Rabu, 03 Juni 2015 | 14:30:31

Senin, 06 Agustus 2012 , 14:31:00

Tampak para pendukung Rhoma Irama saat menunggu Raja Dangdut diperiksa Panwalu DKI Jakarta. Foto: adil/JPNN
Tampak para pendukung Rhoma Irama saat menunggu Raja Dangdut diperiksa Panwalu DKI Jakarta. Foto: adil/JPNN
JAKARTA - Pemanggilan Rhoma Irama oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta diramaikan oleh puluhan massa pendukung. Sejak pukul 09.30 WIB, massa yang terdiri dari penggemar serta perwakilan berbagai ormas menunggui Rhoma di gedung Panwaslu DKI, Senin (6/8).

Massa pendukung menunggu pemeriksaan sambil memutar lagu-lagu hits sang Raja Dangdut. Lagu-lagu seperti "Adu Domba" dan "Hidup Tanpa Cinta" terdengar berulang-ulang dari pengeras suara yang mereka bawa.

Salah satu ormas pendukung adalah BlueForces. Organisasi tersebut merupakan salah satu pendukung pasangan cagub incumben, Foke-Nara.

BlueForces menyatakan dukungannya karena menilai apa yang dikatakan Rhoma tidaklah melanggar hukum. Menurut mereka, di semua agama juga diajarkan untuk tidak memilih pemimpin di luar agamanya.

"Kami setuju apa yang diomongin Bang Haji (Rhoma) sebab sesuai dengan Alquran. Lagian di semua agama juga sama ada yang seperti itu," ujar Sekretaris BlueForce Jakarta Barat, Mahfud saat berbincang dengan JPNN.

Mahfud yang saat ditemui sedang beristirahat sambil merokok dan minum bersama rekan-rekannya menilai bahwa ceramah Rhoma di Masjid Al Isra bukanlah kampanye. Rhoma dianggap hanya berceramah biasa dalam acara keagamaan.

Kedatangan Mahfud dan 15 anggota BlueForces lainnya ternyata bukan atas inisiatif sendiri. Ia mengaku bahwa kedatangannya diperintahkan oleh timses Foke-Nara.

"Kita disuruh Dipo (media center Foke Nara) ke sini buat dukung Bang Haji," ujarnya sambil menghisap sebatang rokok. (dil/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar