Kamis, 18 September 2014 | 06:40:37
Home / Berita Daerah / Jateng / Pemudik Akan Dapat Makan Sahur

Kamis, 09 Agustus 2012 , 09:48:00

BERITA TERKAIT

TASIK – Polres Tasikmalaya Kota akan membangun pos pengamanan (Pos Pam) Lebaran tahun 2012 di setiap 4,5 kilometer.  “Sesuai dengan instruksi Kapolda (Jabar), kita (Polres Tasikmalaya Kota) diminta untuk bisa menempatkan Pospam setiap 4,5 km,” ungkap Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Mohamad Rano kepada Radar (Group JPNN) Rabu (8/8).

Dia menyebutkan sesuai instruksi kapolda, pembangunan Pos Pam diutamakan di jalur utama, mulai dari perbatasan Kadipaten sampai dengan Rajapolah. “Kita sudah memenuhi instruksi itu dengan jumlah empat Pos Pam,” tambahnya.

Keempat Pospam, kata dia, ditempatkan di Kadipaten, Ciawi, Jamanis dan Rajapolah. Tiap Pospam, polisi bekerja sama dengan Dishub Kabupaten Tasikmalaya, TNI, Dinas Kesehatan, termasuk dengan Orari dan lainnya.

Sementara itu Polsek Indihiang, kemarin, mulai mendirikan 10 pos penjagaan dan pengaturan lalu lintas (Pos gatur) dan satu Pos Pam. “Ya ini untuk membantu kelancaran dan kenyamanan pemudik,” ujar Kapolsek Indihiang Kompol Indra Budi S.Sos.

Pos pengamanan dan pengaturan lalu lintas, kata dia, dibuat dengan ukuran 4x6 meter. Ukuran itu sesuai ukuran standar minimal Polda Jabar. Tanggal 11 Agustus mendatang, semua pos, baik untuk pengamanan maupun untuk pengaturan lalu lintas harus sudah rampung dan bisa diisi. Karena Operasi Ketupat Lodaya 2012 akan dimulai pada H-7 menjelang lebaran hingga H+7. ”Kalau memang ada yang mau istirahat di sini (di Pos Pengamanan), boleh. Nanti kita sediakan logistik untuk makan sahur dan tempat tidur,” katanya.

Beberapa titik di wilayah Polsek Indihiang yang memiliki Pos Pengaturan selain simpang Jati yakni Perempatan Jalan Bantar, Jalan Letnan Harun, Cador, Parhon, Bojong Jengkol, Persimpangan SMP 13, Mitrabatik, Mang Koko, Simpang Lima dan Terminal Indihiang. 

Di Persimpangan Jati, kata dia, akan menjadi wilayah yang paling diawasi. Terutama saat arus balik. Persimpangan ini akan menjadi jalur alternatif untuk membuang arus kendaraan yang datang dari arah Ciamis menuju Singaparna. Begitu pula saat arus mudik, kendaraan dari arah Singaparna menuju Ciamis dan Jawa Tengah akan menuju jalur persimpangan tersebut. .”Ini memang jalur potensial (potensial macet),” tuturnya.

Lanjut Indra, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, tingkat kemacetan di Persimpangan Jati lumayan besar. Karena itu pihak kepolisian akan menggunakan sistem buka tutup jalur untuk mengantisipasi kemacetan --yang mungkin terjadi kembali tahun ini. ”Tergantung situasi. Kalau jalur Gentong padat, macet, dialihkan lewat Singaparna. Dan Tasik yang parah itu arus balik, tahun kemarin saja sampai pagi itu padat,” pungkasnya. (pee/dem)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar