Senin, 21 April 2014 | 19:12:01
Home / Nasional / Politik / Myanmar tak Layak Pimpin ASEAN

Rabu, 01 Agustus 2012 , 10:06:00

RELATED NEWS

JAKARTA - Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq mengatakan bahwa jika Myanmar tak mampu menyelesaikan masalah dan tetap arogan terhadap warga muslim Rohingya di Arkana, maka Myanmar tak layak memimpin ASEAN.

"Jika arogansi dalam pembiaran diskriminasi dan kekerasan terhadap kaum minoritas di Arakan tidak mereka hentikan, Myanmar tidak layak memimpin Asean 2012," ungkap Mahfudz, Rabu (1/8).

Meski begitu, Mahfudz Siddiq menyarankan Myanmar untuk mengambil peluang dengan membuktikan sebagai negara demokratis sejati yang menghormati HAM sebagaimana telah ditunjukan oleh Aun San Suu Kyi. Mahfudz juga meminta kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri  melakukan langkah-langkah tegas dalam bentuk diplomasi.

Komisi I DPR, menurut dia, akan melihat ini sebagai salah satu indikator penting kesuksesan Kemenlu dan pertimbangan efektivitas manfaat penggunaan APBN yang dipercayakan rakyat pada kementerian yang dipimpin Marty Natalegawa itu.

Lebih jauh Mahfudz menyebutkan, Turki yang bukan bagian dari ASEAN, bisa menunjukkan kepeduliannya pada kaum minoritas di Arakan secara kongkrit. Bahkan, kata Mahfudz, Perdana Menteri Erdogan dan Menlu Ahmet Dovutoglu Turki secara terbuka di media internasional berulang mengajak komunitas internasional peka terhadap pembersihan etnis ini.

Dubes-dubes asal Turki juga memberikan pernyataan keras terhadap kebiadaban ini. "Bahkan, melalui akun twitter pribadi mereka," katanya. (boy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 12.08.2012,
        08:16
        Suendrizal
        Aung San Su Kyi itu RASIS pak. Gak ada yg bisa diharap dari dia. Segera aja Anda berangkat utk tunjukkan solidaritas.
      2. 10.08.2012,
        21:27
        pak de
        betul sekali, pak menlu mbok yo jangan ingah ingih..., segera ambil tindakan. Tujukan solidaritas sesama manusia sajalah..!!!
      3. 01.08.2012,
        11:28
        munir
        hubungannya apa pak myanmar dgn kinerja kemenlu?? klo ngritik itu ngaca dulu, anda saja trlalu bnyak kunker, kerjanya mana??