Kematian Akibat Serangan Jantung Semakin Meningkat

Kematian Akibat Serangan Jantung Semakin Meningkat
CEK DARAH - PT Pfizer Indonesia bersama RSJ Harapan Kita menggelar “Cek Kolesterol Gratis” di Jakarta, Rabu (10/10). Acara ini menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya serangan penyakit jantung. Foto: Ist/JPNN
JAKARTA - Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN) menyebutkan bahwa dalam 10 tahun terkahir angka kematian akibat Penyakit Jantung Koroner (PJK) cenderung mengalami kenaikan. Tahun 1991, angka kematin akibat PJK sebesar 16 persen. Angka itu meningkat menjadi 26,4 persen pada tahun 2001. Diperkirakan, angka kematian akibat PJK mencapai 53,5 per 100 ribu penduduk di Indonesia.

"Kolesterol tinggi merupakan "silent killer" atau pembunuh tersembunyi yang sering tidak disadari. Kandungan kolesterol yang tinggi dalam tubuh kerap tak dirasakan, padahal dampaknya mematikan," kata Dr dr Ari Fahrial Syam, dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/10).

Ari menjelaskan kolesterol berlebih yang menumpuk pada pembuluh darah akan membuat saluran itu menyempit, terus menyempit, hingga akhirnya pembuluh darah buntu yang bisa menyebabkan kematian secara mendadak.

"Kalau yang mengalami penyempitan pembuluh yang mengalirkan darah ke jantung bisa menyebabkan penyakit jantung koroner, kalau pembuluh darah di otak menyebabkan stroke, lumpuh separuh badan, dan kematian mendadak," jelasnya.

JAKARTA - Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN) menyebutkan bahwa dalam 10 tahun terkahir angka kematian akibat Penyakit Jantung Koroner

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News