Jumat, 24 Oktober 2014 | 02:57:49
Home / Nasional / Humaniora / Kapal Perang Rp 114 Miliar Ludes Terbakar

Sabtu, 29 September 2012 , 04:24:00

TAK BISA DISELAMATKAN: Kobaran api meludeskan KRI Kelewang 625 di dermaga Lanal Banyuwangi. Foto: GALIH COKRO/JAWA POS RADAR BANYUWANGI
TAK BISA DISELAMATKAN: Kobaran api meludeskan KRI Kelewang 625 di dermaga Lanal Banyuwangi. Foto: GALIH COKRO/JAWA POS RADAR BANYUWANGI
BERITA TERKAIT

BANYUWANGI - Kapal cepat rudal (KCR) KRI Klewang milik TNI AL yang baru diluncurkan pada 31 Agustus 2012 lalu dari galangan kapal PT Lundin Industrty Invest, Banyuwangi, ludes terbakar Jumat (28/9) sore. Tidak satupun barang dari kapal yang kini bersandar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi itu berhasil diselamatkan.
   
Belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya kapal perang jenis Trimaran milik TNI AL yang konon tercanggih ini. Saat kapal perang ini terbakar, sebenarnya masih dalam proses finishing. Puluhan pekerja, hingga kemarin masih ada yang memasang mesin.

"Yang di kapal ada sekitar 60 orang pekerja," cetus salah satu pekerja pada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Dengan tidak mau menyebut identitasnya pekerja ini membeberkan, sebelum kapal perang senilai Rp 114 miliar ini terbakar, semua lampu yang ada di kapal tiba-tiba padam. Selanjutnya, ada percikan api dari arah mesin yang ada di bagian tengah. "Ada api, kita semua langsung lari," terangnya.
   
Pekerja ini menjelaskan, api yang ada dibagian tengah kapal dalam waktu singkat sudah membesar. Angin yang bertiup cukup besar di sekitar Selat Bali, membuat api cepat menjalar hingga membakar  bagian lain dari kapal yang berbahan baku composit tersebut.
   
Pada wartawan koran ini pekerja ini mengaku tidak tahu pasti penyebab terbakarnya api. Hanya saja, api yang telah membakar habis kapal perang ini diduga karena akibat korsleting pada mesin yang sedang diperbaiki. "Saat mesin dihidupkan, lampu langsung padam dan muncul api itu," ungkapnya.  
   
Saat api sudah mulai membesar, ada sejumlah pekerja yang sempat terjebak oleh api. Mereka ini, akhirnya nekat dengan terjun ke laut dan berenang ke pantai yang berjarak sekitar 75 meter. "Sepertinya ada tiga orang yang melompat ke laut," sebut Affandy, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
   
Affandy mengaku saat kali pertama melihat kapal perang ini terbakar, apinya masih kecil. Tapi dari bagian tengah kapal, dilihat sudah mulai keluar asap hitam cukup tebal. "Api yang ada di kapal itu dalam waktu singkat membesar, karena angin bertiup kencang," cetusnya.

Direktur PT Lundin Industrty Invest, Lisa Lundin saat dikonfirmasi mengaku belum tahu penyebab terbakarnya kapal perang hasil produksi perusahaannya ini. "Kita masih menyelidiki, kenapa sampai bisa kebakaran ini," katanya melalui pesan short service message (SMS).

Dalam pesan singkat itu, Lisa tidak mau berspekulasi soal penyebab terbakarnya ini, termasuk kemungkinan karena ada konsleting pada mesin yang sedang dikerjakan. "Senin (1/10) aja dikabarin," ungkapnya melalui pesan SMS yang diterima Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Lisa mengakui saat kapal perang ini terbakar, banyak pekerja yang masih menyelesaikan peralatan kapal. Tapi, semua pekerjanya itu selamat dan tidak ada yang terluka. "Pekerjanya banyak, tapi Alhamdulillah semuanya selamat," ungkapnya.

