Senin, 22 Desember 2014 | 05:16:06
Home / Politik / Pilpres / Takut Dibenci Rakyat, Gerindra Tak Mau Sombong

Kamis, 09 Agustus 2012 , 18:57:00

JAKARTA – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menempati posisi teratas elektabilitas calon presiden (capres) 2014 yang dirilis Center for Strategic and International Studies (CSIS), Rabu (8/8).

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, menilai hasil survei itu tidak ada yang baru dan hanya menegaskan hasil-hasil sebelumnya menyoal tingkat elektabilitas capres.

Martin menegaskan, raihan itu karena peran Prabowo Subianto yang besar baik sebagai Ketua Dewan Pembina maupun sebagai kandidat calon presiden.

"Sebenarnya ini kombinasi antara kerja mesin politik partai, tapi yang utama adalah sosok Prabowo yang tegas. Kedua, karena Gerindra konsisten mengusung perubahan terhadap kondisi rakyat dan konsisten memberantas korupsi,” kata Martin kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/8).

Dia menegaskan, mengenai bagaimana hasilnya nanti, semuanya terserah kepada pilihan rakyat. Partai Gerindra, tegasnya, pada pemilu 2014 nanti menargetkan bisa mengusung Prabowo sebagai capres. “Kalau sudah menargetkan Prabowo itu sudah otomatis dan tidak boleh di bawah 10 persen. Tapi kita tidak boleh terlalu sombong karena rakyat tidak suka,” ujar Martin.

Seperti diketahui, hasil survei CSIS yang dilakukan 6-9 Juli 2012 menempatkan Prabowo di posisi teratas dengan raihan 14,5 persen atau naik naik 7,8 persen. Pada posisi kedua bertengger Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan raihan 14,4 persen atau naik 4,4 persen. Tempat ketiga ada bekas Wapres Jusuf Kalla dengan raihan 11,1 persen atau naik 5,5 persen. 

Sedangkan di posisi berikutnya secara berurutan ada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (8,9 persen,) Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (4,1 persen), Gubernur DIY Sri Sultan (2,4 persen), Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa (1,6 persen), Ani Yudhoyono (1,6), Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid (1,5 persen), dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (1,4 persen). (boy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 18.08.2012,
          03:16
          Pak Kecut
          Tegas memberantas koropsi kecuali keluarga Cendana.Tegas memberantas Rakyat.Pasti tdk tegas memberanatas pelanggar HAM.
        2. 10.08.2012,
          21:41
          astika
          kl gt coba tegas mendorong agar pelanggaran HAM orba diusut dong, berani ga ya Prabowo? nahloh
        3. 10.08.2012,
          19:09
          Budi Waluyo
          rakyat juga tidak suka pemimpin yang sombong apalagi diktator. Prabowo itu berpotensi punya pemerintahan otoritarian. Siapa yang mau milih?
        4. 10.08.2012,
          11:44
          suriani
          udah biasa dibenci ya? lagian kalo gak mau sombong,knp malah komen di media?
        5. 10.08.2012,
          10:03
          martin
          Maju terus pantang mundur sukses ya.. From mobile
        6. 09.08.2012,
          21:22
          Ariyanta
          Maju terus gerindra ketegasanmu aku tungggu


          By Ari surabaya
        7. 09.08.2012,
          19:13
          anabella
          kalo diblg prabowo itu tegas, bisa ga ya dibilang dia diktator? karena pada dasarnya kita ga bisa bertindak tegas tanpa prhatikan aspirasi rakyat