Senin, 03 Agustus 2015 | 13:38:36

Rabu, 24 Oktober 2012 , 04:44:00

Foto: Arundono/Dok.JPNN
Foto: Arundono/Dok.JPNN
JAKARTA - Batas waktu bagi pemerintah untuk mengangkat seluruh tenaga honorer kategori 1 (TH K-1) semakin mepet. Sesuai amanah peraturan pemerintah, mereka wajib diangkat paling lambat akhir tahun ini. Data sementara, TH K-1 yang positif akan diangkat CPNS hanya 47.622 orang.
 
Di tengah batas waktu yang hampir habis ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus mengembut penuntasan validasi data-data TH K-1. "Jadwal kami November depan listing atau daftar nama-nama TH K-1 yang akan diangkat sudah dikeluarkan," kata Kepala BKN Eko Sutrisno di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), Selasa (23/10).
 
Listing tersebut akan disampaikan ke Kemen PAN-RB untuk mendapatkan pengesahan kuota CPNS baru. Selanjutnya akan diserahkan ke kepala masing-masing instansi untuk diumumkan dan segera melaksanakan pemberkasan NIP.
 
Pejabat asal Trenggalek, Jawa Timur itu mengatakan jika tugas penganggkatan TH K-1 pada 2012 diatur dalam PP Nomor 56 Tahun 2012. Dia menjelaskan jika saat ini BKN dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tengah melakukan quality assurance (QA) kepada seluruh daftar TH K-1.
 
Menurut Eko data TH K-1 yang masuk pengecekan akhir dengan sistem QA tadi adalah tenaga honorer yang telah memenuhi kriteria (MK). Jumlah TH K-1 yang telah ditetapkan berstatus MK berjumlah 71.467 orang. Jumlah yang lumayan banyak ini diprediksi bakal menyusut. Alias jumlah TH K-1 yang diangkat nanti tidak genap 71.467 orang.
 
Fenomena ini muncul lantaran banyak nama-nama TH K-1 yang tidak lolos dalam saringan QA. Hingga 15 Oktober lalu, BKN menyatakan bahwa TH K-1 yang lolos QA dan berhak diangkat menjadi CPNS akhir tahun ini hanya berjumlah 47.622 orang saja. Ini berarti masih saja ada nama-nama TH K-1 MK yang ternyata siluman atau palsu. "Proses QA masih berjalan tetapi sebagian besar (TH K-1 MK, red) sudah disaring," kata dia.

Eko menuturkan karena proses QA masih berjalan, TH K-1 yang siap diangkat sejumlah 47.622 tadi berpeluang bertambah. "Tapi bertambahnya tidak akan besar. Karena ada yang tidak lolos QA.
 
Pada prinsipnya Eko mengatakan proses saringan harus seketat mungkin. Ini diambil karena mereka tidak ingin ada protes setelah para TH K-1 diangkat menjadi CPNS langsung tanpa tes.(wan)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 09.09.2013,
          15:52
          amrizalspd
          semua itu hamya tipuan belaka
        2. 07.03.2013,
          08:33
          londo
          cepetin dikit tolong nasib kami
        3. 16.02.2013,
          10:14
          sugeng triyono
          Saya amat sangat senang dengan teman-teman yang masuk daftar....
          Semoga. Allah melindungi teman-teman semua.....
        4. 01.02.2013,
          14:07
          Hamba Allah 68@ymail.c
          bagaimana pak ttg tenaga honorer K 1 yg blm pemberkasan mksh
        5. 31.01.2013,
          10:22
          brur
          O alaaah nasib nasib
        6. 20.01.2013,
          21:45
          wahyulloh
          bpk kepala BKN yang terhormat,,coba lihat kabupaten banjarnegara,jateng,,apa benar ga ada k1 nya,,negara kita punya pancasila,kenapa ga di pahami
        7. 19.01.2013,
          17:02
          suhayyatman
          kepada yth
          bpk.men PAN,MOHON JANGAN PILIH KASIH TERHADAP PARA HONORER DI LINGKUNGAN SWASTA ATAU DI MADARASAH,TERUTAMAPARA KEPALA MADARASAH,YANG T
        8. 16.01.2013,
          20:26
          Menpan ganteng
          melihat komentar adik2, bpk jd menangis... nanti tahun depan akan ada dua kategori lg yaitu k-thok dan k-0-thang. jd bergembiralah adik2 honorer...
        9. 11.01.2013,
          13:17
          IKHLAS BERAMAL
          ASS.PAK MENPAN, KENAPA K1 KEMENAG KAB MALANG JATIM TIDAK ADA YANG LOLOS, PADAHAL WAKTU PEMBERKASAN SANGAT BANYAK BAIK DARIGTT-MAPUPUN PTT. WASSALAM.
        10. 10.01.2013,
          10:33
          k1 tmk menurut QA
          ASS. TOLONG PAK ATAS NAMA BURHANUDIN dari DINAS PERTANIAN KAB.SIGI. itu berkasnya semuanya PALSU (REKAYASA) mengapa LULUS QA..?