Rabu, 26 November 2014 | 19:31:53
Home / Kriminal / Anggota Geng Motor Ditelanjangi Warga

Selasa, 04 September 2012 , 08:24:00

TASIK – Menjadi anggota geng motor membuat tiga remaja di Kota Tasikmalaya terhambat mengikuti pelajaran dan bekerja, karena mereka kini menghuni sel Mapolsek Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya diberitakan Radar (Grup JPNN) dalam edisi Geng Motor Ditelanjangi (3/9), DCP (17) dan FMA (17) adalah siswa di dua SMK berbeda di Kota Tasikmalaya. Sedangkan RK (17) mantan siswa SMK.

Dua pelajar itu kini tak bisa mengikuti pelajaran, karena mendekam di sel. Pun RK mengaku gagal bekerja di Jogjakarta karena dibui. “Coba kalau tidak begini, mugkin sekarang (saya) sudah di Jogja, kerja,” akunya kemarin (3/9) kepada Radar.

Sebelumnya, mereka ditangkap warga dan polisi karena merusak rumah warga, Jaja, di Jalan RE Martadinata Kota Tasikmalaya Rabu (29/8) malam. Malah, DCP sempat dihajar warga dan ditelanjangi. Sebelumnya, dia bisa ditangkap Jaja, setelah kawanan DCP melempari kaca rumah Jaja. Adapun, FMA dan RK ditangkap di rumah mereka di Kota Tasikmalaya.

RK mengaku menyesal ikut melempari rumah Jaja, yang mereka anggap sebagai tempat nongkrongnya musuh kawanan mereka. Mengapa masuk geng motor? “Tadinya sekedar mencari teman banyak,” ujarnya.

Dia menjelaskan cara bergabung menjadi geng itu mudah. Awalnya dia hanya ikut nongkrong saja. “Tapi sebelumnya saya diperkenalkan dulu oleh orang yang membawanya,” lanjutnya sambil menyebutkan dia diajak FMA.

Sementara itu FMA mengaku bergabung dengan geng motor itu sudah berjalan sekitar delapan bulan. “Acaranya hanya nongkrong saja. Pernah juga ikutan acara baksos di Alun-alun Ciawi (Kabupaten Tasikmalaya, red),” katanya.

Selama bergabung dengan salah satu gerombolan motor itu, di hanya ikut nongkrong di sekitar Alun-alun Tasik. Setelah agak malam, beberapa motor yang berkumpul berkeliling. “Itu pun tidak tiap malam. Paling malam minggu,” terangnya. 

Adapun pelemparan ke rumah (Jaja) di Jalan RE Martadinata, kata dia, hanya ikut-ikutan. “Saya terbawa emosi saat melihat orang lain melempar,” dalih anak pengusaha bordir ini.

Dia pun mengaku menyesali perbuatannya itu. “Kalau ada ksempatan lagi, saya tidak akan kabawa (ikutan) lagi,” akunya.

Sementara itu Kapolsek Indihiang Kompol Indra Budi mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus itu. “Masih ada beberapa tersangka lain yang sedang dikejar,” ujarnya.

Sebelumnya (Radar, 3/9) Jaja (42), penghuni rumah yang dirusak kawanan DCP mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.00. Saat itu dia sedang asik nonton teve bersama keluarganya. Tiba-tiba dia mendengar suara kaca pecah. “Saya nyangka anak saya terjatuh,” ceritanya.

Tapi setelah diperhatikan, lanjutnya, suara pecahan kaca itu kembali berulang. Ternyata rumahnya jadi korban pelemparan geng dengan menggunakan batu.
Dengan kondisi itu, dia langsung mendekati pintu keluar rumahnya. Sebelum keluar rumah, terlebih dahulu dia mengintip dari balik tirai jendela.

“Ketika dilihat, kok banyak orang. Mereka melempari kaca dari jarak dua meter, bukan di pinggir jalan, tapi ini mah depan rumah. Mereka turun dari motor,” ujarnya.

Setelah yang melempar agak reda dan sebagian pelempar mulai meninggalkan halaman rumahnya, dia langsung keluar dan mengejar salah seorang pelempar.
Alhasil, dia menangkap salah satu dari pelaku dengan cara menendang salah satu motornya. Penumpang motor terjatuh, tapi orang yang membawa motor berhasil meloloskan diri, tersisa DCP. “Dia (DCP) mau kabur, tapi saya tangkap. Dia pun melawan dan berusaha kabur,” terangnya.

Mengetahui salah seorang pelaku tertangkap ungkap dia, beberapa rekan pelaku yang mengendarai motor yang telah meloloskan diri berputar arah lalu menyerangnya dengan lemparan batu.

Kejadian itu membut warga sekitar berdatangan. Dalam waktu singkat warga langsung berkerumun. Lalu ketika mendapati salah seorang pelaku tertinggal warga langsung menghajar DCP hingga babak belur.

Saking kesalnya, kata Jaja, selain menghajar DCP, warga pun menelanjanginya. “Kalau sudah melihat seperti itu mah, yang tadinya sangat kesal, jadi pikarunyaeun. Udah bawa ke polisi saja,” katanya. (dem)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        06:35
        awesome seo
        9c8tTx Thanks for the blog article.Really looking forward to read more. Really Cool. From mobile
      2. 25.06.2014,
        04:54
        cheap seo services
        rFtyhm Major thanks for the post.Thanks Again. Really Cool. From mobile
      3. 31.07.2013,
        06:38
        imu
        mndngr prckapan para geng motor,' mereka ttp akan mlkukan hal sama krna plng2 klo trtngkap cma di bwa ke sel,..jd tetap aman dan hkmannya cma 7th
      4. 11.10.2012,
        06:57
        pribumi tasik
        memang skarg ini d wilayah tasik sdh resah dgn adany geng motor sy heran dgn ulah geng motor menurut sy klo merasa jagoan mh mending sy saranin k ibu kota sna jd jagoan biar jd duit,klo cmn ugal2n mh tanggung,yg ada mati konyol,sy himbau kpd wrga tasik klo bs tiap mlm mnggu hrs ada sweeping pembubaran geng motor,soalny klo plg dr luar kota tengah mlm sering merasa khwtr takut ktmu geng motor From mobile
      5. 01.10.2012,
        14:57
        d.wah
        dasar budak ololleho, kawas boga nyawa 100, ngajago pisan. ges asup sel mah, leweh siah!!!!!