Kamis, 02 Juli 2015 | 07:59:35

Kamis, 09 Agustus 2012 , 08:07:00

Suporter Persib, Bobotoh. Foto: Ramdhani/Radar Bandung/JPNN
Suporter Persib, Bobotoh. Foto: Ramdhani/Radar Bandung/JPNN
BANDUNG- PT Persib 1933 yang baru saja mendeklarasikan peresmiannya mengharapkan digelarnya rapat internal berupa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa untuk membicarakan dan mengkaji ulang saham yang dipegang PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB).

Seperti diketahui, pemegang saham utama PT PBB, yakni PT Suria Eka Persada yang dipegang Glen Sugita dan lima orang komisaris PT PBB, yakni Zaenuri Hasyim, Kuswara S Taryono, Iwan Hanafi, Umuh Muchtar dan Yoyo S Adireja.

Saat ini para pemegang saham itu mengantongi 70 persen saham, sedangkan kelima orang yang ditunjuk Walikota Bandung Dada Rosada hanya mendapatkan sisanya sebesar 30 persen saham. "Kami sudah meminta bantuan Pak Dada, untuk menyurati Pak Glen untuk secepatnya melakukan RUPS luar biasa, untuk membahas kembali soal saham," ucap Direktur Utama PT Persib 1933, Dudi Sutandi, kemarin (8/8).

"Kami ingin mempertanyakan, sejak 2008 munculnya konsorsium PT Suria Eka Persada yang menguasai 70 persen saham dengan kepemilikan 700 lembar saham. Sementara sisanya sebanyak 30 persen dipegang oleh 36 PS," sambungnya.

Ia mengungkapkan, menginginkan kejelasan dalam pembagian saham tersebut. "Kenapa Perserikatan yang telah membesarkan Persib selama puluhan tahun justru mendapat kepemilikan saham 30 persen dan kerjasama dengan konsorsium yang memiliki 70 persen saham tidak pernah melibatkan 36 PS," tandasnya.

Sementara, terkait upaya pengambil alihan 30 persen saham dari kelima orang komisaris PT PBB ini, salah satu pemilik saham, Kuswara S Taryono mengatakan, akan secepatnya membicarakan hal ini secara internal dengan jajaran komisaris lainnya.

"Ya, nanti akan kita bicarakan secara internal di PT PBB dengan pemilik saham yang lain. Saya belum bisa jawab lebih jauh sampai ada kejelasan seperti apa," singkat Kuswara saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Diberitakan sebelumnya, 36 klub/PS mantan anggota Persib Bandung mendeklarasikan pendirian PT Persib 1933 di Kantor Sekretariat Pengcab PSSI Kota Bandung Jalan Gurame No. 2 Bandung, Selasa (7/8). Persib 1933 bukanlah tandingan klub Persib Bandung. Melainkan wadah yang akan menampung aspirasi dan kepentingan 36 klub anggota Pengcab PSSI Kota Bandung. 

Dudi Sutandi, menjelaskan, PT Persib 1933 terbentuk atas kesepakatan 36 klub/PS dan sesepuh-sesepuh serta pecinta sepakbola Kota Bandung, dipicu karena pihak komisaris PT PBB, tidak juga memberikan angin segar terhadap keterlibatan 36 klub/PS anggota Persib.

Padahal, pihak komisaris PT PBB, kata Dudi, sudah sempat menjanjikan akan berkoordinasi dengan Pengcab, namun, hingga tiga musim bergulir janji itu tidak pernah terealisasi, hingga pembinaan seakan menjadi kehilangan wadah.

"Munculnya pemikiran membentuk PT Persib 1933, awalnya karena PS anggota Persib sudah tidak dilibatkan lagi dalam banyak hal. Tidak ada komunikasi dan nyaris tidak ada pengakuan akan keberadaan PS. Padahal sejatinya Persib lahir dan dibesarkan oleh 36 PS," jelasnya.

 “PT Persib 1933 hadir sebagai solusi alternatif guna memberdayakan para pemain binaan. Sudah tercatat dalam sejarah bahwa, pemain binaan Persib melahirkan banyak prestasi dan sejumlah pemain dengan label pemain Tim Nasional," terangnya lagi.

Dudi menambahkan, pendirian PT Persib 1933 juga guna memformalkan kerjasama antara konsorsium PT Eka Suria yang saat ini menjadi pemegang saham PT PBB dengan komunitas sepakbola Bandung yang tergabung dalam 36 klub/PS anggota Pengcab PSSI Kota Bandung.

"Pembentukan dan deklarasi Persib 1933 akan membawa pengelolaan sepakbola profesional tanpa mengabaikan keberlangsungan pembinaan pemain-pemain muda yang selama ini dilakukan di 36 klub/PS dan 1 PS Putri dibawah naungan Pengcab PSSI Kota Bandung," pungkasnya. (gin)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 

        此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

        获取 Adobe Flash Player