Minggu, 30 Agustus 2015 | 03:53:30

Sabtu, 22 September 2012 , 10:08:00

BERITA TERKAIT

TEHERAN--Iran semakin bangga dengan kekuatan militer dan persenjataannya. Jumat (21/9), bertepatan dengan peringatan awal perang Iran-Iraq, Negeri Persia itu menggelar parade militer. Ribuan tentara serta puluhan tank dan rudal meramaikan pameran di Kota Teheran tersebut.

Didampingi sejumlah jenderal top Iran, Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyaksikan langsung parade akbar kemarin. Dalam pidato yang disiarkan langsung secara nasional, dia mengaku bangga pada militer. Dia juga mengapresiasi kemajuan militer dan industri persenjataannya. "Biarkan dunia tahu bahwa Iran adalah bangsa besar yang akan selalu membela hak-haknya," tandas pemimpin 55 tahun itu.

Ahmadinejad juga menyebut peringatan 32 tahun perang Iran-Iraq itu sebagai bukti bahwa negerinya tidak takut perang. "Iran akan tetap memiliki semangat dan kepercayaan diri yang sama dalam menghadapi ancaman dan membela hak-haknya di mata dunia," paparnya. Karena itu, menurut dia, Iran tidak akan mundur sedikit pun untuk mempertahankan haknya dalam program nuklir.

Dalam kesempatan itu, Ahmadinejad menegaskan bahwa ancaman bukanlah hal baru bagi Iran. Maka, dia mengimbau Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk tidak nekat melancarkan serangan ke Negeri Para Mullah. Sebab, pemerintahannya pasti akan menginstruksikan balasan yang berpotensi memicu kekacauan di kawasan Timur Tengah.

"Sejauh ini kami tidak merasa terancam oleh pernyataan tak masuk akal rezim-rezim tersebut," kata Jenderal Hassan Firouzabadi, panglima Angkatan Darat (AD) Iran, mengacu pada Israel dan AS. Mengenai ancaman Israel yang akan menggempur fasilitas nuklir Iran, dia mengaku tidak gentar. Bahkan, pihaknya siap untuk melakukan serangan balasan yang jauh lebih mematikan.

Di akhir parade kemarin, para petinggi militer memperbarui janji setia mereka di hadapan Ahmadinejad. Mereka bersumpah untuk selalu membela kepentingan bangsa dan melindunginya dari berbagai ancaman. Secara khusus, mereka berjanji untuk memusnahkan Israel jika negara sekutu AS itu nekat melancarkan serangan dalam waktu dekat.

Brigjen Amir Ali Hahjizadeh, yang bertanggung jawab atas Divisi Udara dan Sistem Pertahanan Rudal Garda Revolusi, mengulang ancamannya untuk menutup Selat Hormuz. Menurut dia, Iran akan langsung menutup jalur distribusi minyak paling sibuk di dunia itu jika fasilitas nuklirnya diserang atau jika negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap ekspor minyak mentah Iran.

Kendati demikian, Iran tidak memamerkan kekuatan militer dan persenjataannya untuk menggertak bangsa lain. Jenderal Ataollah Selehi, salah seorang pemimpin tertinggi militer Iran, menyatakan bahwa parade kemarin hanyalah ungkapan kebanggaan negerinya. "Pameran militer ini adalah bagian dari aksi bela diri kami, bukan ancaman," tandasnya sebagaimana dilansir Kantor Berita ISNA. (AFP/AP/hep/c13/ami)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 03.01.2013,
          21:41
          irfan hati mulya
          alhamdulillah smoga islam akan smakin jaya