Rabu, 23 Juli 2014 | 10:44:16
Home / Pendidikan / Upeti TPP Guru Kemenag Rp150 Ribu - Rp300 Ribu

Jumat, 09 November 2012 , 06:34:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Amburadulnya pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP) tidak hanya dialami guru-guru di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenag). Tetapi juga merembet ke guru-guru di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Kacaunya pencairan TPP guru Kemenag ini diantaranya terungkap dalam sejumlah laporan yang masuk ke posko pengaduan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Dari laporan yang dibuka sejak 2 Oktober hingga 3 November itu, muncul sejumlah modus pungutan liar (pungli) TPP guru Kemenag.

"Kita buka posko pada tanggal tadi karena bertepatan dengan pencairan TPP triwulan ketiga. Laporan persoalan TPP guru Kemenag hampir menyebar di beberapa daerah," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) FSGI Retno Listyarti di Jakarta kemarin (). Diantaranya terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat.

Retno mengatakan jika banyak sekali modus dan nominal pungli yang ditarik oknum Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag provinsi. "Uang pungli ini dimasukkan ke amplop dan ditulisi nama guru penyetor. Tujuannya diantaranya adalah petugas Mapenda (Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama, red)," kata dia. Pungli ini diwajibkan setiap kali uang TPP diterima guru.

Jumlah uang yang disetor di dalam amplop tadi beragam. Mulai dari Rp 150 ribu per guru hingga Rp 300 ribu per guru. Jika uangnya yang disetor kecil, maka guru yang bersangkutan akan mendapatkan diskriminasi dalam pengurusan segala macam administrasi kependidikan di Mapenda.

Menurut Retno, guru-guru di bawah Kemenag cukup lemah untuk melawan permintaan pungli tadi. Sebab setiap guru yang berhak mendapatkan TPP untuk tahun depan, maka harus mengantongi surat keterangan (SK) yang diteken oleh pejabat Kemenag daerah di tahun berjalan.

"Jadi misalnya untuk pencairan TPP 2013 nanti, November ini guru-guru Kemenag sudah sibuk mengurus surat keterangan di Kanwil Kemenag," tuturnya. Nah, saat mengurus inilah diduga terjadi kongkalikong yang intinya guru dapat SK TPP tetapi mereka wajib setor upeti jika TPP nanti dicairkan oleh pemerintah pusat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Bahrul Hayat mengakui jika pencairan TPP untuk guru Kemenag berbeda dengan guru Kemendikbud. Dia mengatakan jika TPP guru-guru Kemenag dicairkan dari pemerintah pusat kepada Kanwil Kemenag provinsi, baru kemudian ke guru.

Terkait tudingan adanya pungli itu, Bahrul membantahnya. "Jadi simple saja. Guru tidak boleh dipersulit untuk mengurus dokumen apapun," katanya. Termasuk dipersulit ketika mereka tidak setor pungli kepada pejabat Kemenag di daerah.

Dia menuturkan jika ada praktek pungli, para guru diminta untuk melapor ke Kemenag langsung. Bahrul menjamin keamanan dan kerahasiaan guru yang melapor. Sebaliknya untuk pejabat yang memungut, menerima, atau mengkoordinir pungli akan ditindak tegas.

"Tolong himbauan ini disampaikan. Supaya guru Kemenag benar-benar memperoleh haknya secara utuh," tandas Bahrul. Dia menjelaskan jika jumlah guru Kemenag yang memperoleh TPP cukup besar. Diperkirakan ada 100 ribu guru baru yang disertivikasi setiap tahunnya. (wan)


Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        04:11
        awesome seo
        lppQ1P Thanks a lot for the post.Really looking forward to read more. Awesome. From mobile
      2. 15.06.2014,
        06:02
        khoirud in
        ya stuju aja ada upeti, daripada g diurus lalu didiskriminasi jadinya tpp gak cair tambah mules rasanya.
      3. 21.05.2014,
        14:45
        MOH TAFWIIDI SUKRI
        IKHLAS BERAMAL DIGANTI IKHLAS MENERIMA SUAPAN
      4. 14.04.2014,
        08:16
        ahmad nur asyik
        mudah-mudahan segera direalisasikan
      5. 25.03.2014,
        16:03
        Althof
        TPP 2013 satu tahun full tidak cair, TPP 2011 satu tahun full tidak cair....TPP 2014 apakah tidk cair juga?
        nasib....
        Masukkan TPP dlm gaji saja
      6. 05.03.2014,
        06:02
        sujono
        Amburadulnya Admin Kemenag GPAI SD,SMP,SMA sudah 20 bulan belum terima TPP dan diurus sampek DPR juga sulit jadi kami semua jadi koban admindepag
      7. 11.02.2014,
        11:08
        ghfar.abdul32@.co.id
        manis bicaranya praktek nol, pungli terus berjalan ......
      8. 09.10.2013,
        10:37
        pujantarto
        aduh pungli ,lagi pungli Astofirrullah haladim mudah mudahan Allah memberikan jalan ter baik buat tukang pungli amin
      9. 09.10.2013,
        10:37
        pujantarto
        aduh pungli ,lagi pungli Astofirrullah haladim mudah mudahan Allah memberikan jalan ter baik buat tukang pungli amin
      10. 10.08.2013,
        21:40
        ahmad dahlan
        di pais/mapenda kab.magetan selama ini setiap keluar tpp gpai harus bayar 300 rb ke mapenda/pais