Kamis, 24 Juli 2014 | 05:11:44
Home / Pendidikan / Anggaran Rp 22,3 T untuk BOS 2013 Belum Diputuskan

Selasa, 30 Oktober 2012 , 06:52:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanjar Negara (UU APBN) sudah disahkan akhir pekan lalu. Tapi khusus untuk di sektor pendidikan, pembagian anggaran belum beres. Diantaranya pembagian anggaran di pos dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2013.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ibrahim Bafadal kemarin (29/10) menuturkan, nilai persis anggaran dana BOS 2013 belum diputuskan. "Sekarang ini masih tahap sinkronisasi," ujar guru besar Universitas Negeri Malang itu.

Bafadal menjelaskan untuk sementara anggaran dana BOS yang diajukan untuk dibahas bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencapai Rp 22,3 triliun. Pria asal Sumenep itu menegaskan, nilai ini masih belum pasti karena pembahasan dengan Kemenkeu belum rampung.

Rincian sementara perhitungan dana BOS 2013 adalah sebagai berikut. Untuk jenjang SD dan sederajat, dana BOS sebesar Rp 15,5 triliun. Dana ini akan dikucurkan kepada 26.839.585 siswa SD yang ada di 148.668 unit sekolah. Di mana unit cost-nya sama seperti tahun ini yaitu Rp 580 ribu per siswa per tahun.

Sedangkan dana BOS untuk jenjang SMP dan sederajat diusulkan sebesar Rp 6,8 triliun. Dana ini disalurkan kepada 9.653.093 siswa yang ada di 37.349 unit. Sekolah. Unit cost dana BOS jenjang SMP tetap Rp 710 per siswa per tahun.

Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan meskipun secara keseluruhan anggaran fungsi pendidikan naik, unit cost dana BOS tahun depan tidak naik. Untuk itu, dia meminta jajaran pemerintah daerah kabupaten dan kota untuk ikut membantu mengalokasikan dana serupa dari APBD. "Bentuknya bisa seperti Bopda (bantuan operasional pendidikan daerah, red) atau yang lainnya," ujar menteri asal Surabaya itu.

Peran pemkab maupun pemkot untuk ikut mengucurkan Bopda ini aslinya wajib. Sebab keberadaan pendidikan dasar yaitu jenjang SD dan SMP adalah kewajiban pemerintah daerah. Kemendikbud sendiri akan lebih ketat memantau daerah-daerah yang sudah mengucurkan Bopda untuk SD dan SMP di kawasan masing-masing.

Plt Dirjen Dikdas Kemendikbud Suyanto mengatakan, hampir bisa dipastikan mekanisme pencairan dana BOS tahun depan sama dengan tahun ini. Yaitu uang dari pemerintah pusat langsung ditransfer ke sekolah melalui pemprov. "Cara ini terbukti lebih tepat waktu ketimbang harus melalui pemkab atau pemkot dulu seperti periode 2011," ujar dia. (wan)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 07.04.2014,
        02:16
        stunning service
        7wkgem I truly appreciate this blog.Much thanks again. Fantastic. From mobile
      2. 30.06.2013,
        19:23
        santoso
        apakah biaya pemeliharaan gedung sekolah itu dibebankan kesiswa?info dari cirebon
      3. 13.12.2012,
        08:52
        pegiat pendidikan
        Jangan asal tuduh, masih banyak sekolah yang tertib jalankan dana BOS! Bravo para pendidik, ayo bertindak jujur dan amanah!
      4. 30.10.2012,
        17:00
        Rahmad
        Perlu survei independen ttg penerapan dana BOS utk perbaikan Juknis BOS 2014. Dan evaluasi online dari berbagai sumber.
      5. 30.10.2012,
        08:21
        ibu wali murid
        sudah ada dana bos kenapa sekolah masih menarik uang sumbangan? PERCUMA ANGGARAN BOS BANYAK DISELEWENGKAN YG ADA dana buat pak bos..