Minggu, 21 Desember 2014 | 22:51:54
Home / Nasional / Hukum / Remisi Koruptor Setelah Jalani Separo Hukuman

Selasa, 21 Agustus 2012 , 16:52:00

JAKARTA - Pemerintah memastikan akan memperketat pemberian pengurangan hukuman narapidana kasus korupsi, narkotika, dan terorisme mulai tahun depan. Narapidana kasus-kasus tersebut hanya akan diberikan remisi setelah menjalani minimal separo masa hukuman.

"Saya kira rasa keadilan akan sangat terganggu kalau pelaku tindak pidana tertentu seperti narkoba, teroris, dan korupsi disamakan dengan pelaku tindak pidana biasa," kata Menkumham Amir Syamsuddin di kediamannya.

Pengetatan remisi diakuinya merupakan masukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi itu menilai putusan hakim terhadap koruptor selama ini terlalu ringan dan ketika menjalani masa hukuman, koruptor kerap mendapat remisi.

Meski demikian, Amir menjamin pengetatan itu tidak akan mencederai rasa keadilan. Sebab, narapidana kasus korupsi, kasus narkotika dan kasus terorisme tetap akan mendapatkan hak remisi bila berkelakuan baik selama menjalani hukuman.

"Kami akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lain. Polisi dan kejaksaan pada prinsipnya setuju," tutur mantan advokat kondang ini.

Menkumham menyatakan, pengetatan remisi akan dilakukan melalui perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas PP No 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan. "Yang jelas sangat akan berbeda dengan PP 28 Tahun 2006 yang ada sekarang ini. Sejarahnya kalau kita ingat, perubahan PP No 32 Tahun 1999 menjadi PP 28 Tahun 2006 itu sebenarnya sudah proses pengetatan remisi. Tetapi mungkin yang berlaku sekarang ini belum memuaskan rasa keadilan masyarakat," terangnya.

Petinggi Partai Demokrat ini optimistis perubahan ketentuan tentang remisi akan disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebab, Presiden kerap meminta agar tidak ada kesan pemerintah mengobral remisi terhadap pelaku tindak pidana tertentu.

"Presiden telah mengarahkan dari awal supaya ada pemberlakuan yang lebih ketat di dalam remisi terhadap pelaku pidana tertentu," paparnya. (ken/nw)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 25.06.2014,
          08:29
          good backlinks
          C8C7p5 I really like and appreciate your blog. Really Great. From mobile
        2. 04.10.2012,
          22:54
          Sam'srizal
          Pemerintah sangat berlaku tdk adil dan terkesan sewenang wenang dgn memberlakukan pp28 th 2006. Dan sangat tdk adil dgn mendiskreditkan unt kasus2 tertentu. Pd hal statusnya sama2 napi, sama2 warga binaan. . . Knp unt perampok yg sadis, unt pemerkosa yg bejat, unt tukang begal yg bengis tdk dikenai pp28. Tp kemapa unt kasus narkoba yg cuma ngisap selinting ganja atau yg cuma ngisap sabu yg dibeli dgn duitnya sendiri. . . Malah mendapat perlakuan hukum yg lbh berat dgn pp28 thn 2006. Siapa sih yg lebih jahat,dan lebih melanggar hukum. . . . Antara mengisap ganja/sabu dgn perampok yg menguras harta org lain dan membunuh pemiliknya. . . ? Tlng unt bapak2 yg konon ahli ttg hukum unt menjawab dan berpikir secara bijak sblm memberlakukan suatu aturan yg dibuat oleh bapak2 yg konon sbg pemilik aturan dan penguasa negri ini. Wassalam dan Trimakasih From mobile
        3. 06.09.2012,
          20:18
          BERDIMAN
          saya harap pengetatan remisi itu tidak memberatkan semua napi narkoba,karena saya yg juga napi narkoba adalah sebagai korban,bukan pengedar.
          kami seharusnya di bimbing,jangan kami malah dipersulit utk kembali di kehidupan yg normal.
          MOHON DIBUAT PERBEDAAN ANTARA PEMAKAI DAN PENJUAL.
          SAYA MOHON... From mobile
        4. 23.08.2012,
          18:39
          advocat koruptor
          hai JPNN.. mana beritanya tentang 'ADVOCAT KORUPTOR' ... ??? yang adil dong beritanya.. jangan berat sebelah.. katanya yang punya DAHLAN ISKAN. From mobile
        5. 21.08.2012,
          17:07
          yusril_an7ing
          gara-gara si yusril 'an7ing' !!! nieh... koruptor dapat remisi.. dengan alasan 'melanggar HAM' ... an7ing kurapan... !!!!! From mobile