Kamis, 02 Oktober 2014 | 07:23:59
Home / Ekonomi / Syariah / Ekonomi Syariah Pesat di Indonesia

Minggu, 12 Agustus 2012 , 10:18:00

BERITA TERKAIT

CIREBON – Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa menyampaikan kuliah umum dihadapan ribuan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dalam kesempatan tersebut, Hatta Radjasa mengungkapkan bahwa ekonomi syariah tumbuh berkembang pesat di Indonesia. Meskipun Indonesia negara Demokrasi Pancasila, namun, ekonomi syariah yang paling mampu bertahan ditengah negara Indonesia.

Hatta Radjasa didampingi Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan menyambangi ruang ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon. dalam kesempatan tersebut, Hatta menyampaikan tiga penyebab utama kesejahteraan sebuah negara menjadi tidak meningkat. Pertama, negara tersebut lalai membangun infrastruktur. Kedua, negara lalai membangun basic pertanian yang kuat.

Ketiga, negara lalai dalam memberikan program perlindungan sosial bagi masyarakat. Ketiga hal tersebut, tidak menjadi patokan resmi penyebab utama kesejahteraan sebuah negara menjadi tidak meningkat. “Tiga hal itu masih bisa didebat. Saya yang termasuk tidak setuju pendapat tersebut,” ujar Hatta di aula ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu (11/8).

Menurut Ketua Umum DPP PAN ini, ekonomi kapitalis yang menyebabkan krisis global dan menjadikan kesejahteraan di suatu negara tidak meningkat. Karena itu, dunia saat ini membutuhkan pola baru dalam pengembangan ekonomi. Dilain sisi, kata Hatta, ekonomi syariah telah mampu menghadirkan keadilan dan keberlanjutan. Satu hal yang berbeda dengan kapitalisme yang tidak dapat menghadirkan keadilan dan keberlanjutan. “Kapitalisme dan pasar bebas tidak dapat mengontrol keserakahan,” terangnya.

Indonesia, ujar Hatta, menganut pasar terbuka, bukan pasar bebas. Saat ini, setidaknya 101 negara menjadi rusak secara ekonomi karena adanya keserakahan dari kaum kapitalis ini. Keserakahan tersebut, menimbulkan ketidakseimbangan dalam perekonomian global. “Itulah yang disebut tidak balance dan tidak memiliki keadilan,” tukas menteri berambut putih ini.

Disebutkan, 101 negara yang rusak akibat kapitalisme itu, dipaksa untuk mengirimkan barang mentah yang dimiliki. Kemudian diolah negara lain, dan dijual kembali ke negara pengekspor bahan mentah tadi.

Menghadapi kapitalisme itu, Indonesia telah menyiapkan tiga pilar utama. Yaitu, membangun koridor jaringan dari Sabang sampai Merauke, membangun konektifitas di kantong-kantong kemiskinan agar bisa membuat kegiatan ekonomi, dan ketiga menyiapkan SDM dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang handal. Dari tiga hal itu, SDM menjadi atensi serius pemerintah Indonesia saat ini. “SDM harus mengedepankan kreatifitas dan spirit kemandirian,” pesan besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Dijelaskan, Kementrian Koordinator Perekonomian telah melakukan akselerasi terhadap program kewirausahaan. Slaah satunya, dengan membuat kebijakan yang pro rakyat. “Tahun 2014 nanti, Indonesia tidak boleh lagi menjual bahan mentahnya,” ucap Hatta.

Di saat dunia tidak mampu dengan ekonomi kapitalisme, maka ekonomi berbasis syariah yang akan menjadi solusinya. Karena itu, Indonesia pesat menjadi basis ekonomi syariah.

Terkait program kewirausahaan, Hatta menitipkan lima hal yang menjadi acuan setiap wirausaha di Indonesia. Yaitu, pertama spirit atau semangat. Kedua mau berkompetisi. Ketiga, selalu mengedepankan sikap mandiri.

Keempat, semangat inovatif kreatifitas. Kelima, networking atau jaringan dengan spirit pantang menyerah. “Wirausaha itu, kalau gagal harus bangkit lagi. Tidak ada orang yang berhasil tanpa melintasi rintangan,” ucapnya.

Sementara, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr Maksum MA menyatakan, strategi yang harus dilakukan untuk menciptakan produktifitas dan kreatifitas, bisa dilakukan oleh lembaga perguruan Islam seperti IAIN Syekh Nurjati. Dengan motivasi, IAIN Syekh Nurjati bisa menghasilkan pengusaha muda dengan bersandar agama.

Dimana, salah satu target yang dicapai dalam acara sosialisasi program kewirausahaan kreatif berbasis ekonomi syariah ini, diharapkan dapat terwujud. “Kami akan sangat bangga jika pemuda sekarang bisa mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia,” ucapnya. (ysf/sam/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar