Kamis, 29 Januari 2015 | 11:20:32

Senin, 06 Agustus 2012 , 02:20:00

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Nurhayati Alie Assegaf, mengingatkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya lembaga ad hoc. Karena terkait tarik-menarik penyidikan dugaan korupsi simulator uji mengemudi antara KPK dengan Polri, Nurhayati justru meminta komisi pimpinan Abraham Samad itu bisa bersikap bijaksana.

Hal itu disampaikan Nurhayati saat ditemui di sela-sela buka puasa bersama di rumah KEtua Umum PD, Anas Urbaningrum di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (5/8) petang. "KPK ini lembaga ad hoc. KPK ada bukan karena kita tak percaya Polri," ucapnya.

Menurutnya, KPK dalam penegakan hukum memang hanya bertugas mencegah dan memberantas korupsi. Namun tanpa polisi dan jaksa, sebutnya, KPK tak akan bisa bekerja. "Dia pun tak bisa kerja kalau tak dibantu Polri dan kejaksaan," ucapnya.

Karenanya Nurhayato berharap KPK juga bisa bersikap bijaksana. "Sikapi ini dengan bijaksana. Jadi jangan diopinikan seolah ada kisruh dan konflik," ucapnya.

Sedangkan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum mengatakan, aturan yang sudah jelas sebnarnya tak perlu diperdebatkan. "Malah confused (bingung)," ucapnya.

Menurutnya, KPK dan Polri semestinya tidak bersaing. "Spiritnya yang diperkuat, bukan kontestasi," cetusnya.

Melihat pada pengalaman KPK Vs Polri pada 2009 yang lebih dikenal dengan istilah Cicak Vs Buaya, Anas mengatakan bahwa hal tersebut harus dipetik hikmahnya. "Jadi tinggal jalankan menurut ketentuan. Tidak perlu dorongan, tidak perlu intervensi," pungkasnya.(ara/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar