Minggu, 26 Oktober 2014 | 08:06:23
Home / Politik / Pilkada / Makin Optimis Hadapi Koalisi Pragmatis

Minggu, 12 Agustus 2012 , 13:31:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Partai-partai berduyun-duyun merapat ke kubu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli pada putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta. Setelah PPP dan Golkar, kemarin (11/8) giliran Partai Keadilan Sejahtera juga memilih mendukung pasangan yang populer dengan sebutan Foke-Nara itu.

Namun keputusan partai-partai untuk mendukung Foke tak menyurutkan optimesme partai pengusung pasangan Joko Widodo-Basuki T Purnama atau yang populer dengan julukan Jokowi-Ahok. Partai Gerindra yang bersama PDIP menjadi pengusung pasangan Jokowi-Ahok, tetap optimis jagonya menang pada putaran kedua 20 September nanti.

"Partai Gerindra tak khawatir atas dukungan partai-partai lain terhadap pasangan kompetitor (Foke-Nara) dalam putaran kedua  Pemilukada DKI. Jokowi-Ahok justru akan makin dapat simpati dukungan rakyat Jakarta," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon kepada JPNN, Minggu (12/8).

Fadli menegaskan bahwa parpol hanya salah satu elemen pendukung, terutama untuk syarat pencalonan. Namun yang lebih penting, katanya, justru dukungan rakyat.

Fadli menambahkan, warga Jakarta yang kosmopolitan dan memiliki akses terhadap beragam informasi sudah cukup cerdas untuk menentukan pilihan. "Mereka tahu track record Jokowi-Ahok dan Foke-Nara. Mereka akan tentukan pilihan dengang mudah," ulasnya.

Politisi yang pernah memimpin lembaga Institute Policy Studies (IPS) itu menambahkan, warga Jakarta telah menempatkan  persaingan Jokowi dengan Foke di Pemilukada sebagai pertarungan antara arus perubahan dengan upaya mempertahankan statuq quo. Pemilih juga mampu membandingkan koalisi pragmatis dengan koalisi rakyat.

Bagaimana dengan isu-isu SARA cenderung fitnah yang ditujukan ke pasangan Jokowi-Ahok? Fadli justru menyebut isu SARA dan fitnah makin melambungkan jumlah dukungan bagi Jokowi-Ahok.

"Warga Jakarta sudah muak dengan kemunafikan yang dibungkus citra religiusitas. Ini hanya memperalat agama dan etnis untuk kepentingan politik. Saya yakin Jokowi-Ahok justru akan semakin mendapat simpati warga Jakarta. Momentum ini sulit dibendung, un-stopable," pungkasnya. (ara/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 13.08.2012,
        17:19
        suriani
        itu bukan pragmatis,tp terbuka menerima saran dri parta lain...dan gak sombong kayak jokowi yg gak segera menjawab ajakan koalisi HNW contohnya.
      2. 12.08.2012,
        17:51
        apa aja deh
        Wuih jawapos juga disponsori si Fokeyou lah
      3. 12.08.2012,
        17:51
        apa aja deh
        Wuih jawapos juga disponsori si Fokeyou lah
      4. 12.08.2012,
        17:35
        kawula Alit
        Silahkan kumpul semua parta koruptor,habis tgl 20 september mereka akan jadi PECUNDANG NASIONAL.
      5. 12.08.2012,
        16:24
        setya
        Justru isu2 sara, nama jokowi-ahok makin melambung..cinta damai... From mobile
      6. 12.08.2012,
        16:12
        soe wong saw
        PKS = Parta Kiai dan Santri.
        utk pak dayat Kami sendiko dawuh.
      7. 12.08.2012,
        15:48
        keenan
        Tenang pak jokowi,level grass root n dunia maya dukung panjenengan From mobile
      8. 12.08.2012,
        15:40
        Gugus Gembul
        Jangan lupa. Mubalik Prakmatis juga bergabung dengen FOKEmon