Rabu, 23 Juli 2014 | 06:39:12
Home / Pendidikan / 876 Pemuda Suku-suku Papua Masuk PTN

Rabu, 08 Agustus 2012 , 07:39:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Akses pendidikan tinggi bagi pemuda dari suku-suku di Papua mulai digenjot. Pada tahun ajaran sekarang, pemerintah merekrut 876 pemuda dari 250 suku di Papua untuk dikuliahkan di 32 perguruan tinggi negeri (PTN) seluruh Indonesia. Termasuk di kampus-kampus top seperti UI, IPB, ITB, UGM, dan ITS.

Program peningkatan akses pendidikan tinggi secara massal bagi anak Papua ini, baru pertama kali dijalankan meskipun kemerdekaan Indonesia sudah berumur 67 tahun. "Kita sambut baik. Karena selama ini jangankan masuk PTN, mimpi masuk PTN saja bagi mereka hampir tidak mungkin," tutur Ketua Mejelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) Idrus Paturusi kemarin (7/8).

Ratusan pemuda Papua tadi disebar dalam sejumlah program studi (prodi). Mulai dari prodi-prodi di rumpun Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Teknik (FT).

Idrus yang juga rektor Universitas Hasanuddin itu menuturkan, rekrutmen atau penerimaan para mahasiswa dari suku-suku di Papua itu dibedakan dengan mahasiswa umum lainnya. Para mahasiswa dari Papua itu masuk PTN melalui jalur khusus diluar jalur SNM PTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) maupun jalur mandiri kampus.

Menurut Idrus rekrutmen khusus untuk pemuda-pemuda Papua tadi cukup logis. "Kita tentu tahu bagaimana kondisi pendidikdan di sana," katanya. Jika para pemuda Papua tadi diikutkan dalam saringan SNM PTN mapun saringan mandiri kampus, sudah bisa dipastikan sebagian besar akan tersingkir.

Para calon mahasiswa dari Papua tadi juga mendapat keistimewaan lain dari sektor pembiayaan. Idrus mengatakan jika sebagian besar dari calon mahasiswa tadi sudah otomatis masuk dalam program beasiswa pendidikan mahasiswa berprestasi (Bidik Misi). Sehingga mereka sudah tidak terbebani biaya kuliah lagi. "Jadi mereka sudah tinggal memikirkan belajar dan belajar saja," ujarnya.

Dengan demikian, Idrus menuturkan perlahan tapi kualitas pendidikan masyarakat Papua bisa meningkat. Mengutip pernyataan koleganya di Universitas Cendrawasih (Uncen), Idrus mengatakan jika program ini merupakan salah satu dari rangkai proyek mengindonesiakan pemuda Papua.

Di tengah geliat yang menggembirakan ini, Idrus mengatakan jika seluruh pemuda Papua yang diterima kuliah di kampus negeri itu perlu mendapatkan treatment khusus. Dia menuturkan bahwa sebelum menjalani perkuliahan para mahasiswa dari Papua itu wajib menjalani sesi wawancara kemampuan terlebih dulu.

Jika dari hasil wawancara kemampuan ini ditemukan ada mahasiswa yang kualifikasi akademiknya jauh di bawah standar rata-rata mahasiswa baru, maka harus mengikuti perkuliahan matrikulasi dulu. Setelah lulus matrikulasi, baru dimasukkan dalam kelas reguler bersama mahasiswa umum.

"Tetapi jika hasil wawancara kemampuan tadi diputuskan bahwa kemampuannya sudah standar rata-rata mahasiswa umum, mereka bisa langsung kuliah reguler," tandas Idrus. Sebagai salah satu rektor yang kampusnya menjadi rujukan kuliah pemuda Papua itu, Idrus mengatakan akan melayani dengan optimal. Dia mengatakan kualitas penduduk Papua sudah saatnya digenjot supaya setara dengan pulau-pulau lainnya. (wan)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 20.08.2012,
        21:42
        Moh Basit
        Selamat belajar saudaraku.
        Semoga setelah lulus nanti, bisa bermanfaat utk kemajuan Papua khususnya, dan Umat manusia seluruhnya
      2. 20.08.2012,
        20:04
        petrus
        kuliah di luar negri spy kita percepat kemerdekaan papua sy sdh muak dgn org2 papua yg pikiran mcm org bodok mau bergabung dgn nkri pdhl cm jd budak sj harta kekayaan kita dirampas lapangan kerja jg tdk adil jd lebih baik kt merdeka sj spy mau jd apa k itu kt sendiri kt bs bebas berkarya di tanah kt sendiri tanah papua yg tercinta dr segi apapun kt beda 1000% dgn org indonsia, jd org papua yg msh berpikir tentang jabatn km stop sdh mari kt berpikir untuk anak cucu kita, amin TUHAN YESUS berserta kt org papua. From mobile
      3. 08.08.2012,
        16:53
        free papua
        Stlh lulus, pulang ke tnh kelahiran lalu perjuangkan kemerdekaan. From mobile
      4. 08.08.2012,
        09:33
        widigdo Sumarno
        Kebijakan ini memang harus disambut baik, tetapi juga jangan hanya Papua aja, harusnya By Kuliah di PTN/PTS harus bisa terjangkau semua rakyat