Senin, 31 Agustus 2015 | 09:34:43

Minggu, 12 Agustus 2012 , 01:19:00

JAKARTA - Merapatnya partai-partai besar ke pasangan cagub incumbent, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dinilai bukan sebagai kegagalan kubu Jokowi merangkul dukungan partai politik. Pengamat politik LIPI Siti Zuhro justru menilai komunikasi yang terjalin antara kubu Jokowi dengan pasangan cagub lain yang berlaga di putaran pertama Pilkada DKI dinilai sudah cukup baik.
 
"Menurut saya nggak ada masalah komunikasi. Apa yang dilakukan pihak Jokowi so far so good," kata Siti Zuhro saat dihubungi JPNN, Sabtu (11/8) malam.
 
Namun Siti menilia tak adanya tambahan dukungan partai ke kubu Jokowi sebagai cerminan politik transaksional. Hal ini terlihat dari sikap parpol yang pada putaran pertama bersama Jokowi mengkritik Foke, tetapi kini malah mendukung pasangan calon yang diusung Partai Demokrat tersebut.
 
Menurut Siti, hal ini sesuatu yang biasa dalam dunia politik. Pasalnya, pilihan partai-partai hanya berdasarkan kepentingan elit semata. "Dalam politik tak ada kawan dan lawan yang abadi, yang ada kepentingan," ujarnya.
 
Siti menambahkan, koalisi parpol pendukung Foke sifatnya pragmatis dan transaksional. Jika ternyata nantinya Jokowi menang, maka koalisi parpol pendukung Foke ini tidak akan merepotkan. Dukungan mayoritas DPRD DKI Jakarta dibelakang Foke juga dianggap tidak akan menyulitkan Jokowi.
 
"Ini hanya koalisi spontan dan transaksional yang kebetulan role modelnya sudah ada di level nasional. Sehingga untuk kebutuhan DKI tinggal copy paste saja," pungkas Siti. (dil/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar