Minggu, 31 Mei 2015 | 03:33:16

Kamis, 02 Agustus 2012 , 21:21:00

JAKARTA – Politisi senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas, menegaskan sangat tidak setuju dengan spanduk pilkada berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). Kiemas pun yakin, calon gubernur Fauzi Bowo dan calon wakil gubernur Nahrowi Ramli, tidak akan berbuat seperti itu.

"Saya paling tidak setuju itu (spanduk berbau SARA). Saya rasa, Pak Fauzi sebagai nasionalis tidak akan berbuat itu. Pak Nachrowi juga tidak mungkin berbuat itu,” kata Kiemas, kepada wartawan, saat buka bersama di rumah dinasnya, kawasan Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (2/8).

Malah, suami Megawati Soekarnoputri itu khawatir ada orang tak bertanggungjawab yang memainkan isu SARA tersebut. Dia tidak menampik, adanya spanduk itu merugikan calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

“Yang rugi juga pak Jokowi diserang. Tapi, mungkin juga Pak Foke rugi. Dua pasangan ini kan nasionalis. Tidak mungkin mereka berempat berbuat begitu,” kata Taufiq.

Ketua MPR itu menambahkan, ada pihak lain di luar tim-tim kedua pasangan calon yang bermain. “Mereka mesti tau jangan dimanfaatkan. Nanti terpancing susah saja,” kata Taufik. Kata dia, daripada dibiarkan berlarut-larut lebih baik kedua pihak, Jokowi dan Foke bertemu untuk menyatakan tidak setuju adanya isu SARA itu.
 
“Kalau saya jadi Jokowi saya datangi Pak Fauzi. Kita bersama-sama cegah ini. Mesti ada keberanian dari dua pihak datang katakan tidak setuju adanya SARA,” katanya. “Berani tidak mereka berdua?. Kalau aku sih pasti berani. Mau ngomong empat pilar mesti berani,” bebernya. (boy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar