Kamis, 24 April 2014 | 20:36:30
Home / Nasional / Politik / Pembantaian Muslim Rohingya Bisa Memacu Konflik di ASEAN

Rabu, 01 Agustus 2012 , 09:48:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Presiden Parlemen Perempuan Dunia, Nurhayati Ali Assegaf, mengatakan bahwa tragedi pembantaian warga muslim Rohingya adalah sebuah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Karena itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR itu mengingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak menyepelekan tragedi kemanusiaan pembantaian warga muslim Rohingya di Arkana, Myanmar yang menelan banyak korban nyawa tak berdosa itu.

"PBB jangan anggap ringan kasus Rohingya ini," tegas Nurhayati Ali Assegaf kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/8).

Nurhayati juga meminta PBB tidak melokalisir masalah hanya menganggap sebatas kejadian di Myanmar. Tetapi, PBB harus melihat kejadian itu secara utuh. "PBB juga harus melihat ASEAN secara kesuluruhan dalam kasus tersebut," katanya.

Nurhayati mengingatkan, PBB juga harus dilihat bahwa kasus pembantaian tersebut sebagai pelanggarann HAM berat. "Bila PBB hanya melihat sebatas masalah agama dan hanya terjadi di Myanmar, maka akan menimbulkan masalah baru di kawasan ASEAN," kata Nurhayati.

Kembali dia mengingatkan, jangan sampai masalah Rohingya jadi konflik di kawasan ASEAN karena mayoritas negara-negara di Asean adalah Islam. "Ini bisa menimbulkan pertikaian sesama negara ASEAN," tegasnya.

Dengan kapasitasnya sebagai Presiden Parlemen Perempuan dunia, Nurhayati akan membawa agenda Rohingya ke sidang extraordinary meeting dari Eksekutif committee IPU yang berlangsung 28 hingga 31 Agustus 2012 di Jenewa, Swiss.

Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq mengatakan, fraksinya akan berkunjung ke Rohingya dan akan bertemu dengan tokoh-tokoh Islam dan pemerintahan Myanmar.

"Fraksi PKS akan berkunjung ke Rohingya pada 2 hingga 4 Agustus 2012. Ini sebagai bentuk keprihatinan kita terhadap kasus tersebut," kata Mahfudz.

Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), itu menambahkan, namun sampai saat ini, belum ditentukan nama-nama yang akan berangkat.

"Sementara Komisi I DPR RI akan ke Rohingya sekitar bulan September mendatang," tambah Mahfudz. (boy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 13.09.2012,
        16:39
        Mr.Nunusaku
        Saat muslim berjihad di Maluku mereka tak mampu menghadapi pasukan merah, apalagi mau berjihad di Nyanmar...? pasti mereka disembeleh seperti tikus-tikus islam di Gaza oleh Jahudi
      2. 06.09.2012,
        15:44
        Mr.Nunusaku
        Bagaimana dengan Surya...?
        Presiden Assad ingin tetap berkuasa dan dia tetap membanta muslim dinegaranya sudah hampir 8000 muslim dibanta kematian muslim di Surya agja tak dapat dihentikan....mengapa harus perhatikan muslim di Nyanmar..?
      3. 29.08.2012,
        20:18
        Leny
        Pbb menganggap hal itu sepele karna.g mau dah tik aku ngomong
      4. 27.08.2012,
        11:41
        Gajah Mada
        jangan coba2 utk berjihad ke Myanmar, krn akan menambah korban umat muslim dimuka bumi ini, wahai bangsaku bijaksanalah jangan sok jagoan, teliti dulu apa masalahnya....!! jgn mudah terpancing.
      5. 15.08.2012,
        11:17
        bagusbejo
        sudah saatnya ummat islam punya satu orang pemimpin islam u/seluruh dunia seperti video sejarah islam yg qta saksikan tiap pagi di MNCTV
      6. 12.08.2012,
        08:07
        Suendrizal
        SALUT buat Ibu Nurhayati, memang diperlukan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Tapi kapan mau Myanmar?
      7. 09.08.2012,
        16:34
        gusnarko
        SEHARUSNYA AGAMA MENYELAMATKAN UMAT
        BUKAN UMAT MENYELAMATKAN AGAMA
      8. 08.08.2012,
        08:00
        achmad 'ibnu atho'illah
        Abah..

        Hanya karena diberi embel2 LABEL AGAMA itulah yg bs menyebabkan pertikaian jd bertambah meluas keluar Myanmar
        Dasar BODOH..!! From mobile
      9. 08.08.2012,
        07:40
        mohammad [Abah Mblitar]
        Agama yg di Myanmar sm dg Agama di Indonesia
        tapi Orangnya yg tdk sama, jd oknum pemicu jgn lantas diatas namakan agama bsa jd Perang Dunia III
      10. 08.08.2012,
        07:21
        mohammad [Abah Mblitar]
        'Ini bisa menimbulkan pertikaian sesama negara ASEAN,' tegasnya

        JIKA DILUAR MYANMAR IKUT2AN KONFLIK ARTINYA MRK BLM DEWASA MSH KAYAK ANAK KECIL