Selasa, 02 September 2014 | 23:50:38
Home / Nasional / Hukum / Angie Akui jadi Koordinator Anggaran Kemendiknas

Rabu, 08 Agustus 2012 , 20:41:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran Kemenpora dan Kemendiknas, Angelina Sondakh mengakui dirinya yang ditunjuk Komisi X DPR sebagai koordinator anggaran Kemendiknas saat duduk di Badan Anggaran DPR.

Sebagai koordinator, Angie bertugas membawa hasil keputusan komisinya perihal permohonan anggaran tentang pengadaan alat laboratorium dan pembangunan di sejumlah universitas negeri dibawah naungan Kemendiknas ke Banggar DPR.

"Orang yang ditugaskan untuk mewakili komisi X itu ibu Angie," kata Nasrullah menyampaikan pengakuan kliennya, di gedung KPK, Rabu (8/8).

Berdasarkan pengakuan Angie lagi, lanjut Teuku Nasrullah, tugas yang diemban kliennya selaku kordinator tidak tertuang dalam Surat Keputusan resmi. Melainkan hanya sebuah notulen rapat yang diputuskan bersama dalam sidang komisi.

"Kordinator tidak pernah ada SK. Hanya keputusan rapat biasa. Hanya notulen," terangnya.

Justru kubu Angie menuding pemerintah melalui Kemendikbud lah yang mengajukan permohonan anggaran untuk sejumlah universitas. Bukan, inisiatif komisi X DPR. Bahkan dalam usulan itu tidak disertakan nama-nama dan jumlah universitasnya.

"Tetapi, di dalam permohonannya tidak tertulis nama-nama dan jumlah univeristas. Cuma anggarannya saja," beber Nasrullah.

Dalam kasus ini, KPK telah memanggil sejumlah rektor universitas negeri untuk mendalami kasus ini. Diantaranya Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Herry Suhardiyanto, Rektor Universitas Haluoleo Sulawesi Tenggara, Usman Rianse, untuk diperiksa.

Istri Almarhum Adjie Massaid, Angelina Sondakh ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait penganggaran proyek wisma atlet di Kemenpora dan proyek pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di Kemendiknas.

Untuk proyek di Kemendiknas, nilai proyek yang diduga dikorupsi Angelina, diperkirakan mencapai Rp 600 miliar. Total nilai tersebut diperoleh KPK dari proyek pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di 16 universitas negeri yang tersebar di seluruh Indonesia tahun anggaran 2010/2011.

Diantara universitas dari total 16 perguruan tinggi yang meneri alokasi dana APBN itu ialah, IPB mendapat proyek Rp 40 miliar, Universitas Pattimura mendapat proyek Rp 35 miliar, dan Universitas Tadulako mendapat proyek Rp 30 miliar.(Fat/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar