawa Bali Layani Pertamax

Rabu, 01 Agustus 2012 , 06:43:00

JAKARTA - Mulai hari ini, pembatasan konsumsi BBM bersubsidi berlaku untuk seluruh wilayah Jawa dan Bali. Artinya, kendaraan dinas pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan TNI/Polri dilarang mengonsumsi BBM bersubsidi.

Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, Pertamina selaku distrbutor BBM sudah siap mendukung pemberlakuan pembatasan tersebut melalui penyediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang bisa melayani pembelian BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Plus. "Saat ini, sudah ada 2.107 unit SPBU di Jawa Bali yang siap melayani Pertamax," ujarnya usai inspeksi kesiapan BBM Puasa dan Lebaran di Jakarta kemarin (31/7).

Menurut Karen, dari total 3.083 unit SPBU di Jawa Bali, sebagian memang belum bisa melayani pembelian Pertamax, namun demikian jumlah 2.107 unit SPBU tersebut sudah meng-cover seluruh wilayah Jawa-Bali. "Jadi, sudah bisa jalan lah," katanya.

Meski demikian, lanjut Karen, Pertamina berjanji untuk meningkatkan jumlah SPBU yang bisa melayani pembelian Pertamax. Misalnya, saat ini sudah ada 697 unit SPBU yang dalam waktu singkat bisa segera di-switch dengan cara mengalihkan salah satu tanki pendam yang selama ini untuk menampung Premium, diganti dengan Pertamax. "Adapun 297 unit SPBU lainnya memerlukan investasi baru untuk Pertamax," jelasnya.

Menurut Karen, hasil evaluasi pelaksanaan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi di wilayah Jabodetabek mulai 1 Juni 2012 lalu menunjukkan bahwa konsumsi Pertamax pada Juni sudah naik 16 persen dibandingkan bulan Mei.

"Konsumsi Pertamax kami perkirakan akan terus meningkat seiring dengan penerapan kebijakan tersebut, apalagi melihat tren harga minyak yang stabil dan cenderung turun," ujarnya.

Terkait dengan potensi lonjakan konsumsi Pertamax tersebut, Karen mengatakan, stok Pertamax dan Pertamax Plus dalam kondisi aman karena rata-rata stok mampu memenuhi kebutuhan untuk 67 hari ke depan.

"Untuk mengantisipasi naiknya konsumsi Pertamax karena pembatasan dan momen mudik Lebaran, kami juga siap melakukan pengalihan fungsi sementara pada sebagian tangki pendam dan mobil tangki Solar ke Premium atau Pertamax selama masa Lebaran," paparnya.

Ketua Tim Nasional Pengendalian Penggunaan BBM Subsidi Hadi Poernomo menambahkan, berdasar pantauan di berbagai daerah hingga kemarin, seluruh Jawa Bali sudah siap. Menurut Hadi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina dalam hal sosialisasi pengawasan pemberlakuan program pembatasan.

Selain petugas dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), petugas SPBU memang akan menjadi ujung tombak dalam pengawasan. "Mereka siap mencatat kendaraan dinas yang nekat membeli BBM bersubsidi," katanya.

Sementara itu, selain pengamanan pasokan BBM, Pertamina juga akan melakukan pengamanan pasokan elpiji untuk kebutuhan masyarakat selama Lebaran. Diperkirakan, konsumsi elpiji selama H-30 hingga H+30 Lebaran tahun ini meningkat sekitar 4 persen di atas rata-rata permintaan normal harian.

Terkait kesiapan jelang arus mudik dan arus balik, Karen mengatakan, mulai H-15 hingga H+15, Pertamina akan membuka layanan SPBU 24 jam di sepanjang jalur Pantura Jawa, Selatan Jawa, arah Merak, dan Lampung. "Selain menyiapkan kantong-kantong Premium di 53 titik SPBU, Pertamina juga akan melakukan pengaturan pembedaan jalur pelayanan antara motor dan mobil, serta menyediakan SPBU transit khusus sepeda motor sebanyak 141 titik SPBU," pungkasnya. (Owi/nw)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar