Sabtu, 23 Mei 2015 | 06:41:26

Rabu, 01 Agustus 2012 , 17:07:00

JAKARTA--Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang telah berlangsung sejak 30 Juli 2012 lalu dinilai tidak berkualitas. Hal tersebut terlihat dari bobot soal yang diujikan dan dikerjakan oleh para guru-guru yang mengikuti UKG.

"Soal yang diujikan tidak berkualitas. Terlalu umum, sangat teoritis. Bahkan, soal pun banyak salah ketik dan tidak sesuai dengan kaidah bahasa (ejaan yang disempurnakan/EYD)," ungkap Sekretaris Jenderal Federasi Guru Seluruh Indonesia (FGSI) Retno Listyarti di Jakarta, Rabu (1/8).

Menurutnya, para peserta UKG juga banyak yang berpendapat bahwa soal yang diujikan tidak valid. Antara lain, lanjut Retno, ditemukan soal yang berbentuk pilihan ganda tapi pilihan jawaban yang sama.

"Ini tentu tidak seuai dengan prinsip-prinsip kaidah penulisan soal yang benar. Rekruitmen penulis soal ini akan kami pertanyakan mekanisme dan kriterianya," ujar Retno.

Retno mencontohkan, soal Sosiologi SMA yang berbunyi "....Perkelahian pelajar terus meningkat. Pelajar bersikap seperti preman. Konflik semacam ini harus diselesaikan dengan cara... A. Konsiliasi, B. Mediasi, C. Arbitrasi, D. Komunikasi ...".

"Soal ini menurut para guru tidak jelas arahnya. Dari 70 soal pengetahuan, ada sekitar 50 soal yang salah. Bahkan, ada soal dan pilihan jawaban mengenai teks bacaan, tapi tidak ada teks bacaannya," tukasnya.

Oleh karena itu, Retno meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan masalah ini. Dia tegaskan, kondisi UKG yang seperti ini menunjukkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tidak berkompeten menguji kompetensi guru.

"Kami melihat Kemdikbud justru tidak berkompeten untuk menguji kompetensi guru. Mulai dari koneksi gagal hingga soal-soal yang tidak berkualitas," imbuhnya. (Cha/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 

        此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

        获取 Adobe Flash Player