Sebelumnya, tanggal 31 Agustus lalu, Kapal cepat rudal (KCR) jenis Trimaran yang diproduksi di Banyuwangi diluncurkan dari galangan kapal PT. Lundin Industry Invest di pantai Cacalan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Kapal yang diberi nama KRI Klewang 625 itu merupakan kapal perang tercanggih yang dimiliki TNI AL.

Sementara itu, pengadaan KRI Klewang menggunakan APBN 2009 yang dilaksanakan Dinas Pengadaan Mabes TNI AL dan dibangun oleh PT. Lundin Industry Invest Banyuwangi.  Kontrak pengadaan dilakukan pada tahun 2009, dan pengerjaan konstruksi kapal itu baru dilakukan mulai tahun 2010 lalu.

Saat diluncurkan, KRI Klewang 625 yang bernilai Rp 114 miliar itu baru rampung sekitar 90 persen. Setelah berhasil diluncurkan di Pantai Cacalan, pengerjaan akhir akan dilakukan di dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi. Saat diluncurkan, peralatan persenjataan modern kapal itu belum dipasang.

KRI Klewang 625 itu merupakan kapal cepat rudal pertama yang dimiliki TNI AL. Kapal ini tergolong canggih karena tidak mudah dikenal dan tidak bisa dideteksi radar lawan. Kapal ini tidak mudah terdeteksi radar karena tidak dibangun menggunakan baja melainkan menggunakan composite dengan kemampuan stealth.

Tidak semua negara memiliki kapal jenis ini. Hingga saat ini baru Amerika Serikat (AS) dan Indonesia yang memiliki kapal yang paling ekonomis di kelasnya itu.

AS hanya memiliki empat unit kapal dan Indonesia baru memiliki satu unit saja. Kementerian Pertahanan RI sebenarnya memesan empat unit tapi baru rampung satu unit.  Kapal ini akan dilengkapi empat rudal jenis C.705 dengan jarak tempuh sekitar 120 kilometer. Kapal ini memiliki 27 anak buah kapal (ABK). (abi)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        05:42
        good backlinks
        PWCbbR Really enjoyed this blog article.Really looking forward to read more. Really Cool. From mobile
      2. 25.04.2014,
        07:30
        check it out
        roEEhM Appreciate you sharing, great post.Much thanks again. Will read on... From mobile
      3. 25.03.2014,
        19:20
        best prices
        7YcIph Great post. From mobile
      4. 03.02.2014,
        00:07
        JzqMnIZxcPId
        , <a href='hxxp://dirtybeatzcr ew.com'>binary options scam</a>, [url='hxxp://dirtybeatzcr ew.com']binary options scam[/url], >:-)), From mobile
      5. 02.11.2012,
        15:45
        sison
        As memang sebenarnya musuh, kita dan tpi mereka itu, sangat kuat berperang AS. From mobile
      6. 07.10.2012,
        21:20
        andy
        INGATLAH, ORANG2 BINAAN AMERIKA DI INDONESI ADA 15.000 ORANG, ITU BELUM TERMASUK ANGGOTA CIA, MAKA WASPADALAH SAUDARA2 SEBANGSA SETANAH AIR. sebenar nya AS adalah musuh sebenar nya. From mobile
      7. 30.09.2012,
        21:34
        rino
        tp yang anehnya,aq liat sendri pemadamx cma ada 2unit..itupun pmadam yg kecil dan tua..
        Ada stu kapal pemadam yg airnya g menyentuh badan kapal yg trbakar..
        Para TNI AL cma ngeliat dr pinggir panta..mlah warga stempat trmasuk pamanku yg ikut madamin..
        Ksannya malah kayak mbiayin sijago merah beraksi.. From mobile
      8. 30.09.2012,
        00:29
        Wagino
        Sudah waktunyalah kita kembali kepada yang benar, sebesar-besar musibah adalah tatkala keimanan kita terbakar hingga habis (kalo KRI Klewang musibah kecil) Allahua'lam
      9. 29.09.2012,
        20:12
        dido
        duh indonesia...!!!!! From mobile
      10. 29.09.2012,
        19:05
        yatno
        Ini kelengahan atau kecerobohan...?
        Kalau memang adahal yg mencurigakan harus diselidiki