Jumat, 18 April 2014 | 05:13:47
Home / Nasional / Humaniora / Uji Publik Honorer K2

Sabtu, 01 Desember 2012 , 07:09:00

Foto: Arundono/dok.JPNN
Foto: Arundono/dok.JPNN
RELATED NEWS

JAKARTA - Setengah juta lebih tenaga honorer kategori dua (K2) sampai saat ini harap-harap cemas apakah nama mereka resmi tercantum.

Pemerintah segera mengeluarkan draf resmi nama tenaga honorer K2 dalam tahap uji publik. Tenaga honorer K2 yang terdaftar, bisa diangkat menjadi CPNS mulai tahun depan.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno mengatakan, pihaknya sudah menjadwalkan pelaksanaan uji publik nama-nama tenaga honorer K2. Dijadwalkan proses uji publik ini akan dijalankan akhir bulan ini atau paling lambat awal Januari tahun depan.

"Masyarakat silahkan mengecek nama-nama tenaga honorer K2 selama uji publik. Jika ada yang komplai, silahkan," kata dia kemarin (30/11).

Eko menuturkan, saat ini pihaknya sedang menuntaskan pendataan atau rekapitulasi tenaga honorer K2. Pihak BKN menepis jika sudah menjadi sasaran amarah para tenaga honorer K2 karena mengundur-undur masa uji publik.

Eko menegaskan jika jadwal uji publik tadi sudah disesuaikan dengan persiapan yang matang. Dia mengatakan saat ini tim di BKN sedang mematangkan verifikasi dan validasi data tenaga honorer K2. Upaya ini penting karena pemerintah menduga telah terjadi banyak penyusupan dana tenaga honorer K2 siluman.

"Senin besok (3/12) kita akan berkoordinasi dengan Kemen PAN," tandasnya. Eko menuturkan jika pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS akan dituntaskan bertahap mulai tahun depan. Pengangkatan mereka akan menggunakn tes ujian tertulis. Jumlah tenaga honorer K2 saat ini diperkirakan sekitar 600 ribu orang.

Eko mengatakan jika nantinya draf nama-nama tenaga honorer K2 yang diuji publik akan disebarkan oleh BKN kantor regional (kanreg). Selanjutnya, masing-masing instansi mulai dari kota, kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat diminta untuk segera mengumumkan nama-nama tadi. Direncakan uji publik ini berjalan hingga dua pekan lebih.

"Pemda atau pemerintah pusat jangan mengulur-ulur mengumumkan data tenaga honorer K2," tegasnya. Data tenaga honorer K2 bisa diumumkan melalui koran daerah atau dipampang di kantor-kantor dinas terkait. Dengan diumumkan tepat waktu, masyarakat memiliki waktu yang agak longgar untuk menyampaikan jika ada kejanggalan.

Segala bentuk masukan, saran, hingga komplain bisa dilayangkan ke masing-masing instansi, BKN kanreg, hingga ke BKN pusat di Jakarta. "Kita ingin masyarakat ikut terlibat menilai data-data tenaga honorer K2," kata dia.

Masyarakat diminta melapor jika ada nama yang bukan tenaga honorer K2 tetapi tercantum. Sebaliknya, masyarakat juga boleh melapor jika ada nama tenaga honorer K2 yang tidak tercantum dalam daftar. (wan)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 23.04.2013,
        20:30
        Jujur
        seharusnya ibu Dewi Sukmawati Spd (SMK N 1 Geger) Legowo dan menerima dengan Lapang dada dengan datanya yang memang benar2 rekayasa apabila di Coret dari Honorer K2,dan alangkah baiknya untuk BKN dan BKD kab madiun di Verifikasi ulang saja supaya tidak merugikan temanya yang lain yang memang sudah berhak menjadi Honorer K2
      2. 22.04.2013,
        19:05
        Jujur
        kagem BKN
      3. 20.04.2013,
        22:53
        Jujur
        Yang terhormat Bp/Ibu yg menangani K2 Bahwa SKnya Ibu Dewi Sukmawati SMK N 1 Geger Tdk ada rekayasa dan benar-benar mengajar di SMK N I geger
      4. 20.04.2013,
        00:58
        Jujur
        bu dewi tdk bersalah semoga orang yang punya sifat iri drengki smg dapat ganjaran dari Tuhan Yg Maha Kuasa setimpal perbuatanya
      5. 19.04.2013,
        17:49
        Jujur
        kepada Bapak / Ibu yang menangani data honorer K2 kab madiun ibu Dewi Sukmawati Spd memang bermasalah dengan datanya di Honorer K2, saran lebih baik dan adilnya namanya dicoret saja dari data honorer K2 daripada menimbulkan masalah baru yang akan semakin ruwet dan ribet kasihan yang lain yang memang sudah haknya
      6. 18.04.2013,
        21:32
        Adil
        Yang mulia yang menagani K2 masalah Bu Dewi Sukmawati SMK N I Geger tidak ada yang namanya rekayasa SK dan ngajarnya bagus , tertib
        disiplin
      7. 17.04.2013,
        21:51
        nasib
        kepada BKN dan BKD kab madiun saya sudah lama mengabdi jadi Guru Honorer di SMK N 1 geger madiun, bahkan saya lebih lama dari saudara Dewi Sukmawati SPd tapi kenapa dia bisa masuk data honorer K2 kok saya tidak bisa masuk data Honorer K2, kami mohon penjelasan dari BKN dan BKD Kab madiun, apa ada yang salah to saya, kalau memang ada yang salah saya minta maaf ya..... wassalam.
      8. 17.04.2013,
        14:23
        guntur
        dewi sukmawati smk n 1geger sk nya benar bukan rekayasa
        atau bukan salah bu dewi memang betul ngajar di smk n 1 gager semoga bu dewi sukses
      9. 15.04.2013,
        12:20
        mimin
        bu dewi itu benar-benar ngajar di smkn 1 geger tidak ada rekayasa sk mungkin yang keliru yang ngetik
      10. 14.04.2013,
        21:42
        Gagal jadi Honorer K2
        untuk BKN dan BKD kab Madiun, sudah jelas 1 Januari itu hari libur Nasional menyambut tahun baru, kok masih banyak data Honorer K2 di kab Madiun bisa terupdate datanya masuk Honorer K2 kan lucu sekali, negara bisa Rugi lhooo....????