Kamis, 02 Oktober 2014 | 09:24:07
Home / Internasional / Asia / Krisis Listrik, Sebagian India Gelap

Rabu, 01 Agustus 2012 , 11:46:00

BERITA TERKAIT

NEW DELHI – Krisis listrik di India terus berlanjut dan memasuki hari kedua kemarin (31/7). Bahkan, kondisinya lebih buruk dibandingkan sehari sebelumnya. Tiga jaringan interkoneksi regional dilaporkan kolaps kemarin.  Akibatnya, gangguan dan pemadaman listrik terjadi di lebih dari separo wilayah India. Seluruh aktivitas di negeri berpenduduk 1,2 miliar jiwa itu pun terhenti alias lumpuh.

Sekitar 620 juta jiwa warga negeri Perdana Menteri (PM) Manmohan Singh tersebut terkena langsung dampaknya. Mereka terpaksa hidup dalam gelap dan tak bisa melakukan sejumlah kegiatan.

’’Jaringan listrik di utara, timur laut, dan timur rusak. Kami terus bekerja keras untuk memperbaikinya segera,’’ ujar Naresh Kumar, juru bicara Powergrid Corporation of India Ltd, BUMN listrik di India.

Di depan wartawan, Menteri Listrik Federal Sushikumar Shinde mengungkapkan bahwa gangguan dan pemadaman listrik secara besar-besaran terjadi pukul 13.00 waktu setempat (pukul 14.30 WIB) di tengah kesibukan jam kerja.’’Penyebabnya adalah konsumsi listrik yang telah melebihi batas,’’ tuturnya..

Gangguan itu berdampak langsung pada transportasi dan infrastruktur.  Di New Delhi, ibu kota India, layanan kereta api metro langsung terhenti. Seluruh lampu lalu lintas juga padam. Akibatnya, terjadi gangguan dan kekacauan yang meluas.

Situasi kian memburuk setelah jaringan interkoneksi di utara pada Senin lalu (30/7) terganggu dan mengakibatkan pemadaman terburuk di India selama lebih dari satu dekade. Berdasar kalkulasi kantor berita Agence France-Presse, secara total 20 di antara 28 negara bagian di India terkena dampak gangguan listrik tersebut kemarin.
Otoritas terkait langsung memerintahkan para masinis menghentikan semua kereta metro yang mereka operasikan di stasiun-stasiun terdekat. ’’Tidak boleh ada penumpang yang naik hingga listrik diperbaiki dan pulih,’’ kata seorang jubir perusahaan kereta api.

Akibatnya, para penumpang terlantar. Padahal, jaringan kereta metro di India melayani dan mengangkut dua juta orang setiap hari. Sumber di pemerintahan menyatakan bahwa sekitar 400 kereta api yang biasa beroperasi di jalur nasional terkena dampak langsung dari gangguan listrik itu.

Pada Senin lalu, jaringan listrik interkoneksi di utara mengalami gangguan selama enam jam sesaat setelah pukul 02.00 waktu setempat (pukul 03.30 WIB) saat warga masih terlelap. Gangguan listrik ketika itu pun langsung membuat  seluruh transportasi terhenti. Sempat teratasi beberapa saat, gangguan kembali terjadi dan meluas ke sembilan negara bagian. Termasuk, New Delhi dan Negara Bagian Delhi.

Selama blackout Senin lalu, sejumlah rumah sakit besar dan bandara masih bisa beroperasi dengan menggunakan tenaga listrik darurat sebagai pendukung. Tetapi, layanan kereta api sama sekali terhenti.

Di timur India, Kota Kolkata tak mendapat suplai listrik. Begitu pula halnya Negara Bagian Bengali Barat. Pasalnya, jaringan listrik interkoneksi di wilayah timur tidak dapat beroperasi. Kerusakan jaringan yang menyuplai listrik di lima negara bagian itu disebabkan oleh tingginya beban akibat kelebihan konsumsi listrik.

’’Ini merupakan krisis listrik terburuk di wilayah kami. Sebelumnya, kami menyuplai listrik ke jaringan di utara.  Pembagian suplai listrik justru mengakibatkan gangguan,’’ papar Manish Gupta, menteri urusan listrik Negara Bagian Bengali Barat.

Proses yang sama tampaknya juga mengganggu jaringan listrik di timur laut. Di daerah ini, jaringan langsung kolaps sesaat setelah terjadi masalah pada jaringan listrik di timur.

’’Ini merupakan krisis listrik yang luar biasa besar. Kami masih bekerja keras untuk memperbaikinya. Di sejumlah negara bagian terjadi kelebihan konsumsi listrik sehingga mengakibatkan gangguan di timut dan utara India,’’ ungkap seorang pejabat senior di kementerian urusan listrik di New Delhi. Sekitar 350 juta rumah tak dialiri listrik saat ini.

Krisis listrik langsung berdampak pada berbagai sektor ekonomi dan kehidupan warga. Smriti Mehra, teller kantor cabang Bank Of India di New Delhi, menyatakan bahwa gangguan listrik telah mengakibatkan kekacauan di tempat kerjanya.

’’Server utama kami langsung mati. Kami terpaksa minta para nasabah pulang. Sebab, internet mati. Tidak ada yang berfungsi. Semua peralatan di kantor kami juga mati total,’’ paparnya.

India termasuk negara yang rawan terkena krisis listrik. Biasanya konsumsi listrik melonjak tajam ketika musim panas tiba. Hal itu terjadi, antara lain, karena penggunaan pendingin ruangan dalam jumlah yang lebih besar.

Menteri Listrik Sushikumar Shinde telah memerintahkan penyelidikan terkait gangguan listrik itu. Dia menyatakan bahwa kerusakan total seluruh jaringan di utara India kali terakhir terjadi sekitar 10 tahun lalu. Berdasar dugaan awal, kerusakan diperkirakan akibat sudah tuanya jaringan listrik di sebagian wilayah India. Informasi terbaru menyebutkan bahwa Shinde telah dialihtugaskan dari jabatannya. (AFP/CNN/cak/dwi)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar