Kamis, 27 November 2014 | 12:22:47
Home / Nasional / Humaniora / Tak Hadiri Sidang Isbat, Sikap Muhammadiyah Disesalkan Menag

Sabtu, 18 Agustus 2012 , 19:55:00

JAKARTA - Muhammadiyah tidak mengutus wakilnya dalam sidang isbat penetapan 1 Syawal 1433 H malam ini. Muhammadiyah absen dari sidang karena perbedaan pendapat dengan pemerintah.
 
"Dari Muhammadiyah tidak akan ada yang datang dalam sidang Isbat nanti malam," kata Sekretaris DPP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti saat dihubungi wartawan, Sabtu, (18/8).
 
Abdul menuturkan, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal menggunakan metode hisab. Sedangkan pemerintah menggunakan metode rukyat. Muhammadiyah sendiri sudah memastikan bahwa tanggal 1 Syawal 1433 H atau hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Minggu besok (19/8). "Alasannya sudah jelas, karena ada perbedaan manhaj (metode) antara Muhammadiyah dengan pemerintah," ujarnya.
 
Menteri Agama, Suryadharma Ali yang ditemui sebelum sidang isbat menyesalkan ketidakhadiran Muhammadiyah. ia mengatakan, semestinya Muhammadiyah tetap menghadiri sidang isbat dan menghormati perbedaan yang ada.
 
"Sangat disesalkan ya, sebetulnya perbedaan, persamaan, itu harus sama-sama kita hormati. Tetapi ditengah perbedaan, ada yg paling utama yaitu persatuan. Persatuan kebersamaan, jadi kehadiran siapapun, ditengah perbedaan itu penting dari aspek persamaan," papar Suryadharma di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
 
Ketua Umum PPP itu pun berharap agar Muhammadiyah bisa ikut berkontribusi dalam sidang isbat berikutnya. Organisasi masyarakat (ormas) pimpinan Din Syamsuddin itu diharapkan bisa hadir dalam sidang isbat tahun depan. "Kalau pada tahun ini tidak hadir, ya tahun depan diusahakan hadir," ujar Suryadharma.
 
Sidang isbat penetapan 1 Syawal 1433 H dipimpin langsung oleh Suryadharma. Sidang ini dihadiri oleh perwakilan berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam, BMKG dan laboratorium Boscha. (cha/dil/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 23.08.2012,
        13:47
        Dharma
        Sidang Hanya menghabiskan uang rakyat.... Orang kapan 1 ramadhan / 1 syawal sudah dapat di tentukan jauh hari kok masih sidang sidang segala.... From mobile
      2. 22.08.2012,
        05:29
        totok
        saya setuju Muhammadiyah. Sidang Isbat hanya formalitas untuk laporan keuangan. prediksi Gerhana saja bisa, kenapa awal tanggal tidak bisa?
      3. 19.08.2012,
        08:24
        paijo
        buat apa menghamburkan uang rakyat untuk sesuatu yang tidak penting, betul muhammadiyah tidak hadir sidang istbat selamanya
      4. 18.08.2012,
        23:29
        Mbah Kakung
        emang si Isbat salah apaan kok di sidang terus...?? heran deh.. dan yg nyidang kok kemenag.... ooo apa si Isbat selingkuh ya...
      5. 18.08.2012,
        22:46
        isa
        jangan salahkan muhammadiyah, kan yg bermasalah provokator si thomas itu. From mobile
      6. 18.08.2012,
        22:43
        Suwongso
        Musyawarahnya harusnya di forum ilmiah dan tidak mepet menjelang tanggal 1 hijriyah.
      7. 18.08.2012,
        22:34
        ari permana
        Muhammadiyah sudah menentukan dari jauh2 hari, kapan Idul Fitri. Jadi buat apa hadir. Buang2 waktu saja.
        Toh akhirnya keputusannya sama
      8. 18.08.2012,
        22:13
        Enjoy
        contoh donk di mekkah kan banyak yang beda cz semua penduduk dr macam-macam negara ngumpul dstu, gak ad yg ribut mslh perbedaan . . .
        masa beda puasa 1 hr diributkan cb lht dsekeliling kt msh bnyk org yg gk puasa setiap harinya
        Enjoyy ajaa....
      9. 18.08.2012,
        22:05
        Erwanto
        Disuruh rukun aja susahny minta ampun, ÏÎ dunia ini tidak ada yang benar kecuali Allah S.W.T. From mobile
      10. 18.08.2012,
        21:51
        Hilmie Asgar
        IYA. seharusnya Muhammadiyah lebih mengutamakan persatuan, diatas perbedaan pendapat. karna persatuan umat sangat dibutuhkan di negara kita.