Selasa, 16 September 2014 | 09:56:43
Home / Olahraga / Liga Indonesia / PT.PP Tolak Pemutusan Kontrak

Senin, 06 Agustus 2012 , 09:01:00

BERITA TERKAIT

SURABAYA - Polemik mengenai status kerja sama PT.Persebaya Indonesia (PI) dan PT.Pengelola Persebaya (PP) terus bergulir. Setelah PT.PI ancang-ancang mengakhiri hubungan musim depan, PT.PP dengan tegas menolak hal itu. Kontrak kesepahaman keduanya ternyata berlangsung selama lima tahun.

Artinya PT.PP akan mengelola Persebaya hingga tahun 2015 mendatang. Kalaupun ada masalah soal kerja sama, PT.PP akan melaporkan kepada konsorsium, sebagai penyedia dana terlebih dahulu. Baru setelah dibicarakan di tataran konsorsium, nantinya akan diteruskan kepada PT.PI.

Hal tersebut dikatakan General Manajer Marketing PT.PP Dito Arief kemarin (5/8). Menurut Dito evaluasi hubungan kerja antara PT.PP dan PT.PI memang akan dilakukan. Namun PT.PI tak bisa dengan begitu saja memutuskan kontrak hubungan kerja yang masih menyisakan empat tahun itu.

"Karena memang dalam perjalanan musim kompetisi ini kan ada tambahan elemen yang masuk. Tadinya semua dijalankan oleh PT.PP. Lalu Pak Gede (I GedeWidiade, red.) masuk sebagai salah satu bagian di dalamnya. Proses perampungan laporan pertanggung jawaban sedang digarap," ujar Dito.

Menurut pria berusia 26 tahun itu beberapa nota keuangan perlu disinkronkan. Misal dana yang dikeluarkan oleh PT.PP dengan dana pribadi yang dari Gede sebagai CEO Persebaya. Dan dana pribadi Gede yang dikeluarkan menurut Dito besarnya mencapai Rp 3 Miliar. Bukan Rp 6-7 Miliar seperti yang digembar-gemborkan selama ini.

Menurut Dito, Direktur Utama PT.PP Dityo Pramono kemarin di Jakarta untuk menggelar pertemuan dengan Gede. Agenda yang dibereskan adalah mengenai sinkronisasi keuangan. Pasalnya ada beberapa pos keuangan yang semula disebut Gede menggunakan anggaran pribadi. Namun pada laporan ikut dilaporkan sebagai dana yang harus ditukar oleh konsorsium.

Di sisi lain, setelah mendapat tekanan dari beberapa pihak, PT.PP mulai memikirkan status para karyawannya. Setelah tak bayaran empat bulan, sebelum lebaran, pegawai PT.PP dijanjikan akan dilunasi haknya. "Katanya tanggal 15 Agustus, mas," ucap salah pegawai PT.PP yang enggan disebut namanya itu. (dra)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